Cari Artikel Lainnya

Tampilkan postingan dengan label yılbaşı milli piyango. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yılbaşı milli piyango. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 September 2014

Penting, Seni Budaya dalam Kurikulum 2013

Itulah mengapa pelajaran seni Budaya tidak dihapus di Kurikulum 2013, soalnya pelajaran ini penting untuk memanusiakan manusia, banyak nilai-nilai keindahan yang dapat mengindahkan hati manusia diperoleh dari pelajaran seni budaya, padahal banyak pelajaran lain yang dihapus, mungkin tidak dihapus tapi diinkludkan ke mata pelajaran yang lain, jadi mengapa belajar seni budaya?. Ini berkaitan dengan teori otak kiri dan otak kanan dari Roger Spery, itu juga berkaitan ditemukannya multiple kecerdasan dari Prof. Howard Garner yang sekarang perlu dimiliki oleh semua orang. Bahwa otak kanan erat kaitannya dengan Seni, bahwa punya kemampuan seni juga termasuk salah satu kecerdasab yang penting. Bahwa tidak ada produk karya manusia di era modern ini yang tidak memerlukan sentuhan seni, misalnya membuat HP selalian pakai logika juga pakai seni, agar HP bentuknya indah namun fitur-fiturnya menawan pula. Seni budayalah yang menjadi perantara untuk mengembangkan otak kita. Seni Budaya sebagai suatu ilmu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan gagasan berkreasi seni serta mengapresiasikan seni dengan cara mengilustrasikan pengalaman pribadi, menggali/mengeksploitasi rasa dan melakukan pengamatan proses, dan teknik berkarya sesuai dengan nilai budaya dan keindahan yang ada dilingkungan masyarakat. Pendidikan Seni Budaya diberikan di sekolah karena keunikan perannya yang tak mampu diemban oleh mata pelajaran lain. Keunikan tersebut terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi melalui pendekatan: “belajar dengan seni,” “belajar melalui seni” dan “belajar tentang seni”.Pendidikan Seni Budaya memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Multilingual bermakna pengembangan kemampuan mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media seperti bahasa rupa, bunyi, gerak, peran dan berbagai perpaduannya. Multidimensional bermakna pengembangan beragam kompetensi meliputi konsepsi (pengetahuan, pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi, dan kreasi dengan cara memadukan secara harmonis unsur estetika, logika, kinestetika, dan etika. Sifat multikultural mengandung makna pendidikan seni menumbuhkembangkan kesadaran dan kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya Nusantara dan mancanegara. Hal ini merupakan wujud pembentukan sikap demokratis yang memungkinkan seseorang hidup secara beradab serta toleran dalam masyarakat dan budaya yang majemuk. Pendidikan Seni Budaya memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal, interpersonal, visual spasial, musikal, linguistik, logik matematik, naturalis serta kecerdasan adversitas (AQ), kreativitas (CQ), spiritual dan moral (SQ). Bidang seni rupa, musik, tari, dan teater memiliki kekhasan tersendiri sesuai dengan kaidah keilmuan masing-masing. Dalam pendidikan seni budaya, aktivitas berkesenian harus menampung kekhasan tersebut yang tertuang dalam pemberian pengalaman mengembangkan konsepsi, apresiasi, dan kreasi. Semua ini diperoleh melalui upaya eksplorasi elemen, prinsip, proses, dan teknik berkarya dalam konteks budaya masyarakat yang beragam.Mata pelajaran Seni Budaya bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. Untuk mengembangkan kerja otak sebelah kanan 2. Untuk menyeimbangkan kerja otak kiri dan kanan 3. Untuk mensinergikan kerja otak kiri dibantu dengan kerja otak kanan 4. Untuk mengembangkan multi kecerdasan 5. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya 6. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya 7. Mengekspresikan kreativitas melalui seni budaya Mata pelajaran Seni Budaya meliputi aspek-aspek sebagai berikut.1. Seni rupa, mencakup keterampilan tangan dalam menghasilkan karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, cetak-mencetak, dan sebagainya2. Seni musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, memainkan alat musik, apresiasi karya musik 3. Seni tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari 4. Seni teater, mencakup keterampilan olah tubuh, olah pikir, dan olah suara yang pementasannya memadukan unsur seni musik, seni tari dan seni peran. Dengan agama hidup menjadi terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah dan dengan seni hidup menjadi indah. Dengan memperhatikan kata bijak yang terahir itu, jelaslah seni budaya membuat hidup kita menjadi indah, menyaukai keindahan yang dampaknay bagi peminat seni adalah mereka suka pada kedamaian, sehingga hidup bisa bertoleransi dengan sesamannya. Tapi yang peling jelas dengan seni budaya ini bisa membuat kita bisa berpikir kreatif.

Rabu, 26 Oktober 2011

Seni Budaya Papua


Budaya Papua Seni Kebudayaan Tradisional Daerah Papua Indonesia - Provinsi Papua yang terletak di ujung timur negara Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang unik dan menarik. Yuk, kita kenal kebudayaan Papua sebagai salah satu kekayaan budaya indonesia seperti alat musik tradisionalnya, Tarian Tradisional dan kesenian lainnya yang terdapat di Papua. Baca juga tempat wisata di Papua

Seni dan Budaya Papua Indonesia

Alat Musik Tradisional Papua
Ada Salah satu nama alat musik tradisional yang paling terkenal yang berasal dari Papua yaitu Tifa. Alat musik Tifa merupakan alat musik tradisional yang berasal dari daerah maluku serta papua. Bentuknya alat musik Tifa mirip gendang dan cara memainkannya Tifa adalah dengan cara dipukul. Alat musik Tifa terbuat dari bahan sebatang kayu yang isinya sudah dikosongkan serta pada salah satu ujungnya ditutup dengan menggunakan kulit hewan rusa yang terlebih dulu dikeringkan. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan suara yang bagus dan indah. Alat musik ini sering di mainkan sebagai istrumen musik tradisional dan sering juga dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional, seperti Tarian perang, Tarian tradisional asmat,dan Tarian gatsi.

Tarian Tradisional Daerah Papua
Terdapat berbagai macam tari-tarian dan mereka biasa menyebutnya dengan Yosim Pancar (YOSPAN). Di dalam tarian ini terdapat aneka bentuk gerak tarian seperti tari Gale-gale, tari Pacul Tiga, tari Seka, Tari Sajojo, tari Balada serta tari Cendrawasih. Tarian tradisional Papua ini sering di mainkan dalam berbagai kesempatan seperti untuk penyambutan tamu terhormat, penyambutan para turis asing yang datang ke Papua serta dimainkan adalah dalam upacara adat.

Pakaian Adat Tradisional Papua
Pakaian adat Papua untuk pria dan wanita hampir sama bentuknya. Pakaian adat tersebuta memakai hiasan-hiasan seperti hiasan kepala berupa burung cendrawasih, gelang, kalung, dan ikat pinggang dari manik-manik, serta rumbai-rumbai pada pergelangan kaki.

Rumah Adat Papua
Nama rumah asli Papua adalah Honai yaitu rumah khas asli Papua yang dihuni oleh Suku Dani. Bahan untuk membuat rumah Honai dari kayu dengan dan atapnya berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Rumah tradisional Honai mempunyai pintu yang kecil dan tidak berjendela. Umumnya rumah Honai terdiri dari 2 lantai yang terdiri dari lantai pertama untuk tempat tidur sedangkan lantai kedua digunakan sebagai tempat untuk bersantai, makan, serta untuk mengerjakan kerajinan tangan.

Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/culture/2162998-seni-dan-budaya-papua-indonesia/#ixzz1bwYc0xPv