Yuk kita kenali Seni dan Kebudayaan Daerah Maluku yang menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia
Alat Musik Daerah Maluku : Tifa merupakan alat musik yang paling terkenal dari Maluku. Alat musik ini bentuknya menyerupai kendang dan terbuat dari kayu yang di lubangi tengahnya. Ada beberapa macam jenis alat musik Tifa seperti Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas.
Alat musik lainnya yang berasal dari Maluku adalah Toto Buang dan Kulit Bia. Alat musik ini merupakan serangkaian gong-gong yang kecil bentuknya dan biasanya di
aruh pada sebuah meja dengan beberapa lubang sebagai penyanggah. Sedangkan alat musik Kulit Bia merupakan alat musik tiup yang terbuat dari Kulit Kerang.
Tari Cakalele merupakan nama tarian yang paling populer dan terkenal dari Maluku. Taian ini menggambarkan Tari perang. Tari ini sering di pentaskan dan di peragakan oleh para pria dewasa sambil memegang Parang dan Salawaku (Perisai).
Nama tarian lain yang berasal dari Maluku adalah tari Saureka-Reka dan tari Katreji. Tari Katreji dimainkan oleh wanita dan pria. Saat memainkan Tarian ini diiringi berbagai alat musikseperti biola, suling bambu, ukulele, karakas, guitar, tifa dan bas gitar.
Bahasa Daerah Maluku
Karena provinsi Maluku memiliki banyak sekali pulau, di sini juga terdapat berbagai macam bahasa. Tapi bahasa yang dipakai di Maluku adalah jenis Bahasa Melayu Ambon, yang masih satu dialek bahasa Melayu.
Berikut ini nama-nama bahasa yang berasal dari Maluku :
Bahasa Seti ada di daerah suku Seti, di Seram Utara dan Telutih Timur
Bahasa Alune ada di daerah Seram Barat
Bahasa Nuaulu dipakai oleh suku Nuaulu di Seram selatan; antara teluk El-Paputih dan teluk Telutih
Bahasa Wamale ada di daerah Seram Barat
Sumber : Indonesia.Travel dan Wikipedia Indonesia
http://budaya-1992.blogspo
Kata "seni" adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kabarnya kata seni berasal dari kata "SANI" yang kurang lebih artinya "Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa".
Cari Artikel Lainnya
Tampilkan postingan dengan label soal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soal. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 Agustus 2014
Seni Budaya Maluku Utara
Dalam dunia internasional provinsi Maluku lebih di kenal sebagai Moluccas. Ibukota Maluku adalah Ambon. Pada tahun 1999 provinsi Maluku di mekarkan menjadi 2 provinsi menjadi Maluku dan Maluku Utara yang beribukota di Sofifi. Seperti apa kebudayaan daerah yang ada di Maluku? Baca juga Budaya Maluku Utara Seni Kebudayaan Tradisional Daerah Malut.
Yuk kita kenali Seni dan Kebudayaan Daerah Maluku yang menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia
Alat Musik Daerah Maluku : Tifa merupakan alat musik yang paling terkenal dari Maluku. Alat musik ini bentuknya menyerupai kendang dan terbuat dari kayu yang di lubangi tengahnya. Ada beberapa macam jenis alat musik Tifa seperti Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas.
Alat musik lainnya yang berasal dari Maluku adalah Toto Buang dan Kulit Bia. Alat musik ini merupakan serangkaian gong-gong yang kecil bentuknya dan biasanya di
aruh pada sebuah meja dengan beberapa lubang sebagai penyanggah. Sedangkan alat musik Kulit Bia merupakan alat musik tiup yang terbuat dari Kulit Kerang.
Tari Cakalele merupakan nama tarian yang paling populer dan terkenal dari Maluku. Taian ini menggambarkan Tari perang. Tari ini sering di pentaskan dan di peragakan oleh para pria dewasa sambil memegang Parang dan Salawaku (Perisai).
Nama tarian lain yang berasal dari Maluku adalah tari Saureka-Reka dan tari Katreji. Tari Katreji dimainkan oleh wanita dan pria. Saat memainkan Tarian ini diiringi berbagai alat musikseperti biola, suling bambu, ukulele, karakas, guitar, tifa dan bas gitar.
Bahasa Daerah Maluku
Karena provinsi Maluku memiliki banyak sekali pulau, di sini juga terdapat berbagai macam bahasa. Tapi bahasa yang dipakai di Maluku adalah jenis Bahasa Melayu Ambon, yang masih satu dialek bahasa Melayu.
Berikut ini nama-nama bahasa yang berasal dari Maluku :
Bahasa Seti ada di daerah suku Seti, di Seram Utara dan Telutih Timur
Bahasa Alune ada di daerah Seram Barat
Bahasa Nuaulu dipakai oleh suku Nuaulu di Seram selatan; antara teluk El-Paputih dan teluk Telutih
Bahasa Wamale ada di daerah Seram Barat
Sumber : Indonesia.Travel dan Wikipedia Indonesia
http://budaya-1992.blogspo
Yuk kita kenali Seni dan Kebudayaan Daerah Maluku yang menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia
Alat Musik Daerah Maluku : Tifa merupakan alat musik yang paling terkenal dari Maluku. Alat musik ini bentuknya menyerupai kendang dan terbuat dari kayu yang di lubangi tengahnya. Ada beberapa macam jenis alat musik Tifa seperti Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas.
Alat musik lainnya yang berasal dari Maluku adalah Toto Buang dan Kulit Bia. Alat musik ini merupakan serangkaian gong-gong yang kecil bentuknya dan biasanya di
aruh pada sebuah meja dengan beberapa lubang sebagai penyanggah. Sedangkan alat musik Kulit Bia merupakan alat musik tiup yang terbuat dari Kulit Kerang.
Tari Cakalele merupakan nama tarian yang paling populer dan terkenal dari Maluku. Taian ini menggambarkan Tari perang. Tari ini sering di pentaskan dan di peragakan oleh para pria dewasa sambil memegang Parang dan Salawaku (Perisai).
Nama tarian lain yang berasal dari Maluku adalah tari Saureka-Reka dan tari Katreji. Tari Katreji dimainkan oleh wanita dan pria. Saat memainkan Tarian ini diiringi berbagai alat musikseperti biola, suling bambu, ukulele, karakas, guitar, tifa dan bas gitar.
Bahasa Daerah Maluku
Karena provinsi Maluku memiliki banyak sekali pulau, di sini juga terdapat berbagai macam bahasa. Tapi bahasa yang dipakai di Maluku adalah jenis Bahasa Melayu Ambon, yang masih satu dialek bahasa Melayu.
Berikut ini nama-nama bahasa yang berasal dari Maluku :
Bahasa Seti ada di daerah suku Seti, di Seram Utara dan Telutih Timur
Bahasa Alune ada di daerah Seram Barat
Bahasa Nuaulu dipakai oleh suku Nuaulu di Seram selatan; antara teluk El-Paputih dan teluk Telutih
Bahasa Wamale ada di daerah Seram Barat
Sumber : Indonesia.Travel dan Wikipedia Indonesia
http://budaya-1992.blogspo
Selasa, 12 Agustus 2014
Cerita Wisata Utama (P. Komodo)
Komodo itu pandai menipu. Saat diam, biawak raksasa ini seperti hewan lemah, padahal itu taktiknya untuk menyergap satwa lain dan manusia yang lengah. Seperti apa sifat dan prilaku aslinya? Simak profil sang predator berdasarkan pengamatan TravelPlusIndonesia (TPI) secara langsung di Pulau Komodo.
Komodo satu-satunya spesies terakhir dari keluarga monitor lizard yang mampu bertahan hidup dan berkembang. berdasarkan leaflet TNK, satwa berdarah dingin ini ditemukan pertama kali oleh seorang Belanda bernama JKH Van Steyn tahun 1911. Baru terkenal di dunia ilmu pengetahuan sejak 1912, tepatnya setelah peneliti dan ahli biologi, Mayor PA Ouwens memberikan julukan dalam tulisan berjudul “On a Large Varanus Species from the Island of Komodo” dengan nama ilmiah Varanus komodoensis.
Untuk mengetahui prilaku komodo sesungguhnya, TravelPlusIndonesia (TPI)mengamatinya langsung di habitatnya, Pulau Komodo. Ternyata komodo punya trik sendiri untuk mengelabui mangsanya. Dia pura-pura diam seperti sebatang kayu lapuk. Gerakannya lamban dan malas. Tapi setelah mangsanya lengah, dia segera menyergapnya dengan mulutnya yang moncong atau dengan bantuan ekornya dengan cara menyabet mangsanya sekeras mungkin. Kelebihan lain, predator licik ini dianugerahi penciuman yang sangat tajam, terutama bila mencium amis darah dan bau bangkai meski berjarak 2 Km.
Di habitanya, komodo lebih suka menyendiri (soliter). Sejak kecil, anak komodo dibiarkan mencari makan sendiri oleh induknya. Jarang sekali berkelompok kecuali di Banu Nggulung. Beberapa komodo di tempat ini malas mencari makan sendiri akibat terbiasa diberi umpan (feeding) gratis dari pengunjung, akhirnya populasi rusa, babi hutan, dan kerbau liar kian bertambah hingga mengganggu keseimbangan alam. Beberapa tahun belakangan, acara feeding dilarang.
Data inventarisasi komodo Taman Nasional Komodo (TNK), di Pulau Komodo jumlahnya sekitar 1.700 ekor, di Pulau Rinca 1.300, Gili Motang 100, dan 30 ekor di pulau-pulau kecil lain.
Diperkirakan masih ada sekitar 2.000 ekor lagi yang terpencar di Flores, yakni di pesisir Barat Manggarai dan pesisir Utara Kabupaten Ngada serta beberapa tempat di Kabupaten Ende. Bahkan hasil penelitian Auffenberg dari Amerika Serikat, komodo ditemukan sampai Timur Flores. Masyarakat Pulau Komodo dan sekitarnya menyebut komodo, ora. Tapi warga pesisir Utara Flores dan Ende, memanggilnya mbou. Di Pulau Rinca, perilaku komodo sedikit lebih ganas. Kulitnya kekuningan dan lebih bersih.
Buaya Darat
Menurut salah seorang peneliti khusus komodo yang TP temui di Pulau Komodo, musim kawin komodo terjadi pada Juli-Agustus. Jumlah jantan dan betina 4 berbanding 1. Lantaran tak seimbang sering terjadi perkelahian antar jantan untuk memperebutkan betina hingga terluka bahkan tewas. Komodo jantan sukar ditemukan saat musim kawin, sebab sibuk mengejar betina. Usai kawin, sang betina akan bertelur lalu menyimpannya di lubang. Betina bertelur 20-50 butir dan menjaganya selama 7 bulan. Bentuk telurnya oval, berwarna putih dengan panjang 9 cm, lebar 6 cm dan beratnya 105 gram. Setelah menetas, panjang rata-rata 18 inci atau 45 cm. Yang dewasa sekitar 2 meter, pernah juga dijumpai komodo sepanjang lebih dari 3 meter.
TP pun mengamati bayi komodo. Kulit bayi komodo berwarna kekuningan. Umur 10 bulan coklat muda. Usia 20 bulan ke atas berubah menjadi agak hitam, lalu coklat gelap setelah dewasa. Anak komodo langsung pandai memanjat pohon untuk mencari makan, sekaligus menghindar dari ancaman komodo dewasa. Santapan kegemarannya aneka serangga, cecak dan tokek. Setelah dewasa, lebih suka memangsa rusa, babi hutan, kerbau dan telur burung Gosong. Komodo dewasa tak bisa lagi memanjat pohon lantaran keberatan badan.
Selain suka memangsa hewan lain termasuk manusia, komodo dewasa juga suka menyantap anaknya (kanibal). Areal perburuan komodo dewasa di lokasi yang sering dilalui hewan dan manusia. Komodo menyukai semak dataran rendah, berbatasan dengan savana. Terkadang ada di dataran tinggi sekitar 400-600 meter dpl. TP juga melihat komodo berenang layaknya seokor buaya terutama jika melihat bangkai ikan besar yang mengapung di perairan. Wajar penduduk setempat menjulukinya buaya darat.
Berdasarkan pengamatan TP secara langsung di Pulau Komodo, predator yang dilindungi undang-undang seperti halnya Harimau Sumatera ini meski bukan termasuk satwa penyerang yang ganas, namun tetap berbahaya. Apalagi bila berada di TNK, di habitatnya itu komodo sebagai raja. Lengah sedikit, Anda bisa jadi mangsanya.
Cara yang amat saat berada di habitanya, Anda harus tetap waspada dan ditemani jawagana bila ingin melihat predator ini atau hendak berpergian ke obyek-obyek lainnya. Sebab bagaimanapun melihat komodo di habitatnya, di pulau Komodo dan pulau-piulau lain di TNK jelas jauh lebih mengasyikkan dibanding di kebun binatang. Atmosfir dan panorama yang bakal Anda dapat pasti lebih seru, menawan, dan mengesankan.
Bila Anda yakin bahwa sang predator yang kanibal ini menjadikan Pulau Komodo dan pulau-pulau lain di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) begitu berati dan berbeda dibanding kawasan lain, sebaiknya Anda memilih Taman Nasional Komodo agar terpilih sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia baru versi Yayasan New 7Wonders. Caranya dengan melakukan vote di http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees. Selamat memilih semoga Anda dapat menyaksikan bagaimana komodo menjqdi penguasa di habitatnya.***
Naskah & Foto: A. Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Komodo satu-satunya spesies terakhir dari keluarga monitor lizard yang mampu bertahan hidup dan berkembang. berdasarkan leaflet TNK, satwa berdarah dingin ini ditemukan pertama kali oleh seorang Belanda bernama JKH Van Steyn tahun 1911. Baru terkenal di dunia ilmu pengetahuan sejak 1912, tepatnya setelah peneliti dan ahli biologi, Mayor PA Ouwens memberikan julukan dalam tulisan berjudul “On a Large Varanus Species from the Island of Komodo” dengan nama ilmiah Varanus komodoensis.
Untuk mengetahui prilaku komodo sesungguhnya, TravelPlusIndonesia (TPI)mengamatinya langsung di habitatnya, Pulau Komodo. Ternyata komodo punya trik sendiri untuk mengelabui mangsanya. Dia pura-pura diam seperti sebatang kayu lapuk. Gerakannya lamban dan malas. Tapi setelah mangsanya lengah, dia segera menyergapnya dengan mulutnya yang moncong atau dengan bantuan ekornya dengan cara menyabet mangsanya sekeras mungkin. Kelebihan lain, predator licik ini dianugerahi penciuman yang sangat tajam, terutama bila mencium amis darah dan bau bangkai meski berjarak 2 Km.
Di habitanya, komodo lebih suka menyendiri (soliter). Sejak kecil, anak komodo dibiarkan mencari makan sendiri oleh induknya. Jarang sekali berkelompok kecuali di Banu Nggulung. Beberapa komodo di tempat ini malas mencari makan sendiri akibat terbiasa diberi umpan (feeding) gratis dari pengunjung, akhirnya populasi rusa, babi hutan, dan kerbau liar kian bertambah hingga mengganggu keseimbangan alam. Beberapa tahun belakangan, acara feeding dilarang.
Data inventarisasi komodo Taman Nasional Komodo (TNK), di Pulau Komodo jumlahnya sekitar 1.700 ekor, di Pulau Rinca 1.300, Gili Motang 100, dan 30 ekor di pulau-pulau kecil lain.
Diperkirakan masih ada sekitar 2.000 ekor lagi yang terpencar di Flores, yakni di pesisir Barat Manggarai dan pesisir Utara Kabupaten Ngada serta beberapa tempat di Kabupaten Ende. Bahkan hasil penelitian Auffenberg dari Amerika Serikat, komodo ditemukan sampai Timur Flores. Masyarakat Pulau Komodo dan sekitarnya menyebut komodo, ora. Tapi warga pesisir Utara Flores dan Ende, memanggilnya mbou. Di Pulau Rinca, perilaku komodo sedikit lebih ganas. Kulitnya kekuningan dan lebih bersih.
Buaya Darat
Menurut salah seorang peneliti khusus komodo yang TP temui di Pulau Komodo, musim kawin komodo terjadi pada Juli-Agustus. Jumlah jantan dan betina 4 berbanding 1. Lantaran tak seimbang sering terjadi perkelahian antar jantan untuk memperebutkan betina hingga terluka bahkan tewas. Komodo jantan sukar ditemukan saat musim kawin, sebab sibuk mengejar betina. Usai kawin, sang betina akan bertelur lalu menyimpannya di lubang. Betina bertelur 20-50 butir dan menjaganya selama 7 bulan. Bentuk telurnya oval, berwarna putih dengan panjang 9 cm, lebar 6 cm dan beratnya 105 gram. Setelah menetas, panjang rata-rata 18 inci atau 45 cm. Yang dewasa sekitar 2 meter, pernah juga dijumpai komodo sepanjang lebih dari 3 meter.
TP pun mengamati bayi komodo. Kulit bayi komodo berwarna kekuningan. Umur 10 bulan coklat muda. Usia 20 bulan ke atas berubah menjadi agak hitam, lalu coklat gelap setelah dewasa. Anak komodo langsung pandai memanjat pohon untuk mencari makan, sekaligus menghindar dari ancaman komodo dewasa. Santapan kegemarannya aneka serangga, cecak dan tokek. Setelah dewasa, lebih suka memangsa rusa, babi hutan, kerbau dan telur burung Gosong. Komodo dewasa tak bisa lagi memanjat pohon lantaran keberatan badan.
Selain suka memangsa hewan lain termasuk manusia, komodo dewasa juga suka menyantap anaknya (kanibal). Areal perburuan komodo dewasa di lokasi yang sering dilalui hewan dan manusia. Komodo menyukai semak dataran rendah, berbatasan dengan savana. Terkadang ada di dataran tinggi sekitar 400-600 meter dpl. TP juga melihat komodo berenang layaknya seokor buaya terutama jika melihat bangkai ikan besar yang mengapung di perairan. Wajar penduduk setempat menjulukinya buaya darat.
Berdasarkan pengamatan TP secara langsung di Pulau Komodo, predator yang dilindungi undang-undang seperti halnya Harimau Sumatera ini meski bukan termasuk satwa penyerang yang ganas, namun tetap berbahaya. Apalagi bila berada di TNK, di habitatnya itu komodo sebagai raja. Lengah sedikit, Anda bisa jadi mangsanya.
Cara yang amat saat berada di habitanya, Anda harus tetap waspada dan ditemani jawagana bila ingin melihat predator ini atau hendak berpergian ke obyek-obyek lainnya. Sebab bagaimanapun melihat komodo di habitatnya, di pulau Komodo dan pulau-piulau lain di TNK jelas jauh lebih mengasyikkan dibanding di kebun binatang. Atmosfir dan panorama yang bakal Anda dapat pasti lebih seru, menawan, dan mengesankan.
Bila Anda yakin bahwa sang predator yang kanibal ini menjadikan Pulau Komodo dan pulau-pulau lain di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) begitu berati dan berbeda dibanding kawasan lain, sebaiknya Anda memilih Taman Nasional Komodo agar terpilih sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia baru versi Yayasan New 7Wonders. Caranya dengan melakukan vote di http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees. Selamat memilih semoga Anda dapat menyaksikan bagaimana komodo menjqdi penguasa di habitatnya.***
Naskah & Foto: A. Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)
Langganan:
Postingan (Atom)