<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987</id><updated>2012-01-25T22:56:03.067-08:00</updated><category term='Suku Dayak memiliki bermacam-macam alat musik'/><category term='disporabudpar.kerincikab'/><category term='budaya ambon'/><category term='Sandur Bojonegoro'/><category term='milli piyango çekilişi'/><category term='in Tidore Island'/><category term='santorum'/><category term='North Maluku'/><category term='angklung'/><category term='2012 milli piyango'/><category term='gondang. seni gondang'/><category term='youtube'/><category term='alat musik kab.pelalawan'/><category term='musik Tong-tong'/><category term='budaya'/><category term='BUDAYA MANGGARAI'/><category term='mission impossible 4'/><category term='jawa'/><category term='pukul dan tiup'/><category term='4shared.com safe'/><category term='santorum black people'/><category term='Indonesia'/><category term='kupang'/><category term='indonesia dance'/><category term='tatanan etnis melayu'/><category term='tulisan joko'/><category term='NTT'/><category term='ORAL TRADITION'/><category term='tatoo dayak'/><category term='Musik Ul-daul'/><category term='lampungbarat.go.id'/><category term='Musik Melayu Riau'/><category term='bahasa Mandailing'/><category term='bawean'/><category term='kesenian'/><category term='koplo'/><category term='Seni dan Budaya'/><category term='madura'/><category term='اكمال بيانات حافز&#x9;اكمال بيانات حافز'/><category term='lagu daerah'/><category term='bali'/><category term='dancer'/><category term='kesenian betawi'/><category term='irian jaya'/><category term='santorum definition'/><category term='goyang erotis'/><category term='seni tradisional indonesia'/><category term='nusa tenggara timur'/><category term='krav maga'/><category term='tradisi maluku'/><category term='sumbawa'/><category term='borneo'/><category term='sasando traditional music'/><category term='Langen mandra Wanara'/><category term='piyango sonuçları'/><category term='Tari jaipong sunda'/><category term='ambon'/><category term='Madura Island'/><category term='jatim'/><category term='Dangdut'/><category term='papua'/><category term='seni tradisi banjar'/><category term='suku dayak'/><category term='mp3 campursari'/><category term='musik sasando'/><category term='seni budaya'/><category term='melayuonline.com'/><category term='kolintang'/><category term='senibudaya'/><category term='Suku Madura'/><category term='musik tradisional Lampung'/><category term='kalimantan'/><category term='merauke'/><category term='Seni Tradisional Dayak'/><category term='makassar'/><category term='berupa alat musik petik'/><category term='tari tarian'/><category term='aceh'/><category term='medan'/><category term='atra'/><category term='seni'/><category term='the artscampursari'/><category term='guru seni'/><category term='lombok'/><category term='7 Pariwisata'/><category term='Festival Gamelan'/><category term='serunai padi'/><category term='biak'/><category term='minangkabau'/><category term='yılbaşı milli piyango'/><title type='text'>Seni Budaya Indonesia</title><subtitle type='html'>Kata "seni" adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kabarnya kata seni berasal dari kata "SANI" yang kurang lebih artinya "Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa".</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-2840138155428985248</id><published>2012-01-18T17:20:00.000-08:00</published><updated>2012-01-18T17:28:27.341-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Pemuda Mengapresiasi Kesenian Tradisional</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-SRLhZV9gaqM/TxdxZSDJ2MI/AAAAAAAAAJ4/jP_tWMVY1s0/s1600/drama%2Bgong.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 145px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-SRLhZV9gaqM/TxdxZSDJ2MI/AAAAAAAAAJ4/jP_tWMVY1s0/s200/drama%2Bgong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699148532616386754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;DALAM suatu kesempatan, seniman Butet Kertaredjasa pernah bertutur, "Budayawan juga pejuang, yang memperjuangkan budayanya, untuk tidak direbut oleh negara tetangga. Maka dari itu, harus pintar." Kalimat yang keluar dari mulut Butet, menurut beberapa kalangan, mungkin dirasa berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pernyataan itu akhirnya benar-benar terbukti juga! Di saat banyak kasus klaim atas budaya Tanah Air oleh negara tetangga, Malaysia, barulah kita terbakar amarah dan merasa cinta pada kebudayaan tradisional. Pada saat itulah kita sadar bahwa budayawan yang mungkin selama ini dianggap sebagai sosok yang biasa-biasa saja, akhirnya dianggap sebagai sosok yang penting, bahkan vital dalam mempertahankan citra kebudayaan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilu rasanya saat kebudayaan kita diklaim oleh Malaysia. Tidak hanya satu, tetapi banyak yang diklaim. Jika menilik lebih dalam, tidak sedikit dari kita pun yang memang kurang apresiasi terhadap kesenian tradisional di Indonesia. Kalau begitu siapa yang salah? Malaysia jelas tetap bersalah! Adapun kita sebagai masyarakat Indonesia juga patut memperbaiki diri agar lebih apresiatif terhadap kebudayaan yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun apresiasi terendah terhadap seni tradisional Indonesia barangkali lebih besar menghinggapi kalangan muda. Betapa tidak, pertunjukkan musik modern memang sudah mendarah daging di kalangan mayoritas anak muda saat ini. Berdesak-desakan untuk menonton konser musik modern tampaknya memang menjadi suatu hal yang lumrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut disebut "nggak gaul", pementasan kesenian tradisional pun ditinggalkan. Melihat permasalahan ini, jalan yang bisa ditempuh untuk memajukan kebudayaan nasional yang di dalamnya mencakup kebudayaan tradisional, tiada lain harus diawali dengan menumbuhkan rasa cinta terhadap kesenian daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa cinta inilah yang nantinya mendorong kita, khususnya pemuda, memiliki rasa ingin tahu terhadap kesenian masing-masing daerah dan menghargai kesenian tersebut. Di sisi lain, event pertunjukkan seni tradisional juga harus diperbanyak. Pihak lain tentu tidak akan berani mencuri apa yang kita anggap berharga, sedangkan kita sendiri memiliki pengetahuan yang mendalam dengan kesenian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu tidak rela lagu Rasa Sayange dari Maluku, reog ponorogo hingga tari pendet dari Bali diklaim kepemilikannya oleh bangsa asing. Pemuda sebagai penduduk terbanyak di negeri ini jelas memiliki peran besar sebagai apresian seni tradisional. Melalui tangan pemudalah kesenian kita bisa berkembang jika diapresiasi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, kaum muda jualah yang nantinya bertindak sebagai penerus dan pemelihara kesenian tradisional karya anak bangsa yang tersebar di berbagai pelosok negeri. Budayawan kita tentu tidak bisa selamanya mengurus keberlangsungan kesenian daerah yang ada selama ini. Mari kita apresiasi budaya Indonesia.(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Okezone&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-2840138155428985248?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/2840138155428985248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=2840138155428985248' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/2840138155428985248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/2840138155428985248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2012/01/pemuda-mengapresiasi-kesenian.html' title='Pemuda Mengapresiasi Kesenian Tradisional'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-SRLhZV9gaqM/TxdxZSDJ2MI/AAAAAAAAAJ4/jP_tWMVY1s0/s72-c/drama%2Bgong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-6113522477293032519</id><published>2011-11-29T22:18:00.000-08:00</published><updated>2011-11-29T22:33:48.650-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='koplo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goyang erotis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dangdut'/><title type='text'>Awal Mula Musik Dangdut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-yGt2XVE9B6E/TtXN0uZaVSI/AAAAAAAAAJs/7donwpbvlxI/s1600/dangdut.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-yGt2XVE9B6E/TtXN0uZaVSI/AAAAAAAAAJs/7donwpbvlxI/s200/dangdut.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680672810689254690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah jalan jalan di google terbersit mencari kisah awal mula musik dangdut, yang dahulu dikatakan sebagai musik kere. sebenarnya hal yang salah jika kita menganggapnya seperti itu, soalnya banyak diantaranya musisi penyanyi dan pesinetron beralih ke musik dangdut walau dengan cita rasa berbeda, karna proghita bisa membaginya menjadi 2 bagian,&lt;br /&gt;dangdut klasik dan dangdut modern. Apakah dangdut koplo termasuk dangdut modern?, jelas kalo dari suara yang dihasilkan itu adalah musik dangdut tetapi lebih mempunyai sentuhan kedarahan dimana musik koplo berkembang, sebut saja jawa timur sebagai komunitas musik dangdut koplo terpopular dan telah meyakinkan koplo masuk di jajaran dangdut modern dengan berbagai alat musik import.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di priangan timur pun merebak jenis musik dengan istilah PONGDUT, kepanjangan dari “jaipong dangdut”. dan berkembang awal dari komunitas musisi calung, dan selama bertahun-tahun akhirnya bisa bertahan walau tidak sehebat musik dangdut koplo. dangdut jaipong atau jaipong dangdut atau Pongdut ini juga telah bergeser menjadi musik dangdut modern, soalnya sebelum pentas di jaman awal perkenalanya  justru lebih banyak ke seni tradisionalnya dalam hal ini seni sunda calung, tetapi sekarang seni tradisinya sudah di tinggalkan walaupun ada porsinya lebihsedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan musik dangdut diatas jelas proGhita tau karena saya sebagai penulis sempat menjadi penggemar kedua musik dangdut diatas. Benarkah? Yup benarlah karena sebelum menjadi seorang blogger saya sempat menjadi penyiar dangdut di salah satu radio di priangan timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dangdut diatas dari dulupun jenis musik dangdut modern telah ada, seperti hous dangdut, pop dangdut bahkan dangdut jazz:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita simak perjalanan musik dangdut semenjak awal selmat membaca :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran musik DangDut lahir setelah ajaran Islam masuk ke Indonesia yang sudah bercampur dengan aliran musik India.&lt;br /&gt;Musik ini mulai tumbuh dan berakar sekitar tahun 1940.Musik ini dipengaruhi oleh unsur musik India yg diambil dari alat musiknya yang bernama Tabla atau musik yg menggunakan gendang.Sedangkan cengkok dan harmonisasinya merujuk ke musik Arab.Akhirnya dipadukan oleh pengaruh musik barat yang mulai marak di akhir tahun 1960-an dengan menggunakan gitar listrik..Dangdut bisa dikatakan lebih matang sejak tahun 1970-an.Ciri Khas musik dangdut diiringi oleh gendang suling dan joget yang gemulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa dinamakan DangDut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dangdut kental dengan alat musik gendang. Suara gendang menghasilkan bunyi DANG dan DUT. Ada juga yang mengatakan “dangdut” ini berasal dari istilah atau sebutan sinis dari kalangan masyarakat kaum pekerja melayu pada masa itu berdasarkan sebuah artikel majalah awal th 70-an.&lt;br /&gt;Musik ini jauh berbeda dengan musik tradisional asli Indonesia.Tetapi ada sedikit kemiripan khususnya dari adat tradisional melayu.Perjalanan musik Dangdut mengalami perubahan yang seknifikan dari masa kemasa.Dan akhirnya Musik Dangdut sudah membooming di Indonesia bahkan di Mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By&lt;br /&gt;Herdy Mertadinata&lt;br /&gt;http://www.proghita.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-6113522477293032519?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/6113522477293032519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=6113522477293032519' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/6113522477293032519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/6113522477293032519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/11/awal-mula-musik-dangdut.html' title='Awal Mula Musik Dangdut'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-yGt2XVE9B6E/TtXN0uZaVSI/AAAAAAAAAJs/7donwpbvlxI/s72-c/dangdut.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-6395165323148526349</id><published>2011-10-26T19:26:00.000-07:00</published><updated>2011-10-26T19:32:29.138-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BUDAYA MANGGARAI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NTT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nusa tenggara timur'/><title type='text'>Budaya Nusa Tenggara Timur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-66mJB9RWz8Y/TqjCpVteyEI/AAAAAAAAAJI/VK6kJgYIJ-g/s1600/wpe1A.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 117px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-66mJB9RWz8Y/TqjCpVteyEI/AAAAAAAAAJI/VK6kJgYIJ-g/s200/wpe1A.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667994146504099906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Budaya Nusa Tenggara Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provinsi NTT kaya akan ragam budaya baik bahasa maupun suku bangsanya seperti tertera dalam di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Bahasa Daerah&lt;br /&gt;Jumlah bahasa yang dimiliki cukup banyak dan tersebar pada pulau-pulau yang ada yaitu:&lt;br /&gt;Pengguna Bahasa di Nusa Tenggara Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Timor, Rote, Sabu, dan pulau-pulau kecil disekitarnya: Bahasanya menggunakan bahasa Kupang, Melayu Kupang, Dawan Amarasi, Helong Rote, Sabu, Tetun, Bural:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Alor dan pulau-pulau disekitarnya: Bahasanya menggunakan Tewo kedebang, Blagar, Lamuan Abui, Adeng, Katola, Taangla, Pui, Kolana, Kui, Pura Kang Samila, Kule, Aluru, Kayu Kaileso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Flores dan pulau-pulau disekitarnya: Bahasanya menggunakan melayu, Laratuka, Lamaholot, Kedang, Krawe, Palue, Sikka, lio, Lio Ende, Naga Keo, Ngada, Ramba, Ruteng, Manggarai, bajo, Komodo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sumba dan pualu-ulau kecil disekitarnya: Bahasanya menggunakan Kambera, Wewewa, Anakalang, Lamboya, Mamboro, Wanokaka, Loli, Kodi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Suku /Etnis&lt;br /&gt;Penduduk asli NTT terdiri dari berbagai suku yang mendiami daerah-daerah yang tersebar Diseluruh wilayah NTT, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Helong: Sebagian wilayah Kabupaten Kupang (Kec.Kupang Tengah dan Kupang Barat serta Semau)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dawan: Sebagian wilayah Kupang (Kec. Amarasi, Amfoang, Kupang Timur, Kupang Tengah, Kab timor Tengah selatan, Timor Tengah Utara, Belu ( bagian perbatasan dengan TTU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tetun: Sebagian besar Kab. Belu dan wilayah Negara Timor Leste&lt;br /&gt;    Kemak: Sebagian kecil Kab. Belu dan wilayah Negara Timor Leste&lt;br /&gt;    Marae: Sebagian kecil Kab. Belu bagian utara dekat dengan perbatasan dengan  &lt;br /&gt;           Negara Timor Leste&lt;br /&gt;    Rote: Sebagian besar pulau rote dan sepanjang pantai utara Kab Kupang dan pulau &lt;br /&gt;           Semau&lt;br /&gt;    Sabu / Rae Havu: Pulau Sabu dan Raijua serta beberapa daerah di Sumba&lt;br /&gt;    Sumba: Pulau Sumba&lt;br /&gt;    Manggarai Riung: Pulau Flores bagian barat terutama Kan Manggarai dan Manggarai &lt;br /&gt;           Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ngada: Sebagian besar Kab Ngada&lt;br /&gt;    Ende Lio: Kabupaten Ende&lt;br /&gt;    Sikka-Krowe Muhang: Kabupaten Sikka&lt;br /&gt;    Lamaholor: Kabupaten Flores Timur meliputi Pulau Adonara, Pulau Solor dan &lt;br /&gt;               sebagian Pulau Lomblen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kedang: Ujung Timur Pulau Lomblen&lt;br /&gt;    Labala: Ujung selatan Pulau Lomblen&lt;br /&gt;    Pulau Alor: Pulau Alor dan pulau Pantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; BUDAYA FLORES TIMUR&lt;br /&gt;Flotim merupakan wilayah kepulauan dengan luas 3079,23 km2, berbatasan dengan kabupaten Alor di timur, kabupaten Sikka di barat utara dengan laut Flores dan selatan, laut Sawu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berasal dari Flores Timur sering disebut orang Lamaholot, karena bahasa yang digunakan bahasa suku Lamaholot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep rumah adat orang Flotim selalu dianggap sebagai pusat kegiatan ritual suku. Rumah adat dijadikan tempat untuk menghormati Lera Wulan Tana Ekan (wujud tertinggi yang mengciptakan dan yang empunya bumi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelapisan social masyarakat tergantung pada awal mula kedatangan penduduk pertama, karena itu dikenal adanya tuan tanah yang memutuskan segala sesuatu, membagi tanah kepada suku Mehen yang tiba kemudian, disusul suku Ketawo yang memperoleh hak tinggal dan mengolah tanah dari suku Mehen.&lt;br /&gt;Suku Mehen mempertahankan eksistensinya yang dinilainya sebagai tuan tanah, jadilah mereka pendekar-pendekar perang, yang dibantu suku Ketawo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata pencaharian orang Flotim/Lamaholot yang utama terlihat dalam ungkapan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ola tugu,here happen, lLua watana,&lt;br /&gt;Gere Kiwan, Pau kewa heka ana,&lt;br /&gt;Geleka lewo gewayan, toran murin laran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;Bekerja di ladang, Mengiris tuak, berkerang (mencari siput dilaut), berkarya di gunung, melayani/memberi hidup keluarga (istri dan anak-anak) mengabdi kepada pertiwi/tanah air, menerima tamu asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUDAYA SIKKA&lt;br /&gt;Sikka berbatasan sebelah utara dengan laut Flores, sebelah selatan dengan Laut Sabu, dan sebelah timur dengan kabupaten Flores Timur, bagian barat dengan kabupaten Ende. Luas wilayah kabupaten Sikka 1731,9 km2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu kota Sikka ialah Maumere yang terletak menghadap ke pantai utara, laut Flores. Konon nama Sikka berasal dari nama suatu tempat dikawasan Indocina. Sikka dan dari sinilah kemungkinan bermula orang berimigrasi kewilayah nusantara menuju ke timur dan menetap disebuah desa pantai selatan yakni Sikka. Nama ini Kemudian menjadi pemukiman pertama penduduk asli Sikka di kecamatan Lela sekarang. Turunan ini bakal menjadi tuan tanah di wilayah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelapisan sosial dari masyarakat Sikka. Lapisan atas disebut sebagai Ine Gete Ama Gahar yang terdiri para raja dan bangsawan. Tanda umum pelapisan itu di zaman dahulu ialah memiliki warisan pemerintahan tradisional kemasyarakatan, di samping pemilikan harta warisa keluarga maupun nenek moyangnya. Lapisan kedua ialah Ata Rinung dengan ciri pelapisan melaksanakan fungsi bantuan terhadap para bangsawan dan melanjutkan semua amanat terhadap masyarakat biasa/orang kebanyakan umumnya yang dikenal sebagai lapisan ketiga yakni Mepu atau Maha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum masyarakat kabupaten Sikka terinci atas beberapa nama suku; (1) ata Sikka, (2) ata Krowe, (3) ata Tana ai, desamping itu dikenal juga suku-suku pendatang yaitu: (4) ata Goan, (5) ata Lua, (6) ata Lio, (7) ata Ende, (8) ata Sina, (9) ata Sabu/Rote, (10) ata Bura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata pencaharian masyarakat Sikka umumnya pertanian. Adapun kelender pertanian sbb: Bulan Wulan Waran - More Duru (Okt-Nov) yaitu bulan untuk membersihkan kebun, menanam, menyusul di bulan Bleke Gete-Bleke Doi - Kowo (Januari, Pebuari, Maret) masa untuk menyiangi kebun (padi dan jagung) serta memetik, dalam bulan Balu Goit - Balu Epan - Blepo (April s/d Juni) masa untuk memetik dan menanam palawija /kacang-kacangan. Sedangkan pada akhir kelender kerja pertanian yaitu bulan Pupun Porun Blebe Oin Ali-Ilin (Agustus - September). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUDAYA ENDE&lt;br /&gt;Batas-batas wilayahnya yang membentang dari pantai utara ke selatan itu adalah dibagian timur dengan kabupaten Sikka, bagian barat dengan kabupaten Ngada, utara dengan laut Flores, selatan dengan laut Sabu. Luas kabupaten Ende 2046,6 km2, iklim daerah ini pada umumnya tropis dengan curah hujan rata-rata 6096 mm/tahun dengan rata rata jumlah hari hujan terbanyak pada bulan November s/d Januari.&lt;br /&gt;Daerah yang paling terbanyak mendapat hujan adalah wilayah tengah seperti kawasan gunung Kalimutu, Detusoko, Welamosa yang berkisar antara 1700 mm s/d 4000 mm/tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Ende sendiri konon ada yang menyebutkannya sebagai Endeh, Nusa Ende, atau dalam literatur kuno menyebut Inde atau Ynde. Ada dugaan yang kuat bahwa nama itu mungkin sekali diberikan sekitar abad ke 14 pada waktu orang-orang maleyu memperdagangkan tenunan besar nan mahal yakni Tjindai sejenis sarung patola dalam pelayaran perdagangan mereka ke Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ende/Lio sering disebut dalam satu kesatuan nama yang tidak dapat dipisahkan. Meskipun demikian sikap ego dalam menyebutkan diri sendiri seperti : Jao Ata Ende atau Aku ata Lio dapat menunjukan sebenarnya ada batas-batas yang jelas antara ciri khas kedua sebutan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun secara administrasi masyarakat yang disebut Ende/Lio bermukim dalam batas yang jelas seperti tersebut di atas tetapi dalam kenyataan wilayah kebudayaan (tereitorial kultur) nampaknya lebih luas Lio dari pada Ende.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pemukiman masyarakat baik di Ende maupun Lio umumnya pada mula dari keluarga batih/inti baba (bapak), ine (mama) dan ana (anak-anak) kemudian diperluas sesudah menikah maka anak laki-laki tetap bermukim di rumah induk ataupun sekitar rumah induk. Rumah sendiri umumnya secara tradisional terbuat dari bambu beratap daun rumbia maupun alang-alang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapisan bangsawan masyarakat Lio disebut Mosalaki ria bewa, lapisan bansawan menengah disebut Mosalaki puu dan Tuke sani untuk masyarakat biasa. Sedangkan masyarakat Ende bangsawan disebut Ata NggaE, turunan raja Ata Nggae Mere, lapisan menegah disebut Ata Hoo dan budak dati Ata Hoo disebut Hoo Tai Manu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUDAYA NGADA&lt;br /&gt;Ngada merupakan kabupaten yang terletak diantara kabupaten Ende (di timur) dan Manggarai (di barat). Bajawa ibu kotanya terletak di atas bukit kira-kira 1000 meter di atas permukaan laut. Masyarakat ini dikenal empat kesatuan adat (kelompok etnis) yang memiliki pelbagai tanda-tanda kesatuan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesatuan adat tersebut adalah : (1) Nagekeo, (2) Ngada, (3) Riung, (4) Soa. Masing-masing kesatuan adat mempertahankan ciri kekrabatannya dengan mendukung semacam tanda kesatuan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti keluarga kekrabatan dalam masyarakat Ngada umumnya selain terdekat dalam bentuk keluarga inti Sao maka keluarga yang lebih luas satu simbol dalam pemersatu &lt;br /&gt;(satu Peo, satu Ngadhu, dan Bagha). Ikatan nama membawa hak-hak dan kewajiban tertentu. Contoh setiap anggota kekrabatan dari kesatuan adat istiadat harus taat kepada kepala suku, terutama atas tanah. Setiap masyarakat pendukung mempunyai sebuah rumah pokok (rumah adat) dengan seorang yang mengepalai bagian pangkal Ngadhu ulu Sao Saka puu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tradisional disebut juga Sao, bahan rumah terbuat seperti di Ende/Lio (dinding atap, dan lantai /panggungnya). Secara tradisional rumah adat ditandai dengan Weti (ukiran). Ukiran terdiri dari tingkatan-tingkatan misalnya Keka, Sao Keka, Sao Lipi Wisu, Sao Dawu Ngongo, Sao Weti Sagere, Sao Rika Rapo, Sao Lia Roda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelapisan sosial teratas disebut Ata Gae, lapisan menengah disebut Gae Kisa, dan pelapisan terbawah disebut Ata Hoo. Sumber lain menyebutkan pelapisan sosial biasa dibagi atas tiga, Gae (bangsawan), Gae Kisa = kuju, dan golongan rendah (budak). Ada pula yang membagi atas empat strata, Gae (bangsawan pertama), Pati (bangsawan kedua) Baja (bangsawan ketiga), dan Bheku (bangsawan keempat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para istri dari setiap pelapisan terutama pelapisan atas dan menengah disebut saja Inegae/Finegae dengan tugas utama menjadi kepala rumah yang memutuskan segala sesuatu di rumah mulai pemasukan dan pengeluaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Nagekeo pendukung kebudayaan Paruwitu (kebudayaan berburu), masyarakat Soa pendukung Reba (kebudayaan tahun baru, pesta panen), Pendukung kebudayaan bertani dalam arti yang lebih luas ialah Ngadhu/Peo, terjadi pada sebagian kesatuan adat Nagekeo, Riung, Soa dan Ngada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUDAYA MANGGARAI&lt;br /&gt;Manggarai terletak di ujung barat pulau Flores, berbatasan sebelah timur dengan kabupaten Ngada, barat dengan Sealat sapepulau Sumbawa/kabupaten Bima, utara dengan laut Flores dan selatan dengan laut Sabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas wilayah 7136,14 km2, wilayah ini dapat dikatakan paling subur di NTT. Areal pertanian amat luas dan subur, perkebunan kopi yang membentang disebahagian wilayahnya, curah hujan yang tinggi yaitu dalam setahun mencapai 27,574 mm, sepertiga dari jumlah itu (lebih dari 7000mm) turun pada bulan Januari.&lt;br /&gt;Ibu kota Manggarai terletak kira-kira 1200 meter di atas permukaan laut, di bawa kaki gunung Pocoranaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan keluarga batih terdiri dari bapak, mama dan anak-anak yang disebut Cak Kilo. Perluasan Cak Kilo membentuk klen kecil Kilo, kemudian klen sedang Panga dan klen besar Wau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa istilah yang dikenal dalam sistim kekrabatan antara lain Wae Tua (turunan dari kakak), Wae Koe (turunan dari adik), Ana Rona (turunan keluarga mama), Ana Wina (turunan keluarga saudara perempuan), Amang (saudara lelaki mama), Inang (saudara perempuan bapak), Ema Koe (adik dari bapak), Ema Tua (kakak dari bapak), Ende Koe (adik dari mama), Ende Tua (kakak dari mama), Ema (bapak), Ende (mama), Kae (kakak), Ase (adik), Nana (saudara lelaki), dan Enu (saudara wanita atau istri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strata masyarakat Manggarai terdiri atas 3 golongan, kelas pertama disebut Kraeng (Raja/bangsawan), kelas kedua Gelarang ( kelas menengah), dan golongan ketiga Lengge (rakyat jelata).&lt;br /&gt;Raja mempunyai kekuasaan yang absolut, upeti yang tidak dapat dibayar oleh rakyat diharuskan bekerja rodi. Kaum Gelarang bertugas memungut upeti dari Lengge (rakyat jelata). Kaum Gelarang ini merupakan penjaga tanah raja dan sebagai kaum penyambung lidah antara golongan Kraeng dengan Lengge. Status Lengge adalah status yang selalu terancam. Kelompok ini harus selalu bayar pajak, pekerja rodi, dan berkemungkinan besar menjadi hamba sahaya yang sewaktu-waktu dapat dibawah ke Bima dan sangat kecil sekali dapat kembali melihat tempat kelahirannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-6395165323148526349?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/6395165323148526349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=6395165323148526349' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/6395165323148526349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/6395165323148526349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/10/budaya-nusa-tenggara-timur.html' title='Budaya Nusa Tenggara Timur'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-66mJB9RWz8Y/TqjCpVteyEI/AAAAAAAAAJI/VK6kJgYIJ-g/s72-c/wpe1A.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-5483399081728026463</id><published>2011-10-26T19:19:00.000-07:00</published><updated>2012-01-19T17:42:44.448-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='milli piyango çekilişi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='biak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='اكمال بيانات حافز&#x9;اكمال بيانات حافز'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yılbaşı milli piyango'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merauke'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='irian jaya'/><title type='text'>Seni  Budaya Papua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-kvezKTS0chc/TqjAYKcW6HI/AAAAAAAAAI8/fOZcrOPFyEw/s1600/taripapua.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-kvezKTS0chc/TqjAYKcW6HI/AAAAAAAAAI8/fOZcrOPFyEw/s200/taripapua.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667991652398458994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Budaya Papua Seni Kebudayaan Tradisional Daerah Papua Indonesia - Provinsi Papua yang terletak di ujung timur negara Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang unik dan menarik. Yuk, kita kenal kebudayaan Papua sebagai salah satu kekayaan budaya indonesia seperti alat musik tradisionalnya, Tarian Tradisional dan kesenian lainnya yang terdapat di Papua. Baca juga tempat wisata di Papua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni dan Budaya Papua Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat Musik Tradisional Papua&lt;br /&gt;Ada Salah satu nama alat musik tradisional yang paling terkenal yang berasal dari Papua yaitu Tifa. Alat musik Tifa merupakan alat musik tradisional yang berasal dari daerah maluku serta papua. Bentuknya alat musik Tifa mirip gendang dan cara memainkannya Tifa adalah dengan cara dipukul. Alat musik Tifa terbuat dari bahan sebatang kayu yang isinya sudah dikosongkan serta pada salah satu ujungnya ditutup dengan menggunakan kulit hewan rusa yang terlebih dulu dikeringkan. Hal ini dimaksudkan untuk menghasilkan suara yang bagus dan indah. Alat musik ini sering di mainkan sebagai istrumen musik tradisional dan sering juga dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional, seperti Tarian perang, Tarian tradisional asmat,dan Tarian gatsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Tradisional Daerah Papua&lt;br /&gt;Terdapat berbagai macam tari-tarian dan mereka biasa menyebutnya dengan Yosim Pancar (YOSPAN). Di dalam tarian ini terdapat aneka bentuk gerak tarian seperti tari Gale-gale, tari Pacul Tiga, tari Seka, Tari Sajojo, tari Balada serta tari Cendrawasih. Tarian tradisional Papua ini sering di mainkan dalam berbagai kesempatan seperti untuk penyambutan tamu terhormat, penyambutan para turis asing yang datang ke Papua serta dimainkan adalah dalam upacara adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian Adat Tradisional Papua&lt;br /&gt;Pakaian adat Papua untuk pria dan wanita hampir sama bentuknya. Pakaian adat tersebuta memakai hiasan-hiasan seperti hiasan kepala berupa burung cendrawasih, gelang, kalung, dan ikat pinggang dari manik-manik, serta rumbai-rumbai pada pergelangan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Adat Papua&lt;br /&gt;Nama rumah asli Papua adalah Honai yaitu rumah khas asli Papua yang dihuni oleh Suku Dani. Bahan untuk membuat rumah Honai dari kayu dengan dan atapnya berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Rumah tradisional Honai mempunyai pintu yang kecil dan tidak berjendela. Umumnya rumah Honai terdiri dari 2 lantai yang terdiri dari lantai pertama untuk tempat tidur sedangkan lantai kedua digunakan sebagai tempat untuk bersantai, makan, serta untuk mengerjakan kerajinan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/culture/2162998-seni-dan-budaya-papua-indonesia/#ixzz1bwYc0xPv&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-5483399081728026463?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/5483399081728026463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=5483399081728026463' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/5483399081728026463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/5483399081728026463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/10/seni-budaya-papua.html' title='Seni  Budaya Papua'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kvezKTS0chc/TqjAYKcW6HI/AAAAAAAAAI8/fOZcrOPFyEw/s72-c/taripapua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-4563672715444517585</id><published>2011-09-18T18:50:00.000-07:00</published><updated>2012-01-19T18:07:16.792-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='krav maga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the artscampursari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Festival Gamelan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mp3 campursari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='4shared.com safe'/><title type='text'>Apa itu musik campursari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-QzNbEG0ivdw/Tnahx57WcdI/AAAAAAAAAIc/nDN04SL6Kts/s1600/aaaaaaaaaaa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-QzNbEG0ivdw/Tnahx57WcdI/AAAAAAAAAIc/nDN04SL6Kts/s200/aaaaaaaaaaa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653884260945654226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh MUSAFIR ISFANHARI&lt;br /&gt;Dosen Musik Universitas Negeri Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah campursari dikenal awal 1970-an, ketika RRI Stasiun Surabaya memperkenalkan acara baru, yaitu lagu-lagu yang diiringi musik paduan alat musik berskala nada pentatonis (tradisional Indonesia) dan berskala nada diatonis (Barat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sesungguhnya, paduan antara musik tradisional Indonesia dengan musik Barat bukan sesuatu yang baru. Jauh sebelum campursari ada, banyak musisi kelas dunia yang sudah melakukannya, antara lain Claude Achille Debussy (komposer Perancis, 1862–1918), Bella Bartok komponis Hunggaria, 1881– 1945).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Colin Mc Phee (komponis Amerika 1930-an) membuat komposisi diberi judul “Tabuh-tabuhan”. Kemudian Wheeler Backet, pada 1960-an membuat satu komposisi paduan antara musik Indonesia dan Barat yang dipentaskan di Amerika Serikat. Wheeler menampilkan seperangkat gamelan diiringi orkestra. Judul komposisinya “The Dedication to Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Indonesia ada F.A. Warsono (1960-an). Pada 1975, Guruh Soekarno Putra bersama grup Guruh Gipsy memerkenalkan paduan musik Bali dan musik Barat. Lagu-lagunya antara lain, Indonesia Mahardika, Barong Gundah, dan lain lain.&lt;br /&gt;Tentu saja, campursari yang kita dengar sekarang berbeda dengan campursari 1970-an. Apalagi dengan campursarinya Debussy, Bartok, atau Mc Phee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Campursari memang sedang mencari bentuk baku. Sejatinya, campursari adalah musik hybrida hasil perkimpoian silang antara musik Barat dan musik tradisional Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada baiknya kita memerhatikan Rumusan Ki Hajar Dewantara tentang Kebudayaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) lahir, tumbuh, berkembang, berbuah, sakit, tua, mundur dan akhirnya mati;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) kimpoi dan berketurunan, kumpul tak bersatu, berasimilasi, manunggal melahirkan bentuk baru;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Mengalami seleksi, yang kuat akan hidup, yang lemah akan mati; (4) Menyesuaikan dengan alam (kodrat) dan zaman (masyarakat).&lt;br /&gt;Mengacu hal tersebut, Campursari masuk ketegori nomor 2 (dua) kimpoi dan berketurunan, manunggal melahirkan bentuk baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, kita amati lebih jauh bezzeting (perlengkapan/peralatan) musik campursari. Peralatan campursari terdiri antara 12 sampai 15 instrumen, terbagi atas 5 sampai 6 instrumen diatonis (kibor I dan II, bass gitar, cuk/ukulele, cak/banyo dan drum set). Sisanya alat musik berskala nada pentonis, antara lain gender, kendang set, saron, peking, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya kemudian, bagaimana memadu dua sistem tangga nada pentatonis jawa dengan diatonis barat yang berbeda sistem tangga nadanya itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANGGA NADA PENTATONIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita urai perbedaan kedua sistem tangganada tadi. Dalam musik tradisional Karawitan Jawa (pentatonis) yang terdiri dua tangganada/laras : pelog dan slendro (kira kira sama dengan mayor dan minor) satuan jaraknya disebut cent, jarak antara satu nada dengan nada yang lain disebut sruti (interval).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu gembyang (sama dengan musik diatonis: satu oktaf) terdapat 1.200 cent, hal ini sama dengan satu oktaf juga berjarak 1.200 cent juga. Perbedaannya terletak pada pembagian sruti antara satu nada dengan nada yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sisttm tangga nada karawitan Jawa, baik pelog maupun slendro hanya berisi lima nada Yaitu 1 (ji) – 2 (ro) – 3 (lu) – 5 (mo)– 6 (nem) 1 (ji). Perbedaannya terletak pada srutinya. Untuk slendro mempunyai sruti yang sama besar, yaitu masing masing 240 cent. Sedang untuk pelog ada perbedaan jarak, besar dan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANGGANADA DIATONIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di tangga nada yang berskala nada diatonis mempunyai 1.200 cent juga, namun terdapat 12 nada (papan putih dan hitam) mempunyai interval/sruti yang sama, yaitu masing masing 100 cent. Perbedaan interval/sruti antara dua sistem tangga nada (pentatonis dan diatonis) ini berakibat Ketinggian nada ( pitch) juga berbeda, sehingga ketika dua nada dari dua sistim yang berbeda ini dipadukan/disatukan akan terdengar paduan bunyi yang disonan (paduan bunyi yang memberi kesan tidak tenang dan gelisah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang banyak dipersoal an kalangan musisi campursari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERBANDINGAN SKALA NADA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 (ji) 2 (ro) 3 (lu) 5 (mo) 6 (nem)&lt;br /&gt;Do Re Mi Fa Sol La Si&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam diagram di atas tampak jelas perbedaan ketinggian nada (pitch) antara satu sistem tangga nada. Inilah, (seperti yang sudah ditulis di atas) menjadi paduan bunyi yang disonan. Walau seorang teman saya pemusik kontemporer mengatakan, “Dalam musik kontemporer masalah disonan kan bukan sesuatu hal yang tabu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana penyelesaiannya? Jalan keluar yang banyak dilakukan musisi campursari adalah melaras ulang instrumen karawitan menjadi berskala nada diatonis. Dengan demikian, bunyi instrumen karawitan akan menyatu dengan instrumen diatonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi persoalannya tidak berhenti sampai di situ saja. Karena, hakikat musik sesungguhnya ada pada sistem tangga nadanya. Banyak kalangan musisi tradisi keberatan dengan pelarasan ulang alat musik karawitan yang berskala nada pentatonis menjadi diatonis. Karena ciri dari alat musik karawitan adalah sistem tangga nadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tone colour tetap berasa karawitan, tapi sudah tidak punya ‘jiwa’ dan ‘ruh’ karawitan. Ibarat gadis Eropa diberi pakaian tradisional Jawa, pakai jarit, pakai suweng, berselendang, rambut disanggul, namun ketika berjalan tak tampak gandes luwes-nya putri Jawa. Tak tampak juga (seperti yang ada disyair salah satu lagu langgam jawa : “Mlakune koyo macan luwe”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentu PR bagi musisi campursari, bagaimana menyandingkan instrumen musik Barat dengan instrumen karawitan dengan tetap berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Masyarakat menunggu kreativitas musisi campursari. Karena ada kesan yang tidak bisa dihindari, ada sistem tangga nada yang dikalahkan dan ada sistem tangga nada yang dimenangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://hurek.blogspot.com.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-4563672715444517585?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/4563672715444517585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=4563672715444517585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/4563672715444517585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/4563672715444517585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/09/apa-itu-musik-campursari.html' title='Apa itu musik campursari'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-QzNbEG0ivdw/Tnahx57WcdI/AAAAAAAAAIc/nDN04SL6Kts/s72-c/aaaaaaaaaaa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-4518286589668651145</id><published>2011-09-12T18:06:00.000-07:00</published><updated>2012-01-19T18:00:37.237-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ambon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='santorum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya ambon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='North Maluku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='santorum definition'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='santorum black people'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tradisi maluku'/><title type='text'>Seni Budaya Maluku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-eXy8zAwik2U/Tm6ujxe7MRI/AAAAAAAAAIM/l3zIOT3v4cs/s1600/index.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 197px; height: 131px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-eXy8zAwik2U/Tm6ujxe7MRI/AAAAAAAAAIM/l3zIOT3v4cs/s200/index.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651646511998251282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat musik yang terkenal adalah Tifa (sejenis gendang) dan Totobuang. Masing-masing alat musik dari Tifa Totobuang memiliki fungsi yang bereda-beda dan saling mendukung satu sama lain hingga melahirkan warna musik yang sangat khas. Namun musik ini didominasi oleh alat musik Tifa. Terdiri dari Tifa yaitu, Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas, ditambah sebuah Gong berukuran besar dan Toto Buang, yang merupakan serangkaian gong-gong kecil yang di taruh pada sebuah meja, dengan beberapa lubang sebagai penyanggah. Adapula alat musik tiup yaitu Kulit Bia (Kulit Kerang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kebudayaan Maluku, terdapat pula alat musik petik yaitu Ukulele dan Hawaiian seperti halnya terdapat dalam kebudayaan Hawaii di Amerika Serikat. Hal ini dapat dilihat ketika musik-musik Maluku dari dulu hingga sekarang masih memiliki ciri khas dimana terdapat penggunaan alat musik Hawaiian baik pada lagu-lagu pop maupun dalam mengiringi tarian tradisional seperti Katreji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik lainnya ialah Sawat. Sawat adalah perpaduan dari budaya Maluku dan budaya Timur Tengah. Pada beberapa abad silam, bangsa Arab datang untuk menyebarkan agama Islam di Maluku, kemudian terjadilah campuran budaya termasuk dalam hal musik. Terbukti pada beberapa alat musik Sawat, seperti rebana dan seruling, yang mencirikan alat musik gurun pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar daripada beragamnya alat musik, orang Maluku terkenal handal dalam bernyanyi. Sejak dahulupun, mereka sudah sering bernyanyi dalam mengiringi tari-tarian tradisional. Tak ayal bila sekarang, terdapat banyak penyanyi terkenal yang lahir dari kepulauan ini. Sebut saja para legenda seperti Broery Pesoelima dan Harvey Malaihollo. Belum lagi para penyanyi kaliber dunia lainnya seperti Daniel Sahuleka, Ruth Sahanaya, Monica Akihary, Eric Papilaya, Danjil Tuhumena, Romagna Sasabone, Harvey Malaihollo serta penyanyi-penyanyi muda berbakat seperti Glen Fredly, Ello Tahitu dan Moluccas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Tarian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tari yang terkenal adalah tari Cakalele yang menggambarkan Tari perang. Tari ini biasanya diperagakan oleh para pria dewasa sambil memegang Parang dan Salawaku (Perisai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula Tarian lain seperti Saureka-Reka yang menggunakan pelepah pohon sagu. Tarian yang dilakukan oleh enam orang gadis ini sangat membutuhkan ketepatan dan kecepatan sambil diiringi irama musik yang sangat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian yang merupakan penggambaran pergaulan anak muda adalah Katreji. Tari Katreji dimainkan secara berpasangan antara wanita dan pria dengan gerakan bervariasi yang enerjik dan menarik. Tari ini hampir sama dengan tari-tarian Eropa pada umumnya karena Katreji juga merupakan suatu akulturasi dari budaya Eropa (Portugis dan Belanda) dengan budaya Maluku. Hal ini lebih nampak pada setiap aba-aba dalam perubahan pola lantai dan gerak yang masih menggunakan bahasa Portugis dan Belanda sebagai suatu proses biligualisme. Tarian ini diiringi alat musik biola, suling bambu, ukulele, karakas, guitar, tifa dan bas gitar, dengan pola rithm musik barat (Eropa) yang lebih menonjol. Tarian ini masih tetap hidup dan digemari oleh masyarakat Maluku sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Katreji, pengaruh Eropa yang terkenal adalah Polonaise yang biasanya dilakukan orang Maluku pada saat kawinan oleh setiap anggota pesta tersebut dengan berpasangan, membentuk formasi lingkaran serta melakukan gerakan-gerakan ringan yang dapat diikuti setiap orang baik tua maupun muda.//ambon-manise.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-4518286589668651145?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/4518286589668651145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=4518286589668651145' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/4518286589668651145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/4518286589668651145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/09/seni-budaya-maluku.html' title='Seni Budaya Maluku'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-eXy8zAwik2U/Tm6ujxe7MRI/AAAAAAAAAIM/l3zIOT3v4cs/s72-c/index.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-3786767417344806163</id><published>2011-08-27T23:16:00.000-07:00</published><updated>2012-01-19T17:56:32.649-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='2012 milli piyango'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mission impossible 4'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='piyango sonuçları'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='youtube'/><title type='text'>Debus: Kesenian Tradisional Masyarakat Banten</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-F3OLx5QrmZY/TlneRtIAwaI/AAAAAAAAAIE/UcViLxYgSjI/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 193px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-F3OLx5QrmZY/TlneRtIAwaI/AAAAAAAAAIE/UcViLxYgSjI/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645788003637969314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banten adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia dan sekaligus nama suku bangsa asal yang terdapat di provinsi tersebut. Sebagian orang berpendapat bahwa orang Banten adalah orang Sunda juga, karena kebudayaan yang ditumbuhkembangkan oleh mereka pada umumnya sama dengan orang Sunda. Dalam kebahasaan misalnya, orang Banten menggunakan bahasa yang mereka sebut sebagai &lt;a href="http://seninusantara.blogspot.com/2009/02/seni-tari-jaipong.html"&gt;"Sunda-Banten"&lt;/a&gt;, yaitu bahasa yang menunjukkan beberapa perbedaan dibandingkan dengan bahasa Sunda yang lain, terutama dalam intonasinya. Lepas dari masalah kesamaan dan perbedaan kebudayaan yang ditumbuhkembangkan oleh orang Sunda dan orang Banten itu, yang jelas bahwa Banten adalah sebuah suku bangsa yang ada di Provinsi Banten (Melalatoa, 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana masyarakat suku bangsa lainnya di Indonesia, orang Banten juga mempunyai berbagai jenis kesenian tradisional. Salah satu diantaranya yang kemudian yang kemudian menjadi label masyarakat Banten adalah debus1). Artinya, jika seseorang mendengar kata "debus", maka yang terlintas dalam benaknya adalah "Banten".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, kesenian yang disebut sebagai debus ada hubungannya dengan tarikat Rifaiah yang dibawa oleh Nurrudin Ar-Raniry ke Aceh pada abad ke-16. Para pengikut tarikat ini ketika sedang dalam kondisi epiphany (kegembiraan yang tak terhingga karena "bertatap muka" dengan Tuhan), kerap menghantamkan berbagai benda tajam ke tubuh mereka. Filosofi yang mereka gunakan adalah "lau haula walla Quwata ilabillahil 'aliyyil adhim" atau tiada daya upaya melainkan karena Allah semata. Jadi, kalau Allah mengizinkan, maka pisau, golok, parang atau peluru sekalipun tidak akan melukai mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Banten pada awalnya kesenian ini berfungsi untuk menyebarkan ajaran Islam. Namun, pada masa penjajahan Belanda dan pada saat pemerintahan Sultan Agung Tirtayasa, seni ini digunakan untuk membangkitkan semangat pejuang dan rakyat Banten untuk melawan Belanda. Dewasa ini, seiring dengan perkembangan zaman, kesenian ini hanya berfungsi sebagai sarana hiburan semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemain debus terdiri dari seorang syeh (pemimpin permainan), beberapa orang pezikir, pemain, dan penabuh gendang. 1-2 minggu sebelum diadakannya pertunjukan debus biasanya para pemain akan melaksanakan pantangan-pantangan tertentu agar selamat ketika melakukan pertunjukan, yaitu: (1) tidak boleh minum-minuman keras; (2) tidak boleh berjudi; (3) tidak boleh mencuri; (4) tidak boleh tidur dengan isteri atau perempuan lain; dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat dan Peralatan Permainan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan debus biasanya dilakukan di halaman rumah pada saat diadakannya acara-acara lain yang melibatkan banyak orang. Peralatan yang digunakan dalam permainan adalah: (1) debus dengan gada-nya (2) golok yang digunakan untuk mengiris tubuh pemain debus; (3) pisau juga digunakan untuk mengiris tubuh pemain; (4) bola lampu yang akan dikunyah atau dimakan (sama seperti permainan kuda lumping di Jawa Tengah dan Timur; (5) panci yang digunakan untuk menggoreng telur di atas kepala pemain; (6) buah kelapa ; (7) minyak tanah dan lain sebagainya. Sementara alat musik pengiringnya antara lain: (1) gendang besar; (2) gendang kecil; (3) rebana; (4) seruling; dan (5) kecrek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalannya Permainan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan debus pada umumnya diawali dengan mengumandangkan beberapa lagu tradisional (sebagai lagu pembuka atau "gembung"). Setelah gembung berakhir, maka dilanjutkan dengan pembacaan zikir dan belum atau macapat yang berisi puji-pujian kepada Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw. Tujuannya adalah agar mendapat keselamatan selama mempertunjukkan debus. Setelah zikir dan macapat selesai, maka dilanjutkan dengan permainan pencak silat yang diperagakan oleh satu atau dua pemain tanpa menggunakan senjata tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan selanjutnya adalah permainan debus itu sendiri yang berupa berbagai macam atraksi, seperti: menusuk perut dengan menggunakan debus; mengupas buah kelapa dan memecahkannya dengan cara dibenturkan ke kepala sendiri; memotong buah kelapa dan membakarnya di atas kepala; menggoreng telur dan kerupuk di atas kepala; menyayat tubuh dengan sejata tajam seperti golok dan pisau; membakar tubuh dengan minyak tanah atau berjalan-jalan di atas bara api; memakan kaca dan atau bola lampu; memanjat tangga yang anak tangganya adalah mata golok-golok tajam dengan bertelanjang kaki; dan menyiram tubuh dengan air keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan, pada atraksi penusukan perut dengan menggunakan debus, seorang pemain memegang debus, kemudian ujungnya yang runcing ditempelkan ke perut pemain lainnya. Setelah itu, seorang pemain lain akan memegang kayu pemukul yang disebut gada dan memukul bagian pangkal debus berkali-kali. Apabila terjadi "kecelakaan" yang mengakibatkan pemain terluka, maka Syeh akan menyembuhkannya dengan mengusap bagian tubuh yang terluka disertai dengan membaca mantra-mantra, sehingga luka tersebut dalam dapat sembuh seketika. Kemudian, ketika atraksi penyayatan tubuh dengan sejata tajam seperti golok dan pisau, pemain akan menusukkan senjata tersebut ke beberapa bagian tubuhnya seperti:: leher, perut, tangan, lengan, dan paha. Namun, melakukannya, ia mengucapkan mantra-mantra agar tubuhnya kebal dari senjata tajam. Salah satu contoh mantranya adalah: "Haram kau sentuh kulitku, haram kau minum darahku, haram kau makan dagingku, urat kawang, tulang wesi, kulit baja, aku keluar dari rahim ibunda. Aku mengucapkan kalimat la ilaha illahu". Dan, ketika atraksi pemakanan kaca dan atau bola lampu, yang dimuntahkan bukannya serpihan kaca melainkan puluhan ekor kelelawar hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permainan debus yang dilakukan oleh masyarakat Banten, jika dicermati secara mendalam, maka di dalamnya mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam kehidupan bersama dan bekal kehidupan di kemudian hari. Nilai-nilai itu antara lain kerja sama, kerja keras, dan religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai kerja sama tercermin dalam usaha para pemain yang saling bahu-membahu dalam menunjukkan atraksi-atraksi debus kepada para penonton. Nilai kerja keras tercermin dalam usaha pemain untuk dapat memainkan debus. Dalam hal ini seseorang yang ingin memainkan debus harus berlatih secara terus menerus sambil menjalankan syarat-syarat dan pantangan-pantangan tertentu agar ilmu debusnya menjadi sempurna. Dan, nilai religius tercermin dalam doa-doa yang dipanjatkan oleh para pemain. Doa-doa tersebut dibacakan dengan tujuan agar para pemain selalu dilindungi dan mendapat keselamatan dari Allah SWT selama menyelenggarakan permainan debus. (Pepeng)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Koordinasi Siaran Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1988. Aneka Ragam Hkasanah Budaya Nusantara I. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.//aligufron.multiply&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-3786767417344806163?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/3786767417344806163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=3786767417344806163' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/3786767417344806163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/3786767417344806163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/debus-kesenian-tradisional-masyarakat.html' title='Debus: Kesenian Tradisional Masyarakat Banten'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-F3OLx5QrmZY/TlneRtIAwaI/AAAAAAAAAIE/UcViLxYgSjI/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-5950915747355984881</id><published>2011-08-21T21:23:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T21:28:02.909-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serunai padi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='disporabudpar.kerincikab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='7 Pariwisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni dan Budaya'/><title type='text'>Musik tradisional  Jambi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-97huzVneKgA/TlHaOurtIKI/AAAAAAAAAH0/f7rpQRjvg7Q/s1600/jambi1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 269px; height: 187px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-97huzVneKgA/TlHaOurtIKI/AAAAAAAAAH0/f7rpQRjvg7Q/s320/jambi1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643531754656309410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya seni musik daerah jambi  merupakan seni musik yang masih bersifat tradisional. Namun seiring perkembangan zaman, maka alat-alat musik sudah banyak banyak memakai alat-alat musik modern. Akan tetapi alat-alat musik tradissional masih dipergunakan. Bahkan berusaha untuk dipertahankan.&lt;br /&gt;Jenis-jenis alat musik tradisional Jambi yang masih dipertahankan sampai saat ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a.    Genggong&lt;br /&gt;b.    Gendang&lt;br /&gt;c.    Tabuh&lt;br /&gt;d.    Rebana&lt;br /&gt;e.    Krenong&lt;br /&gt;f.    Kelintang&lt;br /&gt;Seni Suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap kabupaten dan kota mempunyai ragam seni suara dengan syair dan khas daerah masing-masing, namun sesuainamun seni suatu daerah kini semakin usang dan tidak dikenal, karena telah dilanda dengan kehadiran lagu-lagu dangdut dan lagu pop. Namun demikian setiap daerah berusaha untuk kembali menghidupkan lagu-lagu daerah tersebut melalui rekaman, sehingga diharapkan nantinya dapat kembalai hidup dan dikenal oleh masyarakat&lt;br /&gt;Beberapa jenis seni suara dari tiap-tiap daerah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Kota Jambi&lt;br /&gt;a.    Lagu Sekapur Sirih&lt;br /&gt;b.    Lagu Orang Kayo Hitam&lt;br /&gt;c.    Lagu Keris Seginjai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Kabupaten Batang Hari Dan Kabupaten Muaro Jambi&lt;br /&gt;a.    Lagu Batanghari&lt;br /&gt;b.    Lagu Nasib Badan&lt;br /&gt;c.    Lagu Merusak Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Kabuapaten Tanjung Jabung Timur Dan Tanjung Jabung Barat&lt;br /&gt;a.    Lagu Nelayan&lt;br /&gt;b.    Lagu Nasib Badan&lt;br /&gt;c.    Lagu Senandung Malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Kabupaten Bungo Dan Kabupaten Tebo&lt;br /&gt;a.    Lagu Serampang Laut&lt;br /&gt;b.    Lagu Tumbuk Tebing&lt;br /&gt;c.    Lagu Pisang Dayak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Kabupaten Merangin Dan Kabupaten Sarolangun&lt;br /&gt;a.    Lagu Dagang Menumpang&lt;br /&gt;b.    Lagu Dendang Sayang&lt;br /&gt;c.    Lagu Ujung Tanjung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Kabupaten Kerinci&lt;br /&gt;a.    Lagu Tanjung Bajure&lt;br /&gt;b.    Lagu Tus-Tus&lt;br /&gt;c.    Lagu Bukasi Sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jambi-online.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-5950915747355984881?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/5950915747355984881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=5950915747355984881' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/5950915747355984881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/5950915747355984881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/musik-tradisional-jambi.html' title='Musik tradisional  Jambi'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-97huzVneKgA/TlHaOurtIKI/AAAAAAAAAH0/f7rpQRjvg7Q/s72-c/jambi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-6455948051841750338</id><published>2011-08-21T21:11:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T21:20:04.372-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik tradisional Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='melayuonline.com'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lampungbarat.go.id'/><title type='text'>Cetik; Alat Musik Tradisional Lampung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-JU7uhhW8C8w/TlHYqdd1RSI/AAAAAAAAAHs/iXcu_IBFTWk/s1600/cetik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 219px; height: 164px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-JU7uhhW8C8w/TlHYqdd1RSI/AAAAAAAAAHs/iXcu_IBFTWk/s320/cetik.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643530032047801634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alat musik tradisional Lampung “Cetik” kini mulai digemari masyarakat Lampung. Alat musik yang terbuat dari bambu itu kini tidak saja dipelajari di sekolah-sekolah formal di Lampung, menjadi kurikulum di Sekolah Tinggi Agama Hindu, melainkan juga sudah berkembang kepada pemakaian sebagai alat musik pengiring ibadah di pura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syafril Yamin, Seniman Cetik Lampung, Kamis (4/2/2010) mengatakan, alat musik cetik atau dalam bahasa Lampung dikenal sebagai gamolan pekhing, merupakan alat musik tradisi Lampung yang sangat lambat perkembangannya. Sebelum 1990, cetik hanya dikenal sebagai alat musik yang dimainkan saat upacara adat atau upacara penyambutan tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, alat musik cetik juga belum memiliki peraturan baku dalam memainkan nada-nadanya. Sehingga generasi muda Lampung enggan belajar memainkan cetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu menyebabkan pemain cetik terbatas pada seniman-seniman cetik saja. Pemain-pemain tersebut juga hanya ada di sanggar-sanggar kesenian Lampung saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, pemakaian cetik sudah berkembang, tidak saja untuk adat atau penyambutan tamu melainkan sudah berkembang menjadi alat pengiring tarian ataupun pengiring ibadah di pura. Faktor pendukungnya adalah kini notasi atau aturan nada memainkan cetik sudah dituliskan sehingga memudahkan pemain pemula belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syafril mengatakan, selain itu, upaya-upaya Dewan Kesenian Lampung yang terus menerus melakukan pelatihan permainan cetik bagi pelajar dan mahasiswa di Lampung turut mendukung perkembangan pelestarian alat musik cetik. “Sekarang ini perkembangannya mengembirakan. Meski baru sebatas bisa memainkan, namun gairah memainkan cetik itu ada dimana-mana,” ujar Syafril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Safril menyontohkan, cetik yang semula dipakai dalam acara tradisi, mengiringi kedatangan tamu, hingga mengiringi warga dewasa menuturkan sastra lisan, kini cetik sudah masuk dalam ranah musik kontemporer. Cetik sudah diikutsertakan dalam musik dengan band.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-6455948051841750338?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/6455948051841750338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=6455948051841750338' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/6455948051841750338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/6455948051841750338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/cetik-alat-musik-tradisional-lampung.html' title='Cetik; Alat Musik Tradisional Lampung'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-JU7uhhW8C8w/TlHYqdd1RSI/AAAAAAAAAHs/iXcu_IBFTWk/s72-c/cetik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-2932495729414487529</id><published>2011-08-18T18:37:00.000-07:00</published><updated>2011-08-18T18:43:14.699-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='senibudaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pukul dan tiup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berupa alat musik petik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suku Dayak memiliki bermacam-macam alat musik'/><title type='text'>Seni Musik Dayak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-t381qA_3S1Y/Tk2_lYNATNI/AAAAAAAAAHk/-faE9Six5vs/s1600/kenyah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 257px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-t381qA_3S1Y/Tk2_lYNATNI/AAAAAAAAAHk/-faE9Six5vs/s320/kenyah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642376557038161106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suku Dayak memiliki bermacam-macam alat musik, baik berupa alat musik petik, pukul dan tiup. Dalam kehidupan sehari-hari suku di pedalaman ini, musik juga merupakan sarana yang tidak kalah pentingnya untuk penyampaian maksud-maksud serta puja dan puji kepada yang berkuasa, baik terhadap roh-roh maupun manusia biasa. Selain itu musik alat-alat musik ini digunakan untuk mengiringi bermacam-macam tarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya dalam seni tari, pada seni musik pun mereka memiliki beberapa bentuk ritme, serta lagu-lagu tertentu untuk mengiringi suatu tarian dan upacara-upacara tertentu. Masing-masing suku memiliki kekhasannya sendiri-sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat Musik Suku Dayak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat Musik&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gendang&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis Gendang yang dikenal oleh suku Dayak Tunjung:&lt;br /&gt;    Prahi&lt;br /&gt;    Gimar&lt;br /&gt;    Tuukng Tuat&lt;br /&gt;    Pampong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genikng&lt;br /&gt;Sebuah gong besar yang juga digantungkan pada sebuah standar (tempat gantungan) seperti halnya gong di Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gong&lt;br /&gt;Sama seperti gong di Jawa, dengan diameter 50-60 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glunikng&lt;br /&gt;Sejenis alat musik pukul yang bilah-bilahnya terbuat dari kayu ulin. Mirip alat musik saron di Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatung Tutup&lt;br /&gt;Gendang besar dengan ukuran panjang 3 m dan diameter 50 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatung Utang&lt;br /&gt;Sejenis alat musik pukul dari kayu yang berbentuk gambang. Memiliki 12 kunci, tergantung dari atas sampai bawah dan dimainkan dengan kedua belah tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadire&lt;br /&gt;Alat musik tiup yang terbuat dari pelepah batang pisang dan memiliki 5 buah pipa bambu yang dibunyikan dengan mempermainkan udara pada rongga mulut untuk menghasilkan suara dengung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klentangan&lt;br /&gt;Alat musik pukul yang terdiri dari enam buah gong kecil tersusun menurut nada-nada tertentu pada sebuah tempat dudukan berbentuk semacam kotak persegi panjang (rancak). Bentuk alat musik ini mirip dengan bonang di Jawa. Gong-gong kecil terbuat dari logam sedangkan tempat dudukannya terbuat dari kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe&lt;br /&gt;Sejenis gitar atau alat musik petik dengan dawai berjumlah 3 atau 4. Biasanya diberi hiasan atau ukiran khas suku Dayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suliikng&lt;br /&gt;Alat musik tiup yang terbuat dari bambu. Ada beberapa jenis suliikng:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bangsi / Serunai&lt;br /&gt;    Suliikng Dewa&lt;br /&gt;    Kelaii&lt;br /&gt;    Tompong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taraai&lt;br /&gt;Sebuah gong kecil yang digantungkan pada sebuah standar (tempat gantungan). Alat pemukul terbuat dari kayu yang agak lunak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uding (Uring)&lt;br /&gt;Sebuah kecapi yang terbuat dari bambu atau batang kelapa. Alat musik ini dikenal juga sebagai Genggong (Bali) atau Karinding (Jawa Barat).&lt;br /&gt;	&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Musik Kutai&lt;br /&gt;Seni Suara/Musik Kutai banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu dan Islam. Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Musik Tingkilan&lt;br /&gt;Seni musik khas suku Kutai adalah musik Tingkilan, kesenian ini memiliki kesamaan dengan kesenian rumpun Melayu. Alat musik yang digunakan adalah Gambus (sejenis gitar berdawai 6), ketipung (semacam kendang kecil), kendang (sejenis rebana yang berkulit sebidang dan besar) dan biola.&lt;br /&gt;Musik Tingkilan disertai pula dengan nyanyian yang disebut betingkilan. Betingkilan sendiri berarti bertingkah-tingkahan atau bersahut-sahutan. Dahulu sering dibawakan oleh dua orang penyanyi pria dan wanita sambil bersahut-sahutan dengan isi lagu berupa nasihat-nasihat, percintaan, saling memuji, atau bahkan saling menyindir atau saling mengejek dengan kata-kata yang lucu. Musik Tingkilan ini sering digunakan untuk mengiringi tari pergaulan rakyat Kutai, yakni Tari Jepen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadrah&lt;br /&gt;Kesenian ini mempergunakan alat musik terbang atau rebana. Kesenian ini dibawakan sambil menabuh terbang tersebut disertai nyanyian dalam bahasa Arab yang diambil dari kitab Barjanji. Kesenian ini umumnya ditampilkan untuk mengarak pengantin pria menuju ke rumah mempelai wanita, selain itu juga sering ditampilkan pada perayaan hari-hari besar Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;//kutaikartanegara.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-2932495729414487529?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/2932495729414487529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=2932495729414487529' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/2932495729414487529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/2932495729414487529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/seni-musik-dayak.html' title='Seni Musik Dayak'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-t381qA_3S1Y/Tk2_lYNATNI/AAAAAAAAAHk/-faE9Six5vs/s72-c/kenyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-937374525476929763</id><published>2011-08-18T18:26:00.000-07:00</published><updated>2011-08-18T18:30:22.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik Melayu Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tatanan etnis melayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='alat musik kab.pelalawan'/><title type='text'>Alat Musik Tradisional Melayu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ux-0YSfO3SM/Tk28mkWrCTI/AAAAAAAAAHc/jVaH7A8od7c/s1600/gambus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 294px; height: 171px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ux-0YSfO3SM/Tk28mkWrCTI/AAAAAAAAAHc/jVaH7A8od7c/s320/gambus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642373278944921906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Musik merupakan salah satu hiburan bagi manusia. Dengan musik perasaan menjadi tenang dan damai. Sejak zaman dahulu musik sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Tidak terkecuali di tanah Melayu Riau. Tanah Melayu adalah salah satu daerah yang memiliki musik yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat musik melayu dapat digolongkan menjadi empat jenis yaitu:&lt;br /&gt;- Aerofons adalah alat musik tiup.&lt;br /&gt;- Cordofons adalah instrumen musik yang memiliki senar yang dimainkan dengan cara dipetik.&lt;br /&gt;- Idiofons adalah instrumen musik perkusi yang dimainkan dengan cara dipukul.&lt;br /&gt;- Membranofons, alat musik yang terbuat dari kulit atau membran yang membentang di atas instrumen untuk menghasilkan suara yang bila dipukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada budaya Melayu, alat musik digunakan untuk mengiringi tarian atau lagu-lagu tradisional Melayu. Berikut beberapa alat musik tradisional Melayu Riau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rebana Ubi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat musik ini sangat terkenal sejak zaman kerajaan Melayu Kuno. Rebana ubi sering digunakan saat upacara pernikahan.Selain itu Rebana ubi juga digunakan sebagai alat komunikasi sederhana pada zaman itu karena bunyinya yang cukup keras. Jumlah pukulan pada rebana ubi memiliki makna tersendiri yang telah dipahami oleh masyarakt saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kompang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompang merupakan alat musik Melayu yang paling populer saat ini, kompang banyak digunakan dalam berbagai acara-acara sosial seperti pawai hari kemerdekaan. Selain itu alat musik ini juga digunakan untuk mengiringi lagu gambus. Kompang memiliki kemiripan dengan rebana tetapi tanpa cakram logam gemerincing di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sape&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sape adalah seruling tradisional masyarakat Melayu. Alat musik dibuat dengan bambu panjang yang dilubangi sehingga menghasilkan nada yang indah. Alat musik ini dapat dimainkan dengan cara ditiup. Sape digunakan untuk melengkapi musik tarian tradisional Melayu. Selain itu, sape juga digunakan sebagai pelengkap musik pengiring dari lagu tradisional Melayu. Sampai saat ini alat musik ini masih sering digunakan. Salah satunya adalah untuk mengirinya musik dangdut (perkembangan dari musik Melayu).//pekanbaruriau.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-937374525476929763?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/937374525476929763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=937374525476929763' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/937374525476929763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/937374525476929763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/alat-musik-tradisional-melayu.html' title='Alat Musik Tradisional Melayu'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ux-0YSfO3SM/Tk28mkWrCTI/AAAAAAAAAHc/jVaH7A8od7c/s72-c/gambus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-306424663983544228</id><published>2011-08-17T18:24:00.000-07:00</published><updated>2011-08-17T18:34:05.209-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borneo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suku dayak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dancer'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni Tradisional Dayak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tatoo dayak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tari tarian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kalimantan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Seni Tradisional Dayak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-zRxtRthmPAs/TkxrWtqTcxI/AAAAAAAAAHM/hYfniimgvew/s1600/dayak1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 284px; height: 177px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-zRxtRthmPAs/TkxrWtqTcxI/AAAAAAAAAHM/hYfniimgvew/s320/dayak1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642002471146713874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-pEpgjolgzY8/TkxrDBTgziI/AAAAAAAAAHE/XMCGAdZCZrk/s1600/dayak2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 242px; height: 208px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-pEpgjolgzY8/TkxrDBTgziI/AAAAAAAAAHE/XMCGAdZCZrk/s320/dayak2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642002132822445602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah&lt;br /&gt;Asal Usul&lt;br /&gt;Dayak merupakan sebutan bagi penduduk asli pulau Kalimantan. Pulau kalimantan terbagi berdasarkan wilayah Administratif yang mengatur wilayahnya masing-masing terdiri dari: Kalimantan Timur ibu kotanya Samarinda, Kalimantan Selatan dengan ibu kotanya Banjarmasin, Kalimantan Tengah ibu kotanya Palangka Raya, dan Kalimantan Barat ibu kotanya Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Suku Dayak, terbagi lagi dalam sub-sub suku yang kurang lebih jumlahnya 405 sub (menurut J. U. Lontaan, 1975). Masing-masing sub suku Dayak di pulau Kalimantan mempunyai adat istiadat dan budaya yang mirip, merujuk kepada sosiologi kemasyarakatannya dan perbedaan adat istiadat, budaya, maupun bahasa yang khas. Masa lalu masyarakat yang kini disebut suku Dayak, mendiami daerah pesisir pantai dan sungai-sungai di tiap-tiap pemukiman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etnis Dayak Kalimantan menurut seorang antropologi J.U. Lontaan, 1975 dalam Bukunya Hukum Adat dan Adat Istiadat Kalimantan Barat, terdiri dari 6 suku besar dan 405 sub suku kecil, yang menyebar di seluruh Kalimantan. Kuatnya arus urbanisasi yang membawa pengaruh dari luar,seperti melayu menyebabkan mereka menyingkir semakin jauh ke pedalaman dan perbukitan di seluruh daerah Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyebut dirinya dengan kelompok yang berasal dari suatu daerah berdasarkan nama sungai, nama pahlawan, nama alam dan sebagainya. Misalnya suku Iban asal katanya dari ivan (dalam bahasa kayan, ivan = pengembara) demikian juga menurut sumber yang lainnya bahwa mereka menyebut dirinya dengan nama suku Batang Lupar, karena berasal dari sungai Batang Lupar, daerah perbatasan Kalimantan Barat dengan Serawak, Malaysia. Suku Mualang, diambil dari nama seorang tokoh yang disegani (Manok Sabung/algojo) di Tampun Juah dan nama tersebut diabadikan menjadi sebuah nama anak sungai Ketungau di daerah Kabupaten Sintang (karena suatu peristiwa) dan kemudian dijadikan nama suku Dayak Mualang. Dayak Bukit (Kanayatn/Ahe) berasal dari Bukit/gunung Bawang. Demikian juga asal usul Dayak Kayan, Kantuk, Tamambaloh, Kenyah, Benuag, Ngaju dan lain-lain, yang mempunyai latar belakang sejarah sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada juga suku Dayak yang tidak mengetahui lagi asal usul nama sukunya. Nama "Dayak" atau "Daya" adalah nama eksonim (nama yang bukan diberikan oleh mayarakat itu sendiri) dan bukan nama endonim (nama yang diberikan oleh masyarakat itu sendiri). Kata Dayak berasal dari kata Daya” yang artinya hulu, untuk menyebutkan masyarakat yang tinggal di pedalaman atau perhuluan Kalimantan umumnya dan Kalimantan Barat khususnya, (walaupun kini banyak masyarakat Dayak yang telah bermukim di kota kabupaten dan propinsi) yang mempunyai kemiripan adat istiadat dan budaya dan masih memegang teguh tradisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimantan Tengah mempunyai problem etnisitas yang sangat berbeda di banding Kalimantan Barat. Mayoritas ethnis yang mendiami Kalimantan Tengah adalah ethnis Dayak, yang terbesar suku Dayak Ngaju, Ot Danum, Maanyan, Dusun, dsb. Sedangkan agama yang mereka anut sangat variatif. Dayak yang beragama Islam di Kalimantan Tengah, tetap mempertahankan ethnisnya Dayak, demikian juga bagi Dayak yang masuk agama Kristen. Agama asli suku Dayak di Kalimantan Tengah adalah Kaharingan, yang merupakan agama asli yang lahir dari budaya setempat sebelum bangsa Indonesia mengenal agama pertama yakni Hindu. Karena Hindu telah meyebar luas di dunia terutama Indonesia dan lebih dikenal luas, jika dibandingkan dengan agama suku Dayak, maka Agama Kaharingan dikategorikan ke cabang agama Hindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Propinsi Kalimantan Barat mempunyai keunikan tersendiri terhadap proses alkurturasi cultural atau perpindahan suatu culture religius bagi masyarakat setempat. Dalam hal ini proses tersebut sangat berkaitan erat dengan dua suku terbesar di Kalimantan Barat yaitu Dayak,Melayu dan Tiongkok. Pada mulanya Bangsa Dayak mendiami pesisir Kalimantan Barat, hidup dengan tradisi dan budayanya masing-masing, kemudian datanglah pedagang dari gujarab beragama Islam (Arab Melayu) dengan tujuan jual-beli barang-barang dari dan kepada masyarakat Dayak, kemudian karena seringnya mereka berinteraksi, bolak-balik mengambil dan mengantar barang-barang dagangan dari dan ke Selat Malaka (merupakan sentral dagang di masa lalu), menyebabkan mereka berkeinginan menetap di daerah baru yang mempunyai potensi dagang yang besar bagi keuntungan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Dayak ketika bersentuhan dengan pendatang yang membawa pengetahuan baru yang asing ke daerahnya. Karena sering terjadinya proses transaksi jual beli barang kebutuhan, dan interaksi cultural, menyebabkan pesisir Kalimantan Barat menjadi ramai, di kunjungi masyarakat lokal (Dayak) dan pedagang Arab Melayu dari Selat Malaka. Di masa itu system religi masyarakat Dayak mulai terpengaruh dan dipengaruhi oleh para pedagang Melayu yang telah mengenal pengetahuan, pendidikan dan agama Islam dari luar Kalimantan. Karena hubungan yang harmonis terjalin baik, maka masyarakat lokal atau Dayak, ada yang menaruh simpati kepada pedagang Gujarat tersebut yang lambat laun terpengaruh, maka agama Islam diterima dan dikenal pada tahun 1550 M di Kerajaan Tanjung Pura pada penerintahan Giri Kusuma yang merupakan kerajan melayu dan lambat laun mulai menyebar di Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masyarakat Dayak masih memegang teguh kepercayaan dinamismenya, mereka percaya setiap tempat-tempat tertentu ada penguasanya, yang mereka sebut: Jubata, Petara, Ala Taala, Penompa dan lain-lain, untuk sebutan Tuhan yang tertinggi, kemudian mereka masih mempunyai penguasa lain dibawah kekuasaan Tuhan tertingginya: misalnya: Puyang Gana ( Dayak mualang) adalah penguasa tanah , Raja Juata (penguasa Air), Kama”Baba (penguasa Darat),Jobata,Apet Kuyan'gh(Dayak Mali) dan lain-lain. Bagi mereka yang masih memegang teguh kepercayaan dinamisme nya dan budaya aslinya nya, mereka memisahkan diri masuk semakin jauh kepedalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adapun segelintir masyarakat Dayak yang telah masuk agama Islam oleh karena perkawinan lebih banyak meniru gaya hidup pendatang yang dianggap telah mempunyai peradaban maju karena banyak berhubungan dengan dunia luar. (Dan sesuai perkembangannya maka masuklah para misionaris dan misi kristiani/nasrani ke pedalaman). Pada umumnya masyarakat Dayak yang pindah agama Islam di Kalimantan Barat dianggap oleh suku dayak sama dengan suku melayu. Suku Dayak yang masih asli (memegang teguh kepercayaan nenek moyang) di masa lalu, hingga mereka berusaha menguatkan perbedaan, suku dayak yang masuk Islam(karena Perkawinan dengan suku Melayu) memperlihatkan diri sebagai suku melayu.banyak yang lupa akan identitas sebagai suku dayak mulai dari agama barunya dan aturan keterikatan dengan adat istiadatnya. Setelah penduduk pendatang di pesisir berasimilasi dengan suku Dayak yang pindah(lewat perkawinan dengan suku melayu) ke Agama Islam,agama islam lebih identik dengan suku melayu dan agama kristiani atau kepercayaan dinamisme lebih identik dengan suku Dayak.sejalan terjadinya urbanisasi ke kalimantan, menyebabkan pesisir Kalimantan Barat menjadi ramai, karena semakin banyak di kunjungi pendatang baik local maupun nusantara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatur daerah tersebut maka tokoh orang melayu yang di percayakan masyarakat setempat diangkat menjadi pemimpin atau diberi gelar Penembahan (istilah yang dibawa pendatang untuk menyebut raja kecil ) penembahan ini hidup mandiri dalam suatu wilayah kekuasaannya berdasarkan komposisi agama yang dianut sekitar pusat pemerintahannya, dan cenderung mempertahankan wilayah tersebut. Namun ada kalanya penembahan tersebut menyatakan tunduk terhadap kerajaan dari daerah asalnya, demi keamanan ataupun perluasan kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Dayak yang pindah ke agama Islam ataupun yang telah menikah dengan pendatang Melayu disebut dengan Senganan, atau masuk senganan/masuk Laut, dan kini mereka mengklaim dirinya dengan sebutan Melayu. Mereka mengangkat salah satu tokoh yang mereka segani baik dari ethnisnya maupun pendatang yang seagama dan mempunyai karismatik di kalangannya, sebagai pemimpin kampungnya atau pemimpin wilayah yang mereka segani.&lt;br /&gt;Pembagian Ciri Tari Dayak&lt;br /&gt;Berdasarkan wilayah penyebaran di Kalimantan Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Dayak di Kalimantan Barat terbagi berdasarkan sub-sub ethnik yang tersebar diseluruh kabupaten di Kalimantan Barat. Berdasarkan Ethno Linguistik dan cirri cultural gerak tari Dayak di Kalimantan Barat menjadi 4 kelompok besar, 1 kelompok kecil yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kendayan / Kanayatn Grop : Dayak Bukit (ahe), Banyuke, Lara, Darit, Belangin, Bakati” dll. Wilayah penyebarannya di Kabupaten Pontianak, Kabupaten Landak, Kabupaten Bengkayang, dan sekitarnya.mempunyai gerak tari, enerjik, stakato, keras.&lt;br /&gt;    Ribunic / Jangkang Grop/ Bidoih / Bidayuh : Dayak Ribun, Pandu, Pompakng, Lintang, Pangkodatn, Jangkang, Kembayan, Simpakng, dll. Wilayah penyebarannya di Kabupaten Sanggau Kapuas, mempunyai ciri gerak tangan membuka, tidak kasar dan halus.&lt;br /&gt;    Iban / Ibanic : Dayak Iban dan sub-sub kecil lainnya, Mualang, Ketungau, Kantuk, Sebaruk, Banyur, Tabun, Bugau, Undup, Saribas, Desa, Seberuang, dan sebagainya. Wilayah penyebarannya di Kabupaten Sambas (perbatasan), Kabupaten Sanggau / malenggang dan sekitarnya (perbatasan) Kabupaten Sekadau (Belitang Hilir, Tengah, Hulu) Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu, Serawak, Sabah dan Brunai Darusalam. mempunyai ciri gerak pinggul yang dominan, tidak keras dan tidak terlalu halus.&lt;br /&gt;    Banuaka" Grop : Taman, Tamambaloh dan sub nya, Kalis, dan sebagainya. Wilayah penyebarannya di Kabupaten Kapuas Hulu.ciri gerak mirip kelompok ibanic, tetapi sedikit lebih halus.&lt;br /&gt;    Kayaanik, punan, bukat dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain terbagi menurut ethno linguistik yang terdata menurut jumlah besar groupnya, masih banyak lagi yang belum teridentifikasikan gerak tarinya, karena menyebar dan berpencar dan terbagi menjadi suku yang kecil-kecil. Misalnya Dayak Mali / ayek-ayek, terdapat dialur jalan tayan kearah kab. ketapang. kemudian Dayak Kabupaten Ketapang,Daerah simpakng seperti Dayak Samanakng dan Dayak Kualan, daerah Persaguan, Kendawangan, daerah Kayong, Sandai, daerah Krio, Aur kuning. Daerah Manjau dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Dayak daerah Kabupaten Sambas, yaitu Dameo / Damea, Sungkung daerah Sambas dan Kabupaten Bengkayang dan sebagainya. Kemudian daerah Kabupaten Sekadau kearah Nanga Mahap dan Nanga Taman, Jawan, Jawai, Benawas, Kematu dan lain-lain. Kemudian Kabupaten Melawi, yaitu: dayak Keninjal(mayoritas tanah pinoh;antara lain desa ribang rabing, ribang semalan, madya raya, rompam, ulakmuid, maris dll)dayak Kebahan (antara lain desa:poring,nusa kenyikap, Kayu Bunga, dll yang memiliki tari alu dan tari belonok kelenang yang hampir punah), dayak Linoh (antara lain desa:Nanga taum,sebagian ulak muid, mahikam dll), dayak pangen (Jongkong, sebagian desa balaiagas dll), dayak kubing (antara lain desa sungai bakah/sungai mangat,nyanggai,nanga raya dll),dayak limai (antara lain desa tanjung beringin,tain, menukung, ela dll), dayak undau, dayak punan, dayak ranokh/anokh (antara lain sebagian di desa batu buil, sungai raya dll), dayak sebruang (antara lain didesa tanjung rimba, piawas dll),dayak Ot Danum ( masuk kelompok kal-teng), Leboyan.&lt;br /&gt; Latar belakang Tari Ajat Temuai Datai&lt;br /&gt; Latar belakang Tari Dayak Ajat Temuai Datai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ajat Temuai Datai" diangkat dari bahasa Dayak Mualang (Ibanic Group), yang tidak dapat diartikan secara langsung, karna terdapat kejanggalan jika di diartikan kata per kata. Tetapi maksudnya Ajat adalah Persembahan / Permohonan dengan menggelar ritual atau Upacara adat, kemudian Temuai artinya: tamu, Datai artinya: Datang. Jika disesuaikan dengan maksud tarian yaitu: Tari yang didalamnya terdapat Upacara Adat dalam prosesi menyambut tamu atau Tari Menyambut tamu. bertujuan untuk penyambutan tamu yang datang atau tamu agung (diagungkan). Awal lahirnya kesenian ini yakni dari masa pengayauan / masa lampau, di antara kelompok-kelompok suku Dayak. Mengayau, berasal dari kata me dan Ngayau. Me berarti melakukan aksi, Ngayau: pemenggalan kepala musuh, tindakan memenggal kepala musuh ( Mengayau terdapat dalam bahasa Dayak Iban dan Ibanik, juga pada masyarakat Dayak pada umumnya ). Tetapi jika mengayau mengandung pengertian khusus yakni suatu tindakan yang mencari kelompok lainnya (musuh) dengan cara menyerang dan memenggal kepala lawannya ( mengayau terdiri dari berbagai macam adatnya di antaranya Kayau banyau / ramai / serang, Kayau Anak yaitu: Mengayau dalam kelompok kecil, Kayau Beguyap yaitu: Mengayau tidak lebih dari tiga orang. Pada masyarakat Dayak Mualang dimasa lampau para pahlawan yang pulang dari pengayauan dan membawa bukti hasil Kayau berupa kepala manusia ( musuh ), merupakan tamu yang diagungkan serta dianggap sebagai seorang yang mampu menjadi pahlawan bagi kelompoknya. Oleh sebab itu diadakanlah upacara “Ajat Temuai Datai”. Masyarakat Dayak percaya bahwa pada kepala seseorang menyimpan suatu semangat ataupun kekuatan jiwa yang dapat melindungi si empunya dan sukunya. Menurut J, U. Lontaan (Hukum Adat dan Adat Istiadat Kalimantan Barat 1974), ada empat tujuan dalam mengayau yakni: untuk melindungi pertanian, untuk mendapatkan tambahan daya jiwa, untuk balas dendam, dan sebagai daya tahan berdirinya suatu bangunan. Setelah mendapatkan hasil dari mengayau, para pahlawan tidak boleh memasuki wilayah kampungnya, tetapi dengan cara memberikan tanda dalam bahasa Dayak Mualang disebut Nyelaing (teriakan khas Dayak) yang berbunyi Heeih !, sebanyak tujuh kali yang berarti pahlawan pulang dan menang dalam pengayauan dan memperoleh kepala lawan yang masih segar. Jika teriakan tersebut hanya tiga kali berarti para pahlawan menang dalam berperang atau mengayau tetapi jatuh korban dipihaknya. Jika hanya sekali berarti para pahlawan tidak mendapatkan apa-apa dan tidak diadakan penyambutan khusus. Setelah memberikan tanda nyelaing, para pengayau mengirimkan utusan untuk menemui pimpinan ataupun kepala sukunya agar mempersiapkan acara penyambutan. Proses penyambutan ini, melalui empat babak yakni: 1. Ngunsai Beras ( menghamburkan beberapa beras di depan para Bujang Berani / Ksatria / Pahlawan, sambil membacakan doa melalui perantaraan Sengalang Burong ), 2. Mancong Buloh yaitu; Menebaskan Mandau / Nyabor untuk memutuskan bambu yang sengaja dilintangkan atau di empang di pintu masuk wilayah rumah panjai. 3 Ngajat Ngiring Temuai: menari mengiringi tamu ataupun memandu tamu sampai kedepan tangga naik Rumah Panjai ( rumah panggung yang panjang ) proses ngiring temuai ini dilakukan dengan cara menari dan tarian ini dinamakan Ngajat Ngiring Temuai. 4. Tama’ Bilik (memasuki rumah panjai) atau masuk ke tempat tertentu setelah merendam kakinya pada sebuah batu di dalam sebuah wadah sebagai simbol pencelap semengat , setelah melalui prosesi babak diatas, maka tamu diijinkan naik ke rumah panjang dengan maksud menyucikan diri dalam upacara yang disebut Mulai Semengat ( mengembalikan semangat perang ), kemudian baru diadakan Gawai pala' acara ini untuk menghormati kepala hasil kayau, dan dalam acara ini terdapat beberapa tarian yang disebut: Tari Ayun Pala, Tari Pedang dll. Adapun Nama-nama beberapa Panglima / Tuwak Dayak Mualang masa lalu yaitu: Tuwak Biau Balau ( pemimpin Kayau ), Tuwak Pangkar Begili ( Tidak Pernah Mundur, strateginya jika terkepung, memutar dan menyerang ), Tuwak Sangau Sibi ( Setiap saat ingin Mengayau ), Tuwak Tali Aran ( senang koleksi kepala musuh semampunya dalam mengayau ),Tuwak Lang Ngindang ( selalu mengintai tempat - tempat pertahanan musuh terlebih dahulu seperti elang, jika terkepung ia akan meloncat dan melayang mengikuti angin ) dan lain sebagainya. Informan: Tokoh Masyarakat Kumpang Bis Belitang Tengah dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-306424663983544228?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/306424663983544228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=306424663983544228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/306424663983544228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/306424663983544228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/seni-tradisional-dayak.html' title='Seni Tradisional Dayak'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-zRxtRthmPAs/TkxrWtqTcxI/AAAAAAAAAHM/hYfniimgvew/s72-c/dayak1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-5908838794574775856</id><published>2011-08-15T18:06:00.000-07:00</published><updated>2011-08-15T18:11:33.166-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik Tong-tong'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Madura Island'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik Ul-daul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suku Madura'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='madura'/><title type='text'>Ul-Daul; Musik Tradisi Madura yang Fenomenal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-WV7lumCiWj0/TknDSYtup6I/AAAAAAAAAG0/RFPrcP7R-Ms/s1600/madura.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 96px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-WV7lumCiWj0/TknDSYtup6I/AAAAAAAAAG0/RFPrcP7R-Ms/s320/madura.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5641254728897570722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Syaf Anton Wr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Musik Ul-daul, bagi masyarakat Madura, merupakan fenomena seni (musik) tradisi yang mulai banyak diminati masyarakat. Un-daul, pada prinsipnya sebagai musik perkusi yang tidak banyak membutuhkan pengalaman musik dalam memainkannya. Fenomena Un-daul sebenarnya merupakan pengembangan musik Tong-tong, yang sejak awal menjadi musik yang berciri khas Madura yang dimainkan dengan pukulan monoton namun melahirkan irama dinamis sebagaimana musik-musik perkusi umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebagai musik. Tong-tong, membuhkan alat-alat sederhana yang didapat disekitar masyarakat yang semuanya terbuat dari bambu. Ada beberapa jenis ukuran yang terbuat dari potongan bambu; dari mulai ukuran besar panjang sekitar setengah sampai satu meter dengan diameter 40 – 50 cm, yang akan melahirnya bunyi besar. Sedangkan ukuran berikutnya, makin mengecil sesuai dengan kebutuhan irama. Ketika ditabuh (dipukul dengan potongan kayu), masing-masing penabuh memiliki pukul statis/monoton, namun keberagaman jenis dan ukuran yang beda akhirnya menjadi irama harmonis dan indah. Musik Tong-tong, (kerap disebu untuk wilayah Kabupaten Sumenep, pernah dikembangkan menjadi musik “Ghursah”, yaitu musik ini dikembangkan sebagai bentuk pengiring lagu-lagu, yang umumnya lagu-lagu Madura oleh penyanyinya, dengan tetap mepertahankan musik perkusi. Namun dalam musik Ghursah dibengkan dengan alat-alat musik lebih besar, bukan saja terbuat dari bambu, tapi juga terbuat dari balok kayu. Tong-tong atau ghursah kerap disebut, dhung-dhung, bung-bung, dan sebutan lainnya.&lt;br /&gt;    Musik Ghursah ini, spesifikasinya ditampilkan dalam penampilan terbuka sebagai tontonan umum. Bahkan untuk acara hajat perkawinan, maupun acara-acara penyambutan tamu; tamu kunjungan maupun tamu wisata. Tapi disayangkan, musik Ghursah ini hilang begitu saja. Ul-daul, Pengembang Musik Tong-tong. Sebagaimana musik Tong-tong, Ul-daulpun awal pengembangannya diperagakan sebagai musik patrol sahur, namun dalam perkembangannya musik Tong-tong kurang diminati, lantaran – barangkali – alat-alat musik lain mulai dipegunakan para patroli sahur. Bahkan bukan alat-alat musik yang mulai terjadi perubahan, alat suara (sound system) jauh lebuih praktis dan nyaring dimanfaatkan kelompok patrol ini berkeling kampung. Dari sinilah tradisi patrol sahur dalam bulan Ramadlan semakin langka./ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Entah bagaimana awalnya, tampaknya ada kesepakatan tidak tertulis dari pelaku patrol sahur. Barangkali mereka (patroli sahur) termotivasi fenomena musik di Indonesia, sehingga musik Tong-tong dikembangkan lagi menjadi lebih proporsional. Alat-alat musik tidak ada bedanya dengan alat musik sebelumnya, namun disini dilengkapi intrumen baru, meski sangat sederhana. Contoh misal, untuk melahirkan irama melodi mereka gunakan alat musik gamelan peking, atau untuk tambur, mereka galon minuman mineral untuk melahirkan bunyi bas, dan lainnya.sampangweb.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-5908838794574775856?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/5908838794574775856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=5908838794574775856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/5908838794574775856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/5908838794574775856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/ul-daul-musik-tradisi-madura-yang.html' title='Ul-Daul; Musik Tradisi Madura yang Fenomenal'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-WV7lumCiWj0/TknDSYtup6I/AAAAAAAAAG0/RFPrcP7R-Ms/s72-c/madura.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-3597259237357492458</id><published>2011-08-14T17:24:00.000-07:00</published><updated>2011-08-14T17:28:59.994-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='in Tidore Island'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ORAL TRADITION'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='North Maluku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>MUSIK BAMBU HITADA &amp; MUSIK YANGER</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-gDq_liqdnlo/Tkhn3vttrMI/AAAAAAAAAGs/h-R_KNuQulQ/s1600/bambuhitada.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-gDq_liqdnlo/Tkhn3vttrMI/AAAAAAAAAGs/h-R_KNuQulQ/s320/bambuhitada.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640872740680215746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesenian Tradisional orang Halmahera&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;by ANTO LATIF DOA&lt;br /&gt;Narasi oleh : Busranto Latif Doa&lt;br /&gt;Sumber Foto : Jepret Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap masyarakat daerah manapun di setiap bangsa pasti memiliki suatu bentuk kesenian tradisional-nya masing-masing. Menurut Prof. DR. Kuntjaraningrat dalam buku “Pengantar Antropologi” mengatakan bahwa pokok-pokok Etnologi yang bersifat Universal dalam setiap Kebudayaan, meliputi 7 (tujuh) aspek, antara lain; Sistem peralatan hidup atau teknologi, Sistem Mata pencaharian hidup, Sistem kemasyarakatan, Sistem Pengetahuan, Bahasa, Kesenian, dan Religi.&lt;br /&gt;Di Maluku Utara, pohon bambu selain dimanfaatkan sebagai bahan baku peralatan dalam kebutuhan seperti; pembuatan rumah, pagar, tiang, dipan, rakit sungai, dll, juga dimanfaatkan sebagai “alat musik” yang dikenal dengan “Musik Bambu Hitada“. Selain itu bambu dipakai sebagai alat utama untuk permainan “Bambu Gila” yang dalam bahasa Ternate disebut permainan “Baramasuwen” (akan dibahas pada artikel berikut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian masyarakat di pulau Halmahera provinsi Maluku Utara terutama di kecamatan Ibu, Sahu dan Jailolo, termasuk orang Tobelo di Halmahera utara hingga kini masih mempertahankan jenis kesenian tradisional ini. Seni Musik Bambu ini mereka sebut dengan “Musik Bambu Hitada” atau sering disebut juga “Hitadi”. Sedangkan jenis musik tradisional yang lain yang tidak menggunakan bambu dikenal dengan “Musik Yanger”.&lt;br /&gt;Musik Bambu Hitada dan Yanger ini biasanya dimainkan pada acara-acara tertentu, seperti; Hajatan Perkawinan, Pesta Rakyat atau Hajatan Syukuran di suatu kampung. Musik tradisional ini biasanya dimainkan secara bersama-sama oleh beberapa orang dalam ikatan “Group”. Sebuah group musik beranggotakan 5 hingga 13 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampel Group Musik yang saya ambil dalam ilustrasi gambar di blog ini adalah Group Musik Yanger ; “RIO DANO GROUP” asal Desa TABAOL dari Kecamatan IBU di pulau Halmahera. Gambar ini saya ambil di Ternate pada bulan Agustus 2008 ketika mereka sedang latihan untuk rekaman VCD komersil yang nanti akan diproduksi oleh “Bela-Dila Studio – Ternate” pada awal tahun 2009 ini juga. Begitu kata Produser “A. Rahman Sidi Umar, Boss Bela-Dila Studio, ketika saya konfirmasi di rumahnya di Ternate. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat musik utama pada musik Bambu Hitada adalah batangan bambu itu sendiri, yang biasanya hanya terdiri dari 2 ruas saja dan panjangnya tidak lebih dari 1,75 m. Biasanya batang bambu ini sudah sudah dilobangi sesuai nada tone, dan dicat warna-warni untuk membuat tampilan bambu menjadi lebih indah.&lt;br /&gt;Batang bambu dibunyikan dengan cara dibanting tegak lurus di tanah atau bila di atas ubin harus dialas dengan karung goni. Selain itu ada juga alat musik “Cikir” yang terbuat dari batok buah kelapa yang masih utuh dan diisi dengan beberapa butir kerikil bulat atau biji kacang hijau kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dibutuhkan beberapa buah gitar kecil buatan sendiri yang disebut “Juk” serta satu atau dua buah Biola tradisional. Kedua alat ini biasanya dicat dengan warna-warni yang kontras untuk keindahan. Alat-alat musik ini dimainkan secara bersama-sama, sehingga menghasilkan satu irama musik yang enak didengar. Pada musik Bambu Hitada lebih membutuhkan banyak personil untuk memainkannya, karena setiap orang hanya memegang dua batang bambu yang hanya memiliki nada satu tone saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap musik yang dimainkan biasanya mengiringi dua orang vokalis atau lebih yang menyanyikan sebuah lagu tradisional. Seperti biasanya orang menyanyi, pada musik tradisional orang Halmahera ini, durasinya antara 5 hingga 10 menit per lagu. Satu hal yang perlu diketahui bahwa, semua personil group musik ini, biasanya adalah kaum laki-laki. Jarang terlihat kaum wanita bergabung dalam group musik tradisional ini, kalaupun ada paling berperan sebagai vokalis saja.&lt;br /&gt;Sedangkan pada musik Yanger, alat-alat musik yang digunakan terdiri dari Gitar kecil (Juk) dan Gitar sedang buatan sendiri, satu atau dua buah Biola kecil, sebuah Biola besar, sebuah “Petibass” (Tali Satu), dan sebuah Cikir. Kedua Biola ini dimainkan sebagai intro “suara satu” &amp; “suara dua”. Sedangkan Petibass berperan sebagai bass musik, karena terbuat dari peti triplek yang berfungsi seperti gitar bass pada musik elektrik modern. Petibass ini biasanya disebut dengan “tali satu” karena hanya memiliki satu tali petik saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang agak unik dalam musik adalah; Biola Besar yang memiliki dua tali senar yang dimainkan pada musik Yanger ini tidak digesek atau dipetik melainkan dipukul dengan menggunakan sebatang lidi sebesar jari tangan yang panjangnya sekitar 30 cm. (lihat gambar). Pada jenis Musik Bambu Hitada, Petibass Tali Satu dan Biola Besar ini tidak digunakan sama sekali, karena tone bass sudah diperankan oleh batang bambu yang besar dan agak panjang.&lt;br /&gt;Perlu dicatat bahwa kedua jenis musik ini sama sekali tidak menggunakan aliran listrik ataupun Sound System, semua serba alami dan bisa dimainkan di daerah pedalaman yang tanpa listrik sekalipun. Menarik bukan…?! Soalnya saya sudah pernah mendengar dan menyaksikan langsung. (nanti akan saya upload clip-nya di You Tube). &lt;br /&gt;Demikian deskripsi saya tentang salah satu jenis kesenian tradisional masyarakat di daerah ini. Semoga Pemda setempat, terutama Instansi terkait agar punya kepedulian atas asset budaya masyarakat khususnya jenis “Musik Bambu Hitada” dan “Musik Yanger” di pulau Halmahera yang semakin terkikis oleh kehadiran jenis-jenis musik modern yang serba elektrik dan digital.&lt;br /&gt;Saya pribadi turut membangun aspek pariwisata daerah ini dengan cara saya, yakni memperkenalkan (promosikan) Kesenian Tradisional ini di dunia Internet. Harapan saya semoga tradisi ini menambah asset nilai jual pariwisata Maluku Utara. Insya Allah….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber:&lt;br /&gt;www.busranto.blogspot.com dan&lt;br /&gt;www.ternate.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-3597259237357492458?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/3597259237357492458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=3597259237357492458' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/3597259237357492458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/3597259237357492458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/musik-bambu-hitada-musik-yanger.html' title='MUSIK BAMBU HITADA &amp; MUSIK YANGER'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-gDq_liqdnlo/Tkhn3vttrMI/AAAAAAAAAGs/h-R_KNuQulQ/s72-c/bambuhitada.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-7614628418086627748</id><published>2011-08-11T17:29:00.000-07:00</published><updated>2011-08-11T17:40:02.848-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='atra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumbawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aceh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makassar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kupang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tari jaipong sunda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='madura'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='borneo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='medan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='papua'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia dance'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bali'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lombok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gondang. seni gondang'/><title type='text'>Tari Tradisional Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-7tWc5eYnI4M/TkR2EIZ-63I/AAAAAAAAAGU/CRXxp1TxnpM/s1600/taribali.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 290px; height: 174px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-7tWc5eYnI4M/TkR2EIZ-63I/AAAAAAAAAGU/CRXxp1TxnpM/s320/taribali.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639762446722722674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-AyHF805XF4Y/TkR15iABJGI/AAAAAAAAAGM/qPPuXk42LJM/s1600/jaipong.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 193px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-AyHF805XF4Y/TkR15iABJGI/AAAAAAAAAGM/qPPuXk42LJM/s320/jaipong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639762264614577250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Indonesia dengan beraneka ragam jenis tarian indonesia seni tari membuat indonesia kaya akan adat  kebudayaan kesenian. Dengan mengenal lebih banyak Tarian adat di seluruh provinsi di indonesia mudah – mudahan membuat kita lebih mencintai negeri kita ini. Contoh macam macam tarian daerah indonesia yang akan di sajikan di bawah ini bisa di jadikan referensi buat kamu yang sedang mengumpulkan informasi mengenai macam-macam seni tari di seluruh provinsi indonesia bisa untuk contoh makalah atau contoh laporan atau bisa juga untuk bahan pidato yang di susun berdasarkan abjad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Provinsi Bali&lt;br /&gt;1. Tari Kecak&lt;br /&gt;2. Tari Legong&lt;br /&gt;3. Tari Barongan&lt;br /&gt;4. Tari Pendet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Banten&lt;br /&gt;1. Tari Prajurit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Provinsi Bengkulu&lt;br /&gt;1. Tari Andun&lt;br /&gt;2. Tari Bidadari Terminang Anak&lt;br /&gt;3. Tari Ganau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Provinsi DI Aceh&lt;br /&gt;1. Tari Saman&lt;br /&gt;2. Tari Seudati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Propinsi DI Yogyakarta&lt;br /&gt;1. Tari Bedaya Pangkur&lt;br /&gt;2. Tari Serimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Gorontalo&lt;br /&gt;1. Tari Dana-Dana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah DKI Jakarta&lt;br /&gt;1. Tari Betawi&lt;br /&gt;2. Tari Yapong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Jambi&lt;br /&gt;1. Tari Sekapur Sirih&lt;br /&gt;2. Tari Selampir Delapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Provinsi Jawa Barat&lt;br /&gt;1. Tari Jaipong&lt;br /&gt;2. Tari Topeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Provinsi Jawa Tengah&lt;br /&gt;1. Tari Bambang Cakil&lt;br /&gt;2. Tari Sintren&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Provinsi Jawa Timur&lt;br /&gt;1. Tari Gandrung Banyuwangi&lt;br /&gt;2. Tari Remo&lt;br /&gt;3. Tari Reog Ponorogo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Provinsi Kalimantan Barat&lt;br /&gt;1. Tari Monong&lt;br /&gt;2. Tari Zapin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Provinsi Kalimantan Selatan&lt;br /&gt;1. Tari Babujugan&lt;br /&gt;2. Tari Radap Rahayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Provinsi Kalimantan Tengah&lt;br /&gt;1. Tari Dadas dan Bawo&lt;br /&gt;2. Tari Giring-Giring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Provinsi Kalimantan Timur&lt;br /&gt;1. Tari Gong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Kepulauan Riau&lt;br /&gt;1. Tari Tandak,&lt;br /&gt;2. Tori Joged Lambak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Propinsi Lampung&lt;br /&gt;1. Tari Bedana&lt;br /&gt;2. Tari Jangget&lt;br /&gt;3. Tari Malinting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Propinsi Maluku&lt;br /&gt;1. Tari Cakalele&lt;br /&gt;2. Tari Lenso&lt;br /&gt;3. Tari Nahar Iaa&lt;br /&gt;4. Tari Perang&lt;br /&gt;5. Tari Tidetide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat&lt;br /&gt;1. Tari Batu Nganga&lt;br /&gt;2. Tari Mpaa Lenggogo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat&lt;br /&gt;1. Tari Batu Nganga&lt;br /&gt;2. Tari Mpaa Lenggogo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur&lt;br /&gt;1. Tari Gareng Lameng&lt;br /&gt;2. Tari Perang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Propinsi Papua&lt;br /&gt;1. Tari Musyoh&lt;br /&gt;2. Tari Selamat Datang&lt;br /&gt;3. Tari Sojojo Papua&lt;br /&gt;4. Tari Papua&lt;br /&gt;5. Tari Perang&lt;br /&gt;6. Tari Suanggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Propinsi Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;1. Tari Bosara&lt;br /&gt;2. Tari Kipas&lt;br /&gt;3. Tari Pakarena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Propinsi Sulawesi Tengah&lt;br /&gt;1. Tari patuddu&lt;br /&gt;2. Tari Dero Poso&lt;br /&gt;3. Tari Lumense    admin&lt;br /&gt;4. Tari Pamonte    admin&lt;br /&gt;5. Tari Peule Cinde&lt;br /&gt;6. Tari Torompio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Propinsi Sulawesi Tenggara&lt;br /&gt;1. Tari Balumpa&lt;br /&gt;2. Tari Dinggu&lt;br /&gt;3. Tari Lumense&lt;br /&gt;4. Tari Manguru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Propinsi Sulawesi Utara&lt;br /&gt;1. Tari Katrili&lt;br /&gt;2. Tari Maengket&lt;br /&gt;3. Tari Polo-Palo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Propinsi Sumatra Barat&lt;br /&gt;1. Tari Lilin&lt;br /&gt;2. Tari Payung&lt;br /&gt;3. Tari Piring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Propinsi Sumatra Selatan&lt;br /&gt;1. Tari Gending Sriwijaya&lt;br /&gt;2. Tari Putri Bekhusek&lt;br /&gt;3. Tari Tanggai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian Daerah Propinsi Sumatra Utara&lt;br /&gt;1. Tari Serampang Dua Belas&lt;br /&gt;2. Tari Tor Tor&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-7614628418086627748?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/7614628418086627748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=7614628418086627748' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/7614628418086627748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/7614628418086627748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/tari-tradisional-indonesia.html' title='Tari Tradisional Indonesia'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-7tWc5eYnI4M/TkR2EIZ-63I/AAAAAAAAAGU/CRXxp1TxnpM/s72-c/taribali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-3027344676567622810</id><published>2011-08-07T20:19:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T20:25:49.097-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa Mandailing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gondang. seni gondang'/><title type='text'>Gondang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ue4sEGIld7U/Tj9XMLZcizI/AAAAAAAAAF0/LEtozggm_14/s1600/gondang1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 148px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ue4sEGIld7U/Tj9XMLZcizI/AAAAAAAAAF0/LEtozggm_14/s320/gondang1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638321125220715314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terminologi “GONDANG” dalam bahasa Mandailing mengandung beberapa pengertian yaitu: alat musik, gabungan dari sejumlah alat musik (ensambel), nama lagu atau repertoar, irama atau ritmik, jenis musik tertentu, dan sebagai musik itu sendiri. Sehubungan dengan itulah situs ini diberi nama Gondang yang isinya memuat informasi tentang seni dan budaya suku-bangsa Mandailing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku-bangsa Mandailing bermukim di pedalaman pesisir pantai barat daya pulau Sumatra dan wilayah pemukiman mereka itu dikenal dengan berbagai nama sebutan yaitu Tano Sere, Tano Rura, Luat Mandailing atau Banua Mandailing yang memiliki batas-batas wilayah tertentu. Secara tradisional orang Mandailing membagi wilayah pemukiman mereka menjadi dua bahagian utama yaitu Mandailing Godang dan Mandailing Julu. Sebelum proklamasi kemerdekaan negara Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, wilayah Mandailing Godang berada dibawah kekuasaan raja-raja bermarga Nasution, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedangkan wilayah Mandailing Julu dikuasai dan diperintah oleh raja-raja bermarga Lubis. Di samping marga Lubis dan Nasution terdapat pula marga-marga lainnya seperti Pulungan, Rangkuti, Daulae, Hasibuan, Parinduri, Batubara, Dalimunte, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Di sebelah utara, Mandailing berbatas dengan Angkola yang perbatasannya terletak di suatu tempat bernama Simarongit di Desa Sihepeng. Sedangkan perbatasannya dengan Padang Bolak berada di suatu tempat bernama Rudang Sinabur. Di sebelah barat Mandailing terletak wilayah Natal yang perbatasannya terletak di suatu tempat bernama Lingga Bayu. Sebelah selatan wilayah Mandailing berbatas dengan Pasaman (Sumatera Barat) yang perbatasannya terletak di suatu tempat bernama Ranjo Batu. Namun batas wilayah Mandailing dengan wilayah sebelah timur tidak diketahui karena tidak pernah disebut-sebut orang.&lt;br /&gt;Seperti halnya suku-suku bangsa lain di Nusantara, orang Mandailing juga memiliki aneka ragam musik tradisional yang keadaannya sangat memprihatinkan di era &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;globalisasi ini karena semuanya sudah berada di ambang kepunahan.&lt;br /&gt;Adapun alat-alat musik tradisional Mandailing dapat diklasifikasikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membranofon : gordang sambilan dan gondang dua&lt;br /&gt;Aerofon : suling, salung, sordam, tulila, katoid, saleot, dan uyup-uyup&lt;br /&gt;Metalofon : ogung, momongan, doal, dan talisasayat&lt;br /&gt;Idiofon : etek, dongung-dongung, pior, gondang aek dan eor-eor&lt;br /&gt;Kordofon : gordang tano dan gondang bulu&lt;br /&gt;Repertoar musik tradisional Mandailing&lt;br /&gt;Gondang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Jolo-jolo Turun; 2 Alap-alap Tondi; 3 Moncak (Kutindik); 4 Raja-raja; 5 Ideng-ideng; 6 Tua; 7 Sampuara Batu Magulang; 8 Roba Na Mosok; 9 Mandailing; 10 Pamulihon; 11 Udan Potir; 12 Porang; 13 Sarama Datu; 14 Sarama Babiat; 15 Lima; 16 Roto; 17 Sampedang; 18 Aek Magodang (Touk); 19 Mamele Begu; 20 Tortor.&lt;br /&gt;Ende (Nyanyian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Ungut-ungut; 2 Sitogol; 3 Jeir; 4 Bue-bue.&lt;br /&gt;Ende-ende (Pantun, sastra lama)&lt;br /&gt;Turi-turian (Cerita Bertutur)&lt;br /&gt;1 Raja Gorga di Langit; 2 Nan Sondang Milong-ilong; 3 dan lain-lain.&lt;br /&gt;Logu (Leitmotivic)&lt;br /&gt;1 Uyup-uyup; 2 opat-opat; 3 Ende Panjang; 4 dan lain-lain.&lt;br /&gt;sumber: www.edinasution.wordpress.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-3027344676567622810?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/3027344676567622810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=3027344676567622810' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/3027344676567622810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/3027344676567622810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/gondang.html' title='Gondang'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ue4sEGIld7U/Tj9XMLZcizI/AAAAAAAAAF0/LEtozggm_14/s72-c/gondang1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-8873441547537141757</id><published>2011-08-07T20:15:00.000-07:00</published><updated>2011-08-07T20:18:00.207-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sasando traditional music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik sasando'/><title type='text'>Sasando</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-7RQrBg0yJOA/Tj9VV0UHMgI/AAAAAAAAAFk/e2Vc0AuCz8w/s1600/SASANDO.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 139px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-7RQrBg0yJOA/Tj9VV0UHMgI/AAAAAAAAAFk/e2Vc0AuCz8w/s320/SASANDO.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5638319091799765506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasando merupakan alat musik tradisi berasal dari pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, tergolong instumen musik petik. Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberi ganjalan-ganjalan di mana senar-senar (dawai-dawai) yang direntangkan di tabung, dari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atas ke bawah bertumpu. Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando. Tehnik bermain sasando ada miripnya dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola dan kecapi. Selain dimainkan secara solo, Sasando juga dapat dimainkan secara orkestra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda sasando&lt;br /&gt;Konon, ada seorang pemuda bernama Sangguana di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Suatu hari ia menggembala di padang sabana. Ketika merasa lelah dan ngantuk, ia pun jatuh tertidur di bawah sebuah pohon lontar. Dalam tidur, ia bermimpi memainkan sebuah alat musik misterius. Ketika terbangun ia masih mengingat nada-nada yang dimainkannya. Saat kembali tidur, anehnya ia kembali memimpikan hal yang sama. Akhirnya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berdasarkan mimpinya itu Sangguana memutuskan membuat sebuah alat musik dari daun lontar dengan senar-senar di tengahnya. Alat musik yang mirip harpa itu sekarang dikenal sebagai sasando. Secara harfiah nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Konon sasando digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7.//mediaedukasi.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-8873441547537141757?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/8873441547537141757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=8873441547537141757' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/8873441547537141757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/8873441547537141757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/sasando.html' title='Sasando'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7RQrBg0yJOA/Tj9VV0UHMgI/AAAAAAAAAFk/e2Vc0AuCz8w/s72-c/SASANDO.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-3659703998117782995</id><published>2011-08-01T20:10:00.000-07:00</published><updated>2011-08-01T20:15:07.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bawean'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jatim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesenian'/><title type='text'>Seni Kercengan Bawean</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-H9VCdYyctKg/TjdrgzXLVtI/AAAAAAAAAEE/oQh_JeVjRPA/s1600/seni%2Bkercengan.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-H9VCdYyctKg/TjdrgzXLVtI/AAAAAAAAAEE/oQh_JeVjRPA/s320/seni%2Bkercengan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636091669964871378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bukan warga Bawean kalau tidak bisa menciptakan sesuatu yang sifatnya alternatif, sekalipun hal itu berupa kesenian. Khawatir dengan budaya modern yang terlalu mengumbas goyangan erotis dan pornoaksi, sejumlah seniman Bawean menciptakan kesenian Kercengan. Karena dicipatkan seniman asli Bawean, tarian ini bernuansa religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KALAU kita pernah melihat tarian Saman dari Nagro Aceh Darussalam, maka kesenian tersebut hampir mirip dengan seni Kercengan di Bawean. Bedanya penari Kercengan membawa alat musik kercengan yang menari mengikuti alunan alat musik kercengan. Sementara tari Saman, penarinya murni melakukan atraksi olah tubuh tari-tarian degan diiringi nyanyian sang penari.&lt;br /&gt;Serupa tapi tidak sama, demikian penilaian orang saat membandingkan Kercengan dengan tarian Saman. Untuk tarian Kercengan, penarinya terdiri puluhan orang gadis berjejer beberapa baris di depan. Seperti dengan tarian Saman, seni Kercengan juga mengutamakan gerak tangan, menggunakan dua unsur gerak yang menjadi unsur dasar dalam tarian, yaitu tepuk tangan dan tepuk dada.&lt;br /&gt;Selain grup penari, dalam seni Kercengan juga ada grup musik, yang terdiri beberapa orang pria duduk di belakang penari mengirini alunan tari. Para pemusik ini memainkan irama serasi dengan menabuh rebana al-banjari. Selain itu, ada grup penyanyi yang biasanya membawakan shalawat. Untuk penyanyi ini, ada pria dan wanita.&lt;br /&gt;Saat ini di Bawean sedikitnya ada 42 grup seni Kercengan, tidak hanya mampu menarik masyarakat yang berjarak 81 mil dari Pelabuhan Gresik itu saja, masyarakat dari negeri asing seperti Malaysia juga terhibur dengan kesenian bernafaskan religi tersebut. Di negeri Jiran, saat ini ada beberapa grup Kercengan yang sudah populer, salah satunya grup Putri Paginda Ampang.&lt;br /&gt;Adalah Iling Khairil Anwar, Ketua Umum Lembaga Eskavasi Budaya (BEKU) yang memiliki kelompok penari Kercengan. Nama kelompoknya "Bhei-Bhei" yang cukup dikenal di kalanan masyarakat Bawean, sebagai salah satu grup Kercengan asli di Bawean.&lt;br /&gt;Menurut Iling Khairil Anwar, Kercengan ini muncul sebagai salah satu tameng masuknya hiburan-hiburan hot ke Bawean. Artinya, kesenian modern hot yang masuk ke Bawean, harus dihadapi dengan kesenian juga, tidak bisa jika hanya dengan menggelar pengajian saja. &lt;br /&gt;"Sehingga untuk menandingi kesenian modern yang hoti itu, harus ada pembanding dari kalangan masyarakat. Salahsatunya adalah menciptakan kesenian yang lebih bernafaskan agama lebih baik daripada pertunjukan yang mempertontonkan aurat," paparnya.&lt;br /&gt;Iling menilai, seni Kercengan tidak akan menarik jika tanpa seorang wanita ikut tampil. Karena tampilnya wanita bisa merubah suasana penampilan, namun tentunya disesuaikan dengan konsep busana yang Islami.&lt;br /&gt;"Tidak menarik bila hanya menampilkan kalangan lelaki saja, sebab tidak bisa merubah suasana penampilan. Dalam konteks budaya, saya kira tidak haram sebab tujuannya baik," terangnya.&lt;br /&gt;Ahidin sebagai Ketua Group Putri Paginda, mengatakan kesenian kercengan Bawean ternyata mendapat sambutan luar biasa dari seluruh warga Indonesia dan masyarakat setempat di Malaysia. "Suara merdu dengan irama bagus diiringi gerakan tangan yang kompak menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmat di Malaysia," katanya.&lt;br /&gt;Menariknya, personel grup Kercengan Putri Paginda Ampang adalah putra dan putri keturunan Bawean yang lahir di Malaysia. Grup ini sudah empat tahun eksis di Malaysia. Selain itu, seni Kercengan juga sering tampil di wilayah Gresikl kota, menghibur dalam acara-acara yang digelar oleh pemerintah kabupaten dan masyarajat umum. (*)//suaragiri.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-3659703998117782995?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/3659703998117782995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=3659703998117782995' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/3659703998117782995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/3659703998117782995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/seni-kercengan-bawean.html' title='Seni Kercengan Bawean'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-H9VCdYyctKg/TjdrgzXLVtI/AAAAAAAAAEE/oQh_JeVjRPA/s72-c/seni%2Bkercengan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-3494980966235550997</id><published>2011-08-01T20:04:00.000-07:00</published><updated>2011-08-01T20:09:06.295-07:00</updated><title type='text'>Kesenian Tari Gandrung Sasak Lombok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Gn87MdFmUzo/TjdpxJp2WTI/AAAAAAAAAD8/IO8hRj56JXk/s1600/gandrung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 256px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Gn87MdFmUzo/TjdpxJp2WTI/AAAAAAAAAD8/IO8hRj56JXk/s320/gandrung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636089751803418930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tari kreasi ini berasal dari daerah Lombok. Gandrung rembak berarti gandrung banyak, maksudnya tari gandrung yang ditarikan oleh beberapa orang penari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya gandrung adalah seni pertunjukan rakyat yang hidup berkembang di tengah-tengah masyarakat Lombok. Ditampil­kan di arena terbuka yang dikelilingi penonton, dengan waktu penyajian yang panjang yaitu lebih kurang 3 jam, gerakan-gerakan­nya bersifat improvisasi meskipun terdapat gerak-gerak tertentu yang menjadi ciri khas gerak pada tari tersebut, yaitu ngindang, gabor seriak, ngecok, dan tindak barong. Ditarikan seorang penari laki-laki yang berbusana wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengangkat tad gandrung pada panggung prosenium, pada tahun 1991 diadakan penataan tari gandrung oleh Abdul Hamid dan Dra. Luh Putu Sari Ekayani dengan menambah jumlah penari menjadi 5 orang penari wanita dan diberi nama Gandrung Rembak, dengan waktu penyajian 7 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gandrung merupakan tari pergaulan muda-mudi dan bersifat hiburan. Struktur penyajiannya terbagi menjadi 4 bagian, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapangan, menggambarkan seorang gadis yang ingin menarik perhatian lawan jenisnya dengan memperlihatkan kemampu­annya sendiri.&lt;br /&gt;Tangis, penggambaran perasaan rindu pada seseorang untuk diajak berkomunikasi, diungkapkan Iewat link lagu.&lt;br /&gt;Penepekan, memilih seorang yang disenangi untuk diajak menari. Calon penari yang terpilih dinyatakan dengan sentuhan kipas (nepek) oleh penari gandrung.&lt;br /&gt;Pengibingan, pengibingan berasal dari kata ngibing yang berarti menari bersama (antara penari gandrung dan penonton yang ditepek).&lt;br /&gt;Penari memakai busana kain panjang, baju lengan panjang, kemben, gelung, ampok-ampok, bapang dan membawa property kipas. Pada bagian gelung dilengkapi dengan semacam senjata dari bambu yang diruncingkan, gunanya untuk melindungi dari gangguan pasangan menari yang nakal (kurang sopan).//lombokku.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-3494980966235550997?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/3494980966235550997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=3494980966235550997' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/3494980966235550997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/3494980966235550997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/kesenian-tari-gandrung-sasak-lombok.html' title='Kesenian Tari Gandrung Sasak Lombok'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Gn87MdFmUzo/TjdpxJp2WTI/AAAAAAAAAD8/IO8hRj56JXk/s72-c/gandrung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-2507750601842884928</id><published>2011-08-01T19:20:00.000-07:00</published><updated>2011-09-06T20:58:28.167-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='angklung'/><title type='text'>Parade Angklung Pecahkan Rekor</title><content type='html'>Pergelaran angklung yang diadakan di Monument Park, White House, Washington DC, Amerika Serikat, pada hari Sabtu (9/7) lalu, masuk dalam Guiness Book of Records sebagai jumlah pemain angklung terbanyak. Sebanyak 5.185 peserta pada  Indonesia Multiculturism Festival di KBRI Washington DC  turut serta memainkan&lt;a href="http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/debus-kesenian-tradisional-masyarakat.html"&gt; angklung.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keterangan pers oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Ir. Herdiwan M.M, disebutkan bahwa antusiasme masyarakat di sana sangat tinggi. "Padahal target kami adalah 5.000 orang, ternyata pesertanya melebihi perkiraan," ungkapnya. Dengan meriahnya pertunjukkan tersebut, Herdiwan mengatakan bahwa warga di sana meminta untuk dilakukan kunjungan rutin oleh tim angklung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Festival tersebut juga menampilkan kesenian Indonesia lain, seperti tari jaipong dan wayang golek. Parade angklung sendiri dipimpin oleh Daeng Udjo dari Saung Angklung Udjo. Gubernur Jawa Barat yang turut hadir dalam festival tersebut mengatakan, "Kita harus menjadikan kebudayaan sebagai komunitas yang dapat menguasai ekonomi kelak."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-2507750601842884928?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/2507750601842884928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=2507750601842884928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/2507750601842884928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/2507750601842884928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/berandakategoriblogfotografifotokitapem.html' title='Parade Angklung Pecahkan Rekor'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-6543985677608666229</id><published>2010-01-19T18:18:00.000-08:00</published><updated>2010-01-19T18:24:48.092-08:00</updated><title type='text'>Dukung Angklung Menjadi Warisan Budaya Dunia</title><content type='html'>Setelah Wayang, Batik, Keris diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia, Kini giliran Angklung di perjuangkan menjadi Warisan Budaya Dunia.&lt;br /&gt;Alat Musik dari bambu ini ini selain terdapat di Sunda (Jawa Barat) ternyata juga terdapat di Jawa tengah, Jawa timur.&lt;br /&gt;berikut  ini adalah ulasan tentang angklung  Sunda yang terangkum dari wikipedia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rumpun kesenian yang menggunakan alat musik dari bambu dikenal jenis kesenian yang disebut angklung. Adapun jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah awi wulung (bambu berwarna hitam) dan awi temen (bambu berwarna putih). Purwa rupa alat musik angklung; tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk wilahan (batangan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angklung merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Barat. Angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke Bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perenungan masyarakat Sunda dahulu dalam mengolah pertanian (tatanen) terutama di sawah dan huma telah melahirkan penciptaan syair dan lagu sebagai penghormatan dan persembahan terhadap Nyai Sri Pohaci, serta upaya nyinglar (tolak bala) agar cocok tanam mereka tidak mengundang malapetaka, baik gangguan hama maupun bencana alam lainnya. Syair lagu buhun untuk menghormati Nyi Sri Pohaci tersebut misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Si Oyong-oyong&lt;br /&gt;        Sawahe si waru doyong&lt;br /&gt;        Sawahe ujuring eler&lt;br /&gt;        Sawahe ujuring etan&lt;br /&gt;        Solasi suling dami&lt;br /&gt;        Menyan putih pengundang dewa&lt;br /&gt;        Dewa-dewa widadari&lt;br /&gt;        Panurunan si patang puluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Perkembangan selanjutnya dalam permainan Angklung tradisi disertai pula dengan unsur gerak dan ibing (tari) yang ritmis (ber-wirahma) dengan pola dan aturan=aturan tertentu sesuai dengan kebutuhan upacara penghormatan padi pada waktu mengarak padi ke lumbung (ngampih pare, nginebkeun), juga pada saat-saat mitembeyan, mengawali menanam padi yang di sebagian tempat di Jawa Barat disebut ngaseuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, sejak 1966, Udjo Ngalagena —tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda— mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.&lt;br /&gt;[sunting] Angklung Kanekes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angklung di daerah Kanekes (kita sering menyebut mereka orang Baduy) digunakan terutama karena hubungannya dengan ritus padi, bukan semata-mata untuk hiburan orang-orang. Angklung digunakan atau dibunyikan ketika mereka menanam padi di huma (ladang). Menabuh angklung ketika menanam padi ada yang hanya dibunyikan bebas (dikurulungkeun), terutama di Kajeroan (Tangtu; Baduy Jero), dan ada yang dengan ritmis tertentu, yaitu di Kaluaran (Baduy Luar). Meski demikian, masih bisa ditampilkan di luar ritus padi tetapi tetap mempunyai aturan, misalnya hanya boleh ditabuh hingga masa ngubaran pare (mengobati padi), sekitar tiga bulan dari sejak ditanamnya padi. Setelah itu, selama enam bulan berikutnya semua kesenian tidak boleh dimainkan, dan boleh dimainkan lagi pada musim menanam padi berikutnya. Menutup angklung dilaksanakan dengan acara yang disebut musungkeun angklung, yaitu nitipkeun (menitipkan, menyimpan) angklung setelah dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sajian hiburan, Angklung biasanya diadakan saat terang bulan dan tidak hujan. Mereka memainkan angklung di buruan (halaman luas di pedesaan) sambil menyanyikan bermacam-macam lagu, antara lain: Lutung Kasarung, Yandu Bibi, Yandu Sala, Ceuk Arileu, Oray-orayan, Dengdang, Yari Gandang, Oyong-oyong Bangkong, Badan Kula, Kokoloyoran, Ayun-ayunan, Pileuleuyan, Gandrung Manggu, Rujak Gadung, Mulung Muncang, Giler, Ngaranggeong, Aceukna, Marengo, Salak Sadapur, Rangda Ngendong, Celementre, Keupat Reundang, Papacangan, dan Culadi Dengdang. Para penabuh angklung sebanyak delapan orang dan tiga penabuh bedug ukuran kecil membuat posisi berdiri sambil berjalan dalam formasi lingkaran. Sementara itu yang lainnya ada yang ngalage (menari) dengan gerakan tertentu yang telah baku tetapi sederhana. Semuanya dilakukan hanya oleh laki-laki. Hal ini berbeda dengan masyarakat Daduy Dalam, mereka dibatasi oleh adat dengan berbagai aturan pamali (pantangan; tabu), tidak boleh melakukan hal-hal kesenangan duniawi yang berlebihan. Kesenian semata-mata dilakukan untuk keperluan ritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama-nama angklung di Kanekes dari yang terbesar adalah: indung, ringkung, dongdong, gunjing, engklok, indung leutik, torolok, dan roel. Roel yang terdiri dari 2 buah angklung dipegang oleh seorang. Nama-nama bedug dari yang terpanjang adalah: bedug, talingtit, dan ketuk. Penggunaan instrumen bedug terdapat perbedaan, yaitu di kampung-kampung Kaluaran mereka memakai bedug sebanyak 3 buah. Di Kajeroan; kampung Cikeusik, hanya menggunakan bedug dan talingtit, tanpa ketuk. Di Kajeroan, kampung Cibeo, hanya menggunakan bedug, tanpa talingtit dan ketuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kanekes yang berhak membuat angklung adalah orang Kajeroan (Tangtu; Baduy Jero). Kajeroan terdiri dari 3 kampung, yaitu Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik. Di ketiga kampung ini tidak semua orang bisa membuatnya, hanya yang punya keturunan dan berhak saja yang mengerjakannya di samping adanya syarat-syarat ritual. Pembuat angklung di Cikeusik yang terkenal adalah Ayah Amir (59), dan di Cikartawana Ayah Tarnah. Orang Kaluaran membeli dari orang Kajeroan di tiga kampung tersebut.&lt;br /&gt;[sunting] Angklung Dogdog Lojor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenian dogdog lojor terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul yang tersebar di sekitar Gunung Halimun (berbatasan dengan jakarta, Bogor, dan Lebak). Meski kesenian ini dinamakan dogdog lojor, yaitu nama salah satu instrumen di dalamnya, tetapi di sana juga digunakan angklung karena kaitannya dengan acara ritual padi. Setahun sekali, setelah panen seluruh masyarakat mengadakan acara Serah Taun atau Seren Taun di pusat kampung adat. Pusat kampung adat sebagai tempat kediaman kokolot (sesepuh) tempatnya selalu berpindah-pindah sesuai petunjuk gaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi penghormatan padi pada masyarakat ini masih dilaksanakan karena mereka termasuk masyarakat yang masih memegang teguh adat lama. Secara tradisi mereka mengaku sebagai keturunan para pejabat dan prajurit keraton Pajajaran dalam baresan Pangawinan (prajurit bertombak). Masyarakat Kasepuhan ini telah menganut agama Islam dan agak terbuka akan pengaruh modernisasi, serta hal-hal hiburan kesenangan duniawi bisa dinikmatinya. Sikap ini berpengaruh pula dalam dalam hal fungsi kesenian yang sejak sekitar tahun 1970-an, dogdog lojor telah mengalami perkembangan, yaitu digunakan untuk memeriahkan khitanan anak, perkawinan, dan acara kemeriahan lainnya. Instrumen yang digunakan dalam kesenian dogdog lojor adalah 2 buah dogdog lojor dan 4 buah angklung besar. Keempat buah angklung ini mempunyai nama, yang terbesar dinamakan gonggong, kemudian panembal, kingking, dan inclok. Tiap instrumen dimainkan oleh seorang, sehingga semuanya berjumlah enam orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagu dogdog lojor di antaranya Bale Agung, Samping Hideung, Oleng-oleng Papanganten, Si Tunggul Kawung, Adulilang, dan Adu-aduan. Lagu-lagu ini berupa vokal dengan ritmis dogdog dan angklung cenderung tetap.&lt;br /&gt;[sunting] Angklung Gubrag&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angklung gubrag terdapat di kampung Cipining, kecamatan Cigudeg, Bogor. Angklung ini telah berusia tua dan digunakan untuk menghormati dewi padi dalam kegiatan melak pare (menanam padi), ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mitosnya angklung gubrag mulai ada ketika suatu masa kampung Cipining mengalami musim paceklik.&lt;br /&gt;[sunting] Angklung Badeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badeng merupakan jenis kesenian yang menekankan segi musikal dengan angklung sebagai alat musiknya yang utama. Badeng terdapat di Desa Sanding, Kecamatan Malangbong, Garut. Dulu berfungsi sebagai hiburan untuk kepentingan dakwah Islam. Tetapi diduga badeng telah digunakan masyarakat sejak lama dari masa sebelum Islam untuk acara-acara yang berhubungan dengan ritual penanaman padi. Sebagai seni untuk dakwah badeng dipercaya berkembang sejak Islam menyebar di daerah ini sekitar abad ke-16 atau 17. Pada masa itu penduduk Sanding, Arpaen dan Nursaen, belajar agama Islam ke kerajaan Demak. Setelah pulang dari Demak mereka berdakwah menyebarkan agama Islam. Salah satu sarana penyebaran Islam yang digunakannya adalah dengan kesenian badeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angklung yang digunakan sebanyak sembilan buah, yaitu 2 angklung roel, 1 angklung kecer, 4 angklung indung dan angklung bapa, 2 angklung anak; 2 buah dogdog, 2 buah terbang atau gembyung, serta 1 kecrek. Teksnya menggunakan bahasa Sunda yang bercampur dengan bahasa Arab. Dalam perkembangannya sekarang digunakan pula bahasa Indonesia. Isi teks memuat nilai-nilai Islami dan nasihat-nasihat baik, serta menurut keperluan acara. Dalam pertunjukannya selain menyajikan lagu-lagu, disajikan pula atraksi kesaktian, seperti mengiris tubuh dengan senjata tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagu badeng: Lailahaileloh, Ya’ti, Kasreng, Yautike, Lilimbungan, Solaloh.&lt;br /&gt;[sunting] Buncis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buncis merupakan seni pertunjukan yang bersifat hiburan, di antaranya terdapat di Baros (Arjasari, Bandung). Pada mulanya buncis digunakan pada acara-acara pertanian yang berhubungan dengan padi. Tetapi pada masa sekarang buncis digunakan sebagai seni hiburan. Hal ini berhubungan dengan semakin berubahnya pandangan masyarakat yang mulai kurang mengindahkan hal-hal berbau kepercayaan lama. Tahun 1940-an dapat dianggap sebagai berakhirnya fungsi ritual buncis dalam penghormatan padi, karena sejak itu buncis berubah menjadi pertunjukan hiburan. Sejalan dengan itu tempat-tempat penyimpanan padi pun (leuit; lumbung) mulai menghilang dari rumah-rumah penduduk, diganti dengan tempat-tempat karung yang lebih praktis, dan mudah dibawa ke mana-mana. Padi pun sekarang banyak yang langsung dijual, tidak disimpan di lumbung. Dengan demikian kesenian buncis yang tadinya digunakan untuk acara-acara ngunjal (membawa padi) tidak diperlukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama kesenian buncis berkaitan dengan sebuah teks lagu yang terkenal di kalangan rakyat, yaitu cis kacang buncis nyengcle..., dst. Teks tersebut terdapat dalam kesenian buncis, sehingga kesenian ini dinamakan buncis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumen yang digunakan dalam kesenian buncis adalah 2 angklung indung, 2 angklung ambrug, angklung panempas, 2 angklung pancer, 1 angklung enclok. Kemudian 3 buah dogdog, terdiri dari 1 talingtit, panembal, dan badublag. Dalam perkembangannya kemudian ditambah dengan tarompet, kecrek, dan goong. Angklung buncis berlaras salendro dengan lagu vokal bisa berlaras madenda atau degung. Lagu-lagu buncis di antaranya: Badud, Buncis, Renggong, Senggot, Jalantir, Jangjalik, Ela-ela, Mega Beureum. Sekarang lagu-lagu buncis telah menggunakan pula lagu-lagu dari gamelan, dengan penyanyi yang tadinya laki-laki pemain angklung, kini oleh wanita khusus untuk menyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa jenis musik mambu di Jawa Barat (Angklung) di atas, adalah beberapa contoh saja tentang seni pertunjukan angklung, yang terdiri atas: Angklung Buncis (Priangan/Bandung), Angklung Badud (Priangan Timur/Ciamis), Angklung Bungko (Indramayu), Angklung Gubrag (Bogor), Angklung Ciusul (Banten), Angklung Dog dog Lojor (Sukabumi), Angklung Badeng (Malangbong, Garut), dan Angklung Padaeng yang identik dengan Angklung Nasional dengan tangga nada diatonis, yang dikembangkan sejak tahun 1938. Angklung khas Indonesia ini berasal dari pengembangan angklung Sunda. Angklung Sunda yang bernada lima (salendro atau pelog) oleh Daeng Sutigna alias Si Etjle (1908—1984) diubah nadanya menjadi tangga nada Barat (solmisasi) sehingga dapat memainkan berbagai lagu lainnya. Hasil pengembangannya kemudian diajarkan ke siswa-siswa sekolah dan dimainkan secara orkestra besar. (wikipdia)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-6543985677608666229?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/6543985677608666229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=6543985677608666229' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/6543985677608666229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/6543985677608666229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2010/01/dukung-angklung-menjadi-warisan-budaya.html' title='Dukung Angklung Menjadi Warisan Budaya Dunia'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-4388852615011258980</id><published>2009-04-27T18:07:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T18:25:31.719-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tulisan joko'/><title type='text'>Gamelan (pengaruh dalam kehidupan sosial )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SfZa759GVGI/AAAAAAAAACo/FmyVKVVaC24/s1600-h/5aa.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 256px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SfZa759GVGI/AAAAAAAAACo/FmyVKVVaC24/s320/5aa.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329547194255430754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Manusia Mahluk Musical.&lt;br /&gt;Tubuh manusia terdapat irama yang harmonis, (detak jantung, tarikan nafas, aliran darah, detak nadi mempunyai keteraturan yang membentuk musik)  seperti halnya alam semesta yang juga berirama. Nada-nada alam semesta yang tertangkap oleh kepekaan rasa diungkapkan menjadi nada-nada Gamelan. Lewat nada-nada musik tersebut manusia melakukan pemujaan dan perenungan spiritual. Nada-nada musik bukan sekedar seni, tetapi merupakan bahasa jiwa, spirit kehidupan, musik Sang Maha Pencipta, bahasa pertama yang menjadi asal muasal kehidupan. Sebagai media dan bentuk komunikasi universal, nada-nada musik melewati bahasa verbal, diterima indera pendengaran, diteruskan ke hati, pusat rasa. Karena Rasa itulah, maka nada-nada musik melewati batas-batas etnis, agama, komunitas dan negara.&lt;br /&gt;Musik gamelan (Jawa,Bali,Sunda) adalah salah satu musik tradisional Indonesia yang kian dapat diterima keberadaannya  di dunia internasional. Alat musik yang diduga kuat telah ada sejak tahun 167M telah diajarkan disekolah-sekaolah maupun universitas diantaranya di Amerika, Inggris, kanada, Australia, Singapura dan masih banyak Negara lainnya, bahkan baru-baru ini gamelan telah tersebar di benua afrika tepatnya di negara Namibia. Menurut Prof Dr. Rahayu Supanggah dalam sarasehan gamelan for the young beberapa waktu lalu di Laurensia School, gamelan telah diajarkan sebagai pendidikan karakter bagi anak-anak sekolah dasar di Singapura, bahkan di Inggris digunakan sebagai media terapi bagi narapidana kelas satu, program ini dikenal dengan good vibrations. Nilai-nilai filosofi dalam gamelan adalah nilai-nilai keharmonisan hubungan manusia baik secara horizontal maupun vertical dengan sang maha penciptanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-Nilai Strategis Dalam Gamelan&lt;br /&gt;    Menurut Judith Becker dalam buku, “Gamelan Stories: Tantrism, Islam, and Aesthetics in Central Java”, mengemukakan  bahwa pada zaman pertengahan, di Indonesia, elemen Gamelan digunakan sebagai media  pemujaan eksternal dan internal. Dia mengutip Sastrapustaka yang mengungkapkan makna esoteris nada-nada Gamelan yang berhubungan dengan chakra, panca indera dan rasa. Gamelan sebagai yantra, alat, dapat membantu tahapan meditasi sebelum mencapai keadaan Samadhi/Semedi. Melalui media musik tersebut orang bisa melakukan penjernihan fikir, penjernihan hati dan pemurnian jiwa yang berujung pada penyembuhan psikologis.&lt;br /&gt;Dr. Masaru Emoto membuktikan bahwa musik dapat mempengaruhi air, sehingga musik yang indah akan membuat air membentuk kristal hexagonal yang indah. Memahami bahwa baik manusia, hewan dan tanaman mengandung air, maka suara musik akan mempengaruhi semua makhluk hidup. Organ-organ manusia mempunyai getaran dengan berbagai frekuensi. Walau frekuensi yang dapat didengar manusia berkisar 20 Hz-20 KHz, frekuensi suara berbagai alat gamelan sangat bervariasi dan memungkinkan terjadinya frekuensi yang sama dengan organ tubuh. Bila getaran suara Gamelan mempunyai frekuensi yang sama dengan suatu organ tubuh yang lemah, maka resonansi yang terjadi dapat memperkuat dan menyembuhkan organ yang bersangkutan. Musik yang harmonis juga akan mebuat sapi merasa tenang dan mempengaruhi sistem kelenjar yang berhubungan dengan susu. Selanjutnya, getaran frekuensi tinggi dari Gamelan akan merangsang ‘stomata’ tanaman untuk tetap terbuka, meningkatkan proses pertumbuhan. Bunga-bunga yang beraneka warna pada umumnya mempunyai panjang gelombang sama seperti panjang gelombang warnanya. Suara alat-alat musik yang bervariasi panjang gelombangnya dapat mempengaruhi organ yang sama panjang gelombangnya.&lt;br /&gt;    Sebuah lembaga penelitian tentang perkembangan otak di jepang mengadakan riset tentang pengaruh gelombang suara supersonic terhadap perkembangan otak. Gelombang suara supersonic  adalah suara yang tidak dapat dideteksi/didengar oleh telinga kita tanpa bantuan alat khusus.&lt;br /&gt;Ternyata gelombang suara supersonic mampu menstimulasi peningkatan produksi beberapa hormon penting di otak yang mana sangat baik untuk perkembangan otak. dan ternyata gamelan  (Jawa dan Bali) banyak sekali&lt;br /&gt;memproduksi gelombang supersonic ini jauh lebih tinggi dari musik klasik. Sesuatu yang mungkin tidak pernah diketahui oleh kita yang mempunyai budaya ini, tetapi justru orang asing yang menelitinya dan mampu memanfaatkannya.&lt;br /&gt;Pertanyaan yang sangat menggelitik adalah, kenapa bangsa asing begitu giat menggunakan gamelan sebagai media pendidikan? Sedangkan ditanah kelahirannya gamelan masih saja mendapatkan stigma  sebagai seni musik tradisional yang ketinggalan jaman? terjebak pada istilah pelestarian seni tradisi dan tidak melihat gamelan sebagai sebuah media pencerdasan emosional dan estetika.&lt;br /&gt;Ada beberapa factor yang membuat gamelan belum  maksimal di dunia pendidikan maupun di masyarakat, factor kurangnya keberanian para praktisi gamelan keluar dari pakem yang selama ini dianutnya, pakem dianggap aturan/tatacara yang sudah final sehingga tidak perlu lagi adanya pakem-pakem baru. Kedua adalah factor minimnya para peneliti/ilmuwan  dalam seni tradisi (gamelan) tentang kegunaan/efek gamelan bagi kecerdasan emosional anak. Ketiga factor gamelan yang dipresepsikan hanya  untuk dimainkan oleh orang dewasa, keempat minimnya komposisi musik gamelan yang khusus dimainkan oleh anak-anak. Kelima hegemoni musik barat yang selalu dipaksakan menjadi acuan dalam pembelajaran musik di Indonesia, padahal sejak era 2000an hingga kini pendidikan musik di Negara maju sudah mulai mengadopsi gamelan sebagai bagian dari pendidikan karakter, karena gamelan dinilai sebagai musik yang humanis, karena nilai-nilai kebersamaan, empati, toleransi dan kolektifitas yang menjadi suatu kekhasan dalam gamelan, karena hal tersebut tidak didapatkan dari musik klasik barat yang cenderung individualis, miskin improvisasi, dan kaku karena harus memainkan sesuai dengan perintah partitur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi Pembelajaran Musik Gamelan&lt;br /&gt;Materi-materi pembelajaran gamelan harus  dibuat untuk tidak menyulitkan para siswa. Yang diutamakan adalah efek rasa senang, serta  dapat berekspresi. Dalam materi untuk tingkatan awal komposisi nada-nada sederhana yang bersifat ritmik akan dapat membantu tingkat kepekaan dan keteraturan emosi, tingkatan awal ini sangat membantu bagi para siswa pemula (termasuk siswa dengan kebutuhan khusus) untuk selanjutnya dapat bermain dengan dinamika permainan emosi dan dapat berkomunikasi musical dengan baik. Komunikasi musical musik gamelan tidak diatur dalam notasi/partitur seperti halnya musik barat, namun disampaikan melalui symbol symbol suara yang mengalir sehingga kepekaan, konsentrasi dan intuisi akan sangat berperan penting dalam hal ini. Kolektivitas  dalam musik gamelan akan membuat ritme dan dinamika permainan musik dapat berjalan mengikuti pola layaknya sebuah aliran air yang terkadang berjalan cepat dan lambat secara bersamaan.&lt;br /&gt;Pengendalian diri dan emosi dalam sebuah permainan gamelan membutuhkan proses yang tidak sebentar,  keharmonisan hubungan social diantara siswa akan berpengaruh baik pada kualitas musik yang dihasilkan begitu pula sebaliknya, ketidakharmonisan social dalam sebuah kelompok akan berpengaruh buruk pada musik yang dihasilkan. Hal tersebut sudah menjadi konsekuensi logis karena dalam bermain gamelan sangat dibutuhkan rasa empati dan toleransi.  Tingkatan permainan gamelan memang mempunyai tingkat kesulitan yang sama dengan dengan musik orkestra di barat, namun ketika diposisikan sebagai media untuk belajar tentu saja diperlukan berbagai variasi komposisi yang sesuai dengan kemampuan musical siswa, sehingga keberadaan tingkatan/jenjang dalam sebuah komposisi musik di gamelan tidak mutlak diperlukan.&lt;br /&gt;Permainan musik yang sederhana, dinamis dan mudah akan dapat menjadi alat terapi yang murah dan meyenangkan bagi pengendalian emosi, dan stimulus otak sebab ketika bermain musik secara kolektif dengan akustik gamelan yang bersuara supersonic, maka tingkat kesadaran, kekompakan dan konsentrasi kita berada pada titik frekuensi yang sama, sehingga apabila ada beberapa individu yang tidak mampu berkonsentrasi dan lemah dalam pengendalian emosinya maka akan berdampak pada keseluruhan harmoni yang dibangun, sehingga diperlukan latihan yang lebih intensif dan mandiri.&lt;br /&gt;    Individu  yang belum halus dan terasah rasanya dan mempunyai kecenderungan menggunakan logika dari otak kirinya, sulit menerima hal-hal yang berada di luar logika. Padahal manusia yang utuh tidak hanya menggunakan logika, tetapi rasa, intuisi dan juga hati nuraninya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-4388852615011258980?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/4388852615011258980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=4388852615011258980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/4388852615011258980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/4388852615011258980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2009/04/gamelan-pengaruh-dalam-kehidupan-sosial.html' title='Gamelan (pengaruh dalam kehidupan sosial )'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SfZa759GVGI/AAAAAAAAACo/FmyVKVVaC24/s72-c/5aa.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-6068113742009594765</id><published>2009-02-08T17:19:00.000-08:00</published><updated>2011-09-06T20:59:03.903-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tari jaipong sunda'/><title type='text'>Seni Tari Jaipong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SY-QWU9a6II/AAAAAAAAACg/7HDZX07pyp4/s1600-h/07-009.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SY-QWU9a6II/AAAAAAAAACg/7HDZX07pyp4/s320/07-009.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300613999696210050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SY-Lg7nomNI/AAAAAAAAACY/Lnla0eK_MEg/s1600-h/jaipong.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 127px; height: 94px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SY-Lg7nomNI/AAAAAAAAACY/Lnla0eK_MEg/s320/jaipong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300608684314368210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jaipongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaipongan adalah sebuah genre &lt;a href="http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/debus-kesenian-tradisional-masyarakat.html"&gt;seni tari &lt;/a&gt;yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira. &lt;br /&gt;Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul &lt;br /&gt;perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, pencugan,&lt;br /&gt;nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa &lt;a href="http://seninusantara.blogspot.com/2011/08/debus-kesenian-tradisional-masyarakat.html"&gt;kesenian &lt;/a&gt;di atas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan &lt;br /&gt;tari atau kesenian yang kini dikenal dengan nama Jaipongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bentuk seni pertunjukan ini muncul, ada beberapa pengaruh yang melatarbelakangi bentuk tari pergaulan ini. &lt;br /&gt;Di Jawa Barat misalnya, tari pergaulan merupakan pengaruh dari Ball Room, yang biasanya dalam pertunjukan tari-tari&lt;br /&gt;pergaulan tak lepas dari keberadaan ronggeng dan pamogoran. Ronggeng dalam tari pergaulan tidak lagi berfungsi untuk &lt;br /&gt;kegiatan upacara, tetapi untuk hiburan atau cara gaul. Keberadaan ronggeng dalam seni pertunjukan memiliki daya tarik &lt;br /&gt;yang mengundang simpati kaum pamogoran. Misalnya pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda,&lt;br /&gt;diperkirakan kesenian ini populer sekitar tahun 1916. Sebagai seni pertunjukan rakyat, kesenian ini hanya didukung oleh&lt;br /&gt;unsur-unsur sederhana, seperti waditra yang meliputi rebab, kendang, dua buah kulanter, tiga buah ketuk, dan gong. &lt;br /&gt;Demikian pula dengan gerak-gerak tarinya yang tidak memiliki pola gerak yang baku, kostum penari yang sederhana sebagai &lt;br /&gt;cerminan kerakyatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan memudarnya jenis kesenian di atas, mantan pamogoran (penonton yang berperan aktif dalam seni pertunjukan &lt;br /&gt;Ketuk Tilu/Doger/Tayub) beralih perhatiannya pada seni pertunjukan Kliningan, yang di daerah Pantai Utara Jawa Barat &lt;br /&gt;(Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu, dan Subang) dikenal dengan sebutan Kliningan Bajidoran yang pola tarinya maupun&lt;br /&gt;peristiwa pertunjukannya mempunyai kemiripan dengan kesenian sebelumnya (Ketuk Tilu/Doger/Tayub). Dalam pada itu, eksistensi &lt;br /&gt;tari-tarian dalam Topeng Banjet cukup digemari, khususnya di Karawang, di mana beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari &lt;br /&gt;tarian dalam Topeng Banjet ini. Secara koreografis tarian itu masih menampakan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu) yang mengandung &lt;br /&gt;unsur gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid yang pada gilirannya menjadi dasar penciptaan&lt;br /&gt;tari Jaipongan. Beberapa gerak-gerak dasar tari Jaipongan selain dari Ketuk Tilu, Ibing Bajidor serta Topeng Banjet adalah &lt;br /&gt;Tayuban dan Pencak Silat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan tarian karya Gugum Gumbira pada awalnya disebut Ketuk Tilu perkembangan, yang memang karena dasar tarian itu &lt;br /&gt;merupakan pengembangan dari Ketuk Tilu. Karya pertama Gugum Gumbira masih sangat kental dengan warna ibing Ketuk Tilu, &lt;br /&gt;baik dari segi koreografi maupun iringannya, yang kemudian tarian itu menjadi populer dengan sebutan Jaipongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari "Daun Pulus Keser Bojong" dan "Rendeng Bojong" &lt;br /&gt;yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Dari tarian itu muncul beberapa nama penari &lt;br /&gt;Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kurniadi. Awal kemunculan tarian tersebut sempat &lt;br /&gt;menjadi perbincangan, yang isu sentralnya adalah gerakan yang erotis dan vulgar. Namun dari ekspos beberapa media cetak, &lt;br /&gt;nama Gugum Gumbira mulai dikenal masyarakat, apalagi setelah tari Jaipongan pada tahun 1980 dipentaskan di TVRI stasiun pusat Jakarta. &lt;br /&gt;Dampak dari kepopuleran tersebut lebih meningkatkan frekuensi pertunjukan, baik di media televisi, hajatan maupun perayaan-perayaan &lt;br /&gt;yang diselenggarakan oleh pihak swasta dan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para penggiat seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis &lt;br /&gt;tarian rakyat yang sebelumnya kurang perhatian. Dengan munculnya tari Jaipongan, dimanfaatkan oleh para penggiat seni tari untuk &lt;br /&gt;menyelenggarakan kursus-kursus tari Jaipongan, dimanfaatkan pula oleh pengusaha pub-pub malam sebagai pemikat tamu undangan, dimana &lt;br /&gt;perkembangan lebih lanjut peluang usaha semacam ini dibentuk oleh para penggiat tari sebagai usaha pemberdayaan ekonomi dengan nama &lt;br /&gt;Sanggar Tari atau grup-grup di beberapa daerah wilayah Jawa Barat, misalnya di Subang dengan Jaipongan gaya "kaleran" (utara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas Jaipongan gaya kaleran, yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas, dan kesederhanaan (alami, apa adanya). &lt;br /&gt;Hal itu tercermin dalam pola penyajian tari pada pertunjukannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang &lt;br /&gt;ada di Bandung, juga ada pula tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada seni Jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini &lt;br /&gt;dapat kita temui pada Jaipongan gaya kaleran, terutama di daerah Subang. Dalam penyajiannya, Jaipongan gaya kaleran ini, &lt;br /&gt;sebagai berikut: 1) Tatalu; 2) Kembang Gadung; 3) Buah Kawung Gopar; 4) Tari Pembukaan (Ibing Pola), biasanya dibawakan oleh &lt;br /&gt;penari tunggal atau Sinden Tatandakan (serang sinden tapi tidak bisa nyanyi melainkan menarikan lagu sinden/juru kawih); 5) Jeblokan &lt;br /&gt;dan Jabanan, merupakan bagian pertunjukan ketika para penonton (bajidor) sawer uang (jabanan) sambil salam tempel. Istilah jeblokan &lt;br /&gt;diartikan sebagai pasangan yang menetap antara sinden dan penonton (bajidor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan selanjutnya tari Jaipongan terjadi pada taahun 1980-1990-an, di mana Gugum Gumbira menciptakan tari lainnya seperti &lt;br /&gt;Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Mangut, Iring-iring Daun Puring, Rawayan, dan Tari Kawung Anten. Dari tarian-tarian &lt;br /&gt;tersebut muncul beberapa penari Jaipongan yang handal antara lain Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, &lt;br /&gt;Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepy, Agah, Aa Suryabrata, dan Asep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini tari Jaipongan boleh disebut sebagai salah satu identitas keseniaan Jawa Barat, hal ini nampak pada beberapa acara-acara &lt;br /&gt;penting yang berkenaan dengan tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat, maka disambut dengan pertunjukan tari Jaipongan. &lt;br /&gt;Demikian pula dengan misi-misi kesenian ke manca negara senantiasa dilengkapi dengan tari Jaipongan. Tari Jaipongan banyak mempengaruhi kesenian-kesenian lain yang ada di masyarakat Jawa Barat, baik pada seni pertunjukan wayang, degung, genjring/terbangan, kacapi jaipong, dan hampir semua pertunjukan rakyat maupun pada musik dangdut modern yang dikolaborasikan dengan Jaipong menjadi kesenian Pong-Dut.Jaipongan yang telah diplopori oleh Mr. Nur &amp; Leni&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;    * Ganjar Kurnia. 2003. Deskripsi kesenian Jawa Barat. Dinas Kebudayaan &amp; Pariwisata Jawa Barat, Bandung.&lt;br /&gt;    * wikipedia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-6068113742009594765?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/6068113742009594765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=6068113742009594765' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/6068113742009594765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/6068113742009594765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2009/02/seni-tari-jaipong.html' title='Seni Tari Jaipong'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SY-QWU9a6II/AAAAAAAAACg/7HDZX07pyp4/s72-c/07-009.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-5954331408731959854</id><published>2009-01-21T18:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T00:12:28.501-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni tradisi banjar'/><title type='text'>Seni Budaya Banjar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SXl7n63tGCI/AAAAAAAAACQ/SSdCrB5hSzg/s1600-h/kal.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SXl7n63tGCI/AAAAAAAAACQ/SSdCrB5hSzg/s320/kal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294398762698741794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SXfbPLHWAMI/AAAAAAAAACI/R8CVGOzhQZY/s1600-h/gasing.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SXfbPLHWAMI/AAAAAAAAACI/R8CVGOzhQZY/s320/gasing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293940940725420226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seni tradisional adalah unsur kesenian yang menjadi bagian hidup masyarakat dalam suatu kaum/puak/suku/bangsa tertentu.&lt;br /&gt;Tradisional adalah aksi dan tingkah laku yang keluar alamiah karena kebutuhan dari nenek moyang yang terdahulu.&lt;br /&gt;Tradisi adalah bagian dari tradisional namun bisa musnah karena ketidamauan masyarakat untuk mengikuti tradisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Tradisional Banjar Tak Berbasis Sastra&lt;br /&gt;Suku Banjar mengembangkan seni dan budaya yang cukup lengkap, walaupun pengembangannya belum maksimal, meliputi berbagai bidang seni budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Tari&lt;br /&gt;Seni Tari suku Banjar terbagi menjadi dua, yaitu seni tari yang dikembangkan di lingkungan istana (kraton), dan seni tari yang dikembangkan oleh rakyat. Seni tari kraton ditandai dengan nama "Baksa" yang berasal dari bahasa Jawa (beksan) yang menandakan kehalusan gerak dalam tata tarinya. Tari-tari ini telah ada dari ratusan tahun yang lalu, semenjak zaman hindu, namun gerakan dan busananya telah disesuaikan dengan situasi dan kondisi dewasa ini. Contohnya, gerakan-gerakan tertentu yang dianggap tidak sesuai dengan adab islam mengalami sedikit perubahan. Seni tari daerah Banjar yang terkenal misalnya :&lt;br /&gt;    * Tari Baksa Kembang, dalam penyambutan tamu agung.&lt;br /&gt;    * Tari Baksa Panah&lt;br /&gt;    * Tari Baksa Dadap&lt;br /&gt;    * Tari Baksa Lilin&lt;br /&gt;    * Tari Baksa Tameng&lt;br /&gt;    * Tari Radap Rahayu, dalam upacara perkawinan&lt;br /&gt;    * Tari Kuda Kepang&lt;br /&gt;    * Tari Japin/Jepen&lt;br /&gt;    * Tari Tirik&lt;br /&gt;    * Tari Gandut&lt;br /&gt;Lagu daerah Banjar yang terkenal misalnya :&lt;br /&gt;    * Ampar-Ampar Pisang&lt;br /&gt;    * Sapu Tangan Babuncu Ampat&lt;br /&gt;    * Paris Barantai&lt;br /&gt;    * Lagu Banjar lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Anyaman&lt;br /&gt;Seni anyaman dengan bahan rotan, bambu dan purun sangat artistik. Anyaman rotan berupa tas dan kopiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Lukisan Kaca&lt;br /&gt;Seni lukisan kaca berkembang pada tahun lima puluhan, hasilnya berupa lukisan buroq, Adam dan Hawa dengan buah kholdi, kaligrafi masjid dan sebagainya. Ragam hiasnya sangat banyak diterapkan pada perabot berupa tumpal, sawstika, geometris, flora dan fauna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Tatah/Ukir&lt;br /&gt;Motif jambangan bunga dan tali bapilin dalam seni tatah ukir Banjar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni ukir terdiri atas tatah surut (dangkal) dan tatah babuku (utuh). Seni ukir diterapkan pada kayu dan kuningan. Ukiran kayu diterapkan pada alat-alat rumah tangga, bagian-bagian rumah dan masjid, bagian-bagian perahu dan bagian-bagian cungkup makam. Ukiran kuningan diterapkan benda-benda kuningan seperti cerana, abun, pakucuran, lisnar, perapian, cerek, sasanggan, meriam kecil dan sebagainya. Motif ukiran misalnya Pohon Hayat, pilin ganda, swastika, tumpal, kawung, geometris, bintang, flora binatang, kaligrafi, motif Arabes dan Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencak Silat Kuntau Banjar&lt;br /&gt;Pencak Silat Kuntau Banjar adalah ilmu beladiri yang berkembang di Tanah Banjar dan daerah perantaun suku Banjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Rupa Trimatra (Rumah Adat)&lt;br /&gt;Rumah adat Banjar ada beberapa jenis, tetapi yang paling menonjol adalah Rumah Bubungan Tinggi yang merupakan tempat kediaman raja (keraton). Jenis rumah yang ditinggali oleh seseorang menunjukkan status dan kedudukannya dalam masyarakat. Jenis-jenis rumah Banjar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Rumah Bubungan Tinggi, kediaman raja&lt;br /&gt;   2. Rumah Gajah Baliku, kediaman saudara dekat raja&lt;br /&gt;   3. Rumah Gajah Manyusu, kediaman "pagustian" (bangsawan)&lt;br /&gt;   4. Rumah Balai Laki, kediaman menteri dan punggawa&lt;br /&gt;   5. Rumah Balai Bini, kediaman wanita keluarga raja dan inang pengasuh&lt;br /&gt;   6. Rumah Palimbangan, kediaman alim ulama dan saudagar&lt;br /&gt;   7. Rumah Palimasan (Rumah Gajah), penyimpanan barang-barang berharga (bendahara)&lt;br /&gt;   8. Rumah Cacak Burung (Rumah Anjung Surung), kediaman rakyat biasa&lt;br /&gt;   9. Rumah Tadah Alas&lt;br /&gt;  10. Rumah Lanting, rumah diatas air&lt;br /&gt;  11. Rumah Joglo Gudang&lt;br /&gt;  12. Rumah Bangun Gudang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jukung Banjar&lt;br /&gt;Miniatur jukung gundul suku Banjar&lt;br /&gt;Erik Petersen telah mengadakan penelitian tentang jukung Banjar dalam bukunya Jukungs Boat From The Barito Basin, Borneo. Jukung adalah transportasi khas Kalimantan. Ciri khasnya terletak pada teknik pembuatannya yang mempertahankan sistem pembakaran pada rongga batang kayu bulat yang akan dibuat menjadi jukung. Jenis Jukung :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Jukung Sudur (rangkaan)&lt;br /&gt;         1. Jukung Sudur Biasa&lt;br /&gt;         2. Jukung Sudur Bakapih&lt;br /&gt;         3. Jukung Sudur Anak Ripang&lt;br /&gt;   2. Jukung Patai&lt;br /&gt;         1. Jukung Biasa&lt;br /&gt;         2. Jukung Hawaian&lt;br /&gt;         3. Jukung Kuin&lt;br /&gt;         4. Jukung Pelanjan&lt;br /&gt;         5. Jukung Ripang Hatap&lt;br /&gt;         6. Jukung Pemadang&lt;br /&gt;   3. Jukung Batambit&lt;br /&gt;         1. Jukung Tambangan&lt;br /&gt;         2. Jukung Babanciran&lt;br /&gt;         3. Jukung Undaan&lt;br /&gt;         4. Jukung Parahan&lt;br /&gt;         5. Jukung Gundul&lt;br /&gt;         6. Jukung Pandan Liris&lt;br /&gt;         7. Jukung Tiung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis perahu lainnya misalnya :&lt;br /&gt;   1. Penes&lt;br /&gt;   2. Kelotok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayang Banjar&lt;br /&gt;Wayang Banjar terdiri dari :&lt;br /&gt;   1. Wayang kulit Banjar&lt;br /&gt;   2. Wayang gung/wayang Gong yaitu (wayang orang versi suku Banjar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamanda&lt;br /&gt;Mamanda merupakan seni teater tradisonal suku Banjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi Bananagaan&lt;br /&gt;   1. Naga Badudung&lt;br /&gt;   2. Kepala Naga Gambar Sawit&lt;br /&gt;   3. Kepala Naga Darat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madihin&lt;br /&gt;oleh Tajuddin Noor Ganie, MPd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etimologi dan definisi&lt;br /&gt;Madihin berasal dari kata madah dalam bahasa Arab artinya nasihat, tapi bisa juga berarti pujian. Puisi rakyat anonim bergenre Madihin ini cuma ada di kalangan etnis Banjar di Kalsel saja. Sehubungan dengan itu, definisi Madihin dengan sendirinya tidak dapat dirumuskan dengan cara mengadopsinya dari khasanah di luar folklor Banjar.&lt;br /&gt;Tajuddin Noor Ganie (2006) mendefinisikan Madihin dengan rumusan sebagai berikut : puisi rakyat anonim bertipe hiburan yang dilisankan atau dituliskan dalam bahasa Banjar dengan bentuk fisik dan bentuk mental tertentu sesuai dengan konvensi yang berlaku secara khusus dalam khasanah folklor Banjar di Kalsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk fisik&lt;br /&gt;Masih menurut Ganie (2006), Madihin merupakan pengembangan lebih lanjut dari pantun berkait. Setiap barisnya dibentuk dengan jumlah kata minimal 4 buah. Jumlah baris dalam satu baitnya minimal 4 baris. Pola formulaik persajakannya merujuk kepada pola sajak akhir vertikal a/a/a/a, a/a/b/b atau a/b/a/b. Semua baris dalam setiap baitnya berstatus isi (tidak ada yang berstatus sampiran sebagaimana halnya dalam pantun Banjar) dan semua baitnya saling berkaitan secara tematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madihin merupakan genre/jenis puisi rakyat anonim berbahasa Banjar yang bertipe hiburan. Madihin dituturkan di depan publik dengan cara dihapalkan (tidak boleh membaca teks) oleh 1 orang, 2 orang, atau 4 orang seniman Madihin (bahasa Banjar Pamadihinan). Anggraini Antemas (dalam Majalah Warnasari Jakarta, 1981) memperkirakan tradisi penuturan Madihin (bahasa Banjar : Bamadihinan) sudah ada sejak masuknya agama Islam ke wilayah Kerajaan Banjar pada tahun 1526.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status Sosial dan Sistim Mata Pencaharian Pamadihinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madihin dituturkan sebagai hiburan rakyat untuk memeriahkan malam hiburan rakyat (bahasa Banjar Bakarasmin) yang digelar dalam rangka memperintai hari-hari besar kenegaraan, kedaerahan, keagamaan, kampanye partai politik, khitanan, menghibur tamu agung, menyambut kelahiran anak, pasar malam, penyuluhan, perkawinan, pesta adat, pesta panen, saprah amal, upacara tolak bala, dan upacara adat membayar hajat (kaul, atau nazar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menekuni profesi sebagai seniman penutur Madihin disebut Pamadihinan. Pamadihinan merupakan seniman penghibur rakyat yang bekerja mencari nafkah secara mandiri, baik secara perorangan maupun secara berkelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidak-tidaknya ada 6 kriteria profesional yang harus dipenuhi oleh seorang Pamadihinan, yakni : (1) terampil dalam hal mengolah kata sesuai dengan tuntutan struktur bentuk fisik Madihin yang sudah dibakukan secara sterotipe, (2) terampil dalam hal mengolah tema dan amanat (bentuk mental) Madihin yang dituturkannya, (3) terampil dalam hal olah vokal ketika menuturkan Madihin secara hapalan (tanpa teks) di depan publik, (4) terampil dalam hal mengolah lagu ketika menuturkan Madihin, (5) terampil dalam hal mengolah musik penggiring penuturan Madihin (menabuh gendang Madihin), dan (6) terampil dalam hal mengatur keserasian penampilan ketika menuturkan Madihin di depan publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi Bamadihinan masih tetap lestari hingga sekarang ini. Selain dipertunjukkan secara langsung di hadapan publik, Madihin juga disiarkan melalui stasiun radio swasta yang ada di berbagai kota besar di Kalsel. Hampir semua stasiun radio swasta menyiarkan Madihin satu kali dalam seminggu, bahkan ada yang setiap hari. Situasinya menjadi semakin bertambah semarak saja karena dalam satu tahun diselenggarakan beberapa kali lomba Madihin di tingkat kota, kabupaten, dan provinsi dengan hadiah uang bernilai jutaan rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya di Kalsel, Madihin juga menjadi sarana hiburan alternatif yang banyak diminati orang, terutama sekali di pusat-pusat pemukiman etnis Banjar di luar daerah atau bahkan di luar negeri. Namanya juga tetap Madihin. Rupa-rupanya, orang Banjar yang pergi merantau ke luar daerah atau ke luar negeri tidak hanya membawa serta keterampilannya dalam bercocok tanam, bertukang, berniaga, berdakwah, bersilat lidah (berdiplomasi), berkuntaw (seni bela diri), bergulat, berloncat indah, berenang, main catur, dan bernegoisasi (menjadi calo atau makelar), tetapi juga membawa serta keterampilannya bamadihinan (baca berkesenian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Pamadihinan yang menekuni pekerjaan ini secara profesional dapat hidup mapan. Permintaan untuk tampil di depan publik relatif tinggi frekwensinya dan honor yang mereka terima dari para penanggap cukup besar, yakni antara 500 ribu sampai 1 juta rupiah. Beberapa orang di antaranya bahkan mendapat rezeki nomplok yang cukup besar karena ada sejumlah perusahaan kaset, VCD, dan DVD di kota Banjarmasin yang tertarik untuk menerbitkan rekaman Madihin mereka. Hasil penjualan kaset, VCD, dan DVD tersebut ternyata sangatlah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu kala, ketika etnis Banjar di Kalsel masih belum begitu akrab dengan sistem ekonomi uang, imbalan jasa bagi seorang Pamadihinan diberikan dalam bentuk natura (bahasa Banjar : Pinduduk). Pinduduk terdiri dari sebilah jarum dan segumpal benang, selain itu juga berupa barang-barang hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan Madihin di Luar Daerah Kalsel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madihin tidak hanya disukai oleh para peminat domestik di daerah Kalsel saja, tetapi juga oleh para peminat yang tinggal di berbagai kota besar di tanah air kita. Salah seorang di antaranya adalah Pak Harto, Presiden RI di era Orde Baru ini pernah begitu terkesan dengan pertunjukan Madihin humor yang dituturkan oleh pasangan Pamadihinan dari kota Banjarmasin Jon Tralala dan Hendra. Saking terkesannya, beliau ketika itu berkenan memberikan hadiah berupa ongkos naik haji plus (ONH Plus) kepada Jon Tralala. Selain Jhon Tralala dan Hendra, di daerah Kalsel banyak sekali bermukim Pamadihinan terkenal, antara lain : Mat Nyarang dan Masnah pasangan Pamadihinan yang paling senior di kota Martapura), Rasyidi dan Rohana(Tanjung), Imberan dan Timah (Amuntai), Nafiah dan Mastura Kandangan), Khair dan Nurmah (Kandangan), Utuh Syahiban Banjarmasin), Syahrani (Banjarmasin), dan Sudirman(Banjarbaru). Madihin mewakili Kalimantan Timur pada Festival Budaya Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datu Madihin, Pulung Madihin, dan Aruh Madihin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu kala, Pamadihinan termasuk profesi yang lekat dengan dunia mistik, karena para pengemban profesinya harus melengkapi dirinya dengan tunjangan kekuatan supranatural yang disebut Pulung. Pulung ini konon diberikan oleh seorang tokoh gaib yang tidak kasat mata yang mereka sapa dengan sebutan hormat Datu Madihin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulung difungsikan sebagai kekuatan supranatural yang dapat memperkuat atau mempertajam kemampuan kreatif seorang Pamadihinan. Berkat tunjangan Pulung inilah seorang Pamadihinan akan dapat mengembangkan bakat alam dan kemampuan intelektualitas kesenimanannya hingga ke tingkat yang paling kreatif (mumpuni). Faktor Pulung inilah yang membuat tidak semua orang Banjar di Kalsel dapat menekuni profesi sebagai Pamadihinan, karena Pulung hanya diberikan oleh Datu Madihin kepada para Pamadihinan yang secara genetika masih mempunyai hubungan darah dengannya (hubungan nepotisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datu Madihin yang menjadi sumber asal-usul Pulung diyakini sebagai seorang tokoh mistis yang bersemayam di Alam Banjuran Purwa Sari, alam pantheon yang tidak kasat mata, tempat tinggal para dewa kesenian rakyat dalam konsep kosmologi tradisonal etnis Banjar di Kalsel. Datu Madihin diyakini sebagai orang pertama yang secara geneologis menjadi cikal bakal keberadaan Madihin di kalangan etnis Banjar di Kalsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, Pulung harus diperbarui setiap tahun sekali, jika tidak, tuah magisnya akan hilang tak berbekas. Proses pembaruan Pulung dilakukan dalam sebuah ritus adat yang disebut Aruh Madihin. Aruh Madihin dilakukan pada setiap bulan Rabiul Awal atau Zulhijah. Menurut Saleh dkk (1978:131), Datu Madihin diundang dengan cara membakar dupa dan memberinya sajen berupa nasi ketan, gula kelapa, 3 biji telur ayam kampung, dan minyak likat baboreh. Jika Datu Madihin berkenan memenuhi undangan, maka Pamadihinan yang mengundangnya akan kesurupan selama beberapa saat. Pada saat kesurupan, Pamadihinan yang bersangkutan akan menuturkan syair-syair Madihin yang diajarkan secara gaib oleh Datu Madihin yang menyurupinya ketika itu. Sebaliknya, jika Pamadihinan yang bersangkutan tidak kunjung kesurupan sampai dupa yang dibakarnya habis semua, maka hal itu merupakan pertanda mandatnya sebagai Pamadihinan telah dicabut oleh Datu Madihin. Tidak ada pilihan bagi Pamadihinan yang bersangkutan, kecuali mundur teratur secara sukarela dari panggung pertunjukan Madihin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Tajuddin Noor Ganie, 2006. Jatidiri Puisi Rakyat Etnis Banjar Berbentuk Madihin dalam buku Jatidiri Puisi Rakyat Etnis Banjar di Kalsel, Penerbit Rumah Pustaka Folklor Banjar, Jalan Mayjen Soetoyo S, Gang Sepakat RT 13 Nomor 30, Banjarmasin, 70119).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peribahasa Banjar Berbentuk Puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik Bentuk, Makna, Fungsi, dan Nilai Peribahasa Banjar Berbentuk Puisi&lt;br /&gt;Oleh Tajuddin Noor Ganie, M.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etimologi dan Definisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologis, istilah peribahasa menurut Winstead (dalam Usman, 1954) berasal dari bahasa Sanksekerta pari dan bhasya, yakni bahasa (bhasya)yang yang disusun secara beraturan (pari). Etnis Banjar di Kalsel menyebut peribahasa dengan istilah paribasa (Hapip, 2001:137), istilah ini hampir sama dengan istilah paribasan dalam bahasa Jawa yang digunakan di DI Yogyakarta, Jateng, dan Jatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tajuddin Noor Ganie (2006:1) dalam bukunya berjudul Jatidiri Puisi Rakyat Etnis Banjar di Kalsel, peribahasa Banjar ialah kalimat pendek dalam bahasa Banjar yang pola susunan katanya sudah tetap dengan merujuk kepada suatu format bentuk tertentu (bersifat formulaik), dan sudah dikenal luas sebagai ungkapan tradisional yang menyatakan maksudnya secara samar-samar, terselubung, dan berkias dengan gaya bahasa perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan karakteristik bentuk fisiknya, peribahasa Banjar menurut Ganie (2006:1) dapat dipilah-pilah menjadi 2 kelompok besar, yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Peribahasa Banjar berbentuk puisi, terdiri atas :&lt;br /&gt;         1. Gurindam&lt;br /&gt;         2. Kiasan&lt;br /&gt;         3. Mamang Papadah&lt;br /&gt;         4. Pameo Huhulutan&lt;br /&gt;         5. Saluka&lt;br /&gt;         6. Tamsil&lt;br /&gt;   2. Peribahasa Banjar berbentuk kalimat, terdiri atas :&lt;br /&gt;         1. Ibarat&lt;br /&gt;         2. Papadah&lt;br /&gt;         3. Papatah-patitih&lt;br /&gt;         4. Paribasa&lt;br /&gt;         5. Paumpamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan bentuk fisik antara peribahasa Banjar yang berbentuk puisi dengan peribahasa Banjar yang berbentuk kalimat terletak pada jenis gaya bahasa yang dipergunakannya. Peribahasa berbentuk puisi mempergunakan gaya bahasa perulangan, sementara peribahasa berbentuk kalimat mempergunakan gaya bahasa perbandingan, pertautan, dan pertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan paparan dan contoh-contoh di atas, maka dapat disimpulkan semua ragam/jenis peribahasa Banjar berbentuk puisi, setidak-tidaknya memiliki salah satu dari 3 ciri karakteristik bentuk, yakni : (1) adanya pengulangan atas kosa-kata yang sama, (2) adanya kosa-kata yang hampir sama secara morfologis, dan (3) adanya kosa-kata yang saling bersajak a/a/a/a, a/b/a/b, dan a/b/b/a baik secara vertikal maupun secara horisontal di awal, di tengah, atau di akhir baris/larisk. Ciri-ciri karakteristik bentuk yang demkian itu identik dengan gaya bahasa perulangan (repetisi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Tajuddin Noor Ganie, 2006. Jatidiri Puisi Rakyat Etnis Banjar Berbentuk Peribahasa Berbentuk Puisi dalam Jatidiri Diri Puisi Rakyat Etnis Banjar di Kalsel, Penerbit Rumah Pustaka Folklor Banjar, Jalan Mayjen Soetoyo S, Gang Sepakat RT 13 Nomor 30, Banjarmasin, 70119).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Banjar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peribahasa Banjar Berbentuk Kalimat&lt;br /&gt;Pantun Banjar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib Buruk Pantun Banjar di Kalimantan Selatan&lt;br /&gt;Oleh Tajuddin Noor Ganie, M.Pd. Pengelola Harian Rumah Pustaka Folkor Banjar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etimologi, Definisi, dan Bentuk Fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantun merupakan pengembangan lebih lanjut dari Peribahasa Banjar. Istilah pantun sendiri menurut Brensetter sebagaimana yang dikutipkan Winstead (dalam Usman, 1954) berasal dari akar kata tun yang kemudian berubah menjadi tuntun yang artinya teratur atau tersusun. Hampir mirip dengan tuntun adalah tonton dalam bahasa Tagalog artinya berbicara menurut aturan tertentu (dalam Semi, 1993:146-147).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan asal-usul etimologisnya yang demikian itu, maka pantun memang identik dengan seperangkat kosa-kata yang disusun sedemikian rupa dengan merujuk kepada sejumlah kriteria konvensional menyangkut bentuk fisik dan bentuk mental puisi rakyat anonim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidak-tidaknya ada 6 kriteria konvensional yang harus dirujuk dalam hal bentuk fisik dan bentuk mental pantun ini, yakni : (1) setiap barisnya dibentuk dengan jumlah kata minimal 4 buah, (2) jumlah baris dalam satu baitnya minimal 2 baris (pantun kilat) dan 4 baris (pantun biasa dan pantun berkait), (3) pola formulaik persajakannya merujuk kepada sajak akhir vertikal dengan pola a/a (pantun kilat), a/a/a/a, a/a/b/b, dan a/b/a/b (pantun biasa dan pantun berkait), (4) khusus untuk pantun kilat, baris 1 berstatus sampiran dan baris 2 berstatus isi, (5) khusus untuk pantun biasa dan pantun berkait, baris 1-2 berstatus sampiran dan baris 3-4 berstatus isi, dan (6) lebih khusus lagi, pantun berkait ada juga yang semua barisnya berstatus isi, tidak ada yang berstatus sampiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaidan dkk (1994:143)mendefinisikan pantun sebagai jenis puisi lama yang terdiri atas 4 larik dengan rima akhir a/b/a/b. Setiap larik biasanya terdiri atas 4 kata, larik 1-2 merupakan sampiran, larik 3-4 merupakan isi. Berdasarkan ada tidaknya hubungan antara sampiran dan isi ini, pantun dapat dipilah-pilah menjadi 2 genre/jenis, yakni pantun mulia dan pantun tak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut pantun mulia jika sampiran pada larik 1-2 berfungsi sebagai persiapan isi secara fonetis dan sekaligus juga berfungsi sebagai isyarat isi. Sementara, pantun tak mulia adalah pantun yang sampirannya (larik 1-2) berfungsi sebagai persiapan isi secara fonetis saja, tidak ada hubungan semantik apa-apa dengan isi pantun di larik 3-4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Rani (1996:58) mendefinsikan pantun sebagai jenis puisi lama yang terdiri atas 4 baris dalam satu baitnya. Baris 1-2 adalah sampiran, sedang baris 3-4 adalah isi. Baris 1-3 dan 2-4 saling bersajak akhir vertikal dengan pola a/b/a/b.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua suku bangsa di tanah air kita memiliki khasanah pantunnya masing-masing. Menurut Sunarti (1994:2), orang Jawa menyebutnya parikan, orang Sunda menyebutnya sisindiran atau susualan, orang Mandailing menyebutnya ende-ende, orang Aceh menyebutnya rejong atau boligoni, sementara orang Melayu, Minang, dan Banjar menyebutnya pantun. Dibandingkan dengan genre/jenis puisi rakyat lainnya, pantun merupakan puisi rakyat yang murni berasal dari kecerdasan linguistik local genius bangsa Indonesia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah pantun tidak ditemukan padanannya dalam bahasa Banjar, sehubungan dengan itu istilah ini langsung saja diadopsi untuk memberi nama fenomena yang sama yang ada dalam khasanah puisi rakyat anonim berbahasa Banjar (Folklor Banjar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam definisi yang sederhana pantun Banjar adalah pantun yang dilisankan atau dituliskan dalam bahasa Banjar. Definisi pantun Banjar menurut rumusan Tajuddin Noor Ganie (2006) adalah puisi rakyat anonim bertipe hiburan yang dilisankan atau dituliskan dalam bahasa Banjar dengan bentuk fisik dan bentuk mental tertentu sesuai dengan konvensi khusus yang berlaku dalam khasanah folklor Banjar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Sosial Pantun Banjar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa-masa Kerajaan Banjar masih jaya-jayanya (1526-1860), pantun tidak hanya difungsikan sebagai sarana hiburan rakyat semata, tetapi juga difungsikan sebagai sarana retorika yang sangat fungsional, sehingga para tokoh pimpinan masyarakat formal dan informal harus mempelajari dan menguasainya dengan baik, yakni piawai dalam mengolah kosa-katanya dan piawai pula dalam membacakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, di setiap desa juga harus ada orang-orang yang secara khusus menekuni karier sebagai tukang olah dan tukang baca pantun (bahasa Banjar Pamantunan). Uji publik kemampuan atas seorang Pamantunan yang handal dilakukan langsung di depan khalayak ramai dalam ajang adu pantun atau saling bertukar pantun yang dalam bahasa Banjar disebut Baturai Pantun. Para Pamantunan tidak boleh tampil sembarangan, karena yang dipertaruhkan dalam ajang Baturai Pantun ini tidak hanya kehormatan pribadinya semata, tetapi juga kehormatan warga desa yang diwakilinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status Sosial Pamantunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamantunan merupakan seniman penghibur rakyat yang bekerja mencari nafkah secara mandiri dengan mengandalkan kemampuannya dalam mengolah kosa-kata berbahasa Banjar sehingga dapat dijadikan sebagai sarana retorika yang fungional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidak-tidaknya ada 6 kriteria profesional yang harus dipenuhi oleh seorang Pamantunan, yakni : (1) terampil mengolah kosa-katanya sesuai dengan tuntutan yang berlaku dalam struktur bentuk fisik pantun Banjar, (2) terampil mengolah tema dan amanat yang menjadi unsur utama bentuk mental pantun Banjar, (3) terampil mengolah vokal ketika menuturkannya sebagai sarana retorika yang fungsional di depan khalayak ramai, (4) terampil mengolah lagu ketika menuturkannya sebagai sarana retorika yang fungsional, (5) terampil dalam hal olah musik penggiring penuturan pantun (menabuh gendang pantun), dan (6) terampil dalam menata keserasian penampilannya sebagai seorang Pamantunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Datu Pantun, Pulung Pantun, dan Aruh Pantun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan profesional yang begitu sulit untuk dipenuhi oleh seorang Pamantunan membuatnya tergoda untuk memperkuat tenaga kreatifnya dengan cara-cara yang bersifat magis, akibatnya, profesi Pamantunan pada zaman dahulu kala termasuk profesi kesenimanan yang begitu lekat dengan dunia mistik. Dalam hal ini sudah menjadi kelaziman di kalangan Pamantunan ketika itu untuk memperkuat atau mempertajam kemampuan kreatif profesionalnya dengan kekuatan supranatural yang disebut Pulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulung adalah kekuatan supranatural yang berasal dari alam gaib yang diberikan oleh Datu Pantun. Konon, berkat Pulung inilah seorang Pamantunan dapat mengembangkan bakat alam dan intelektualitasnya hingga ke tingkat yang paling kreatif (mumpuni).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor Pulung inilah yang membuat tidak semua orang Banjar di Kalsel dapat menekuni profesi sebagai Pamantunan, karena Pulung hanya diberikan kepada oleh Datu Pantun kepada Pamantunan yang secara genetika masih mempunyai hubungan darah dengannya (hubungan nepotisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datu Pantun adalah seorang tokoh mistis yang bersemayam di Alam Banjuran Purwa Sari, alam pantheon yang tidak kasat mata, tempat tinggal para dewa kesenian rakyat. Datu Pantun diyakini sebagai orang pertama yang secara geneologis menjadi cikal bakal pantun di kalangan etnis Banjar di Kalsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, Pulung harus diperbarui setiap tahun, jika tidak, maka tuah magisnya akan hilang tak berbekas lagi. Proses pembaruan Pulung dilakukan dalam sebuah ritus adat yang khusus digelar untuk itu, yakni Aruh Pantun. Aruh Pantun dilaksanakan pada malam-malam gelap tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29) di bulan Rabiul Awal atau Zulhijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datu Pantun diundang berhadir dengan cara membakar dupa dan memberinya sajen berupa nasi ketan, gula kelapa, 3 biji telur ayam kampung, dan minyak likat baboreh secukupnya. Jika Datu Pantun berkenan memenuhi undangan, maka Pamantunan yang bersangkutan akan kesurupan (trance) selama beberapa saat. Sebaliknya, jika Pamantunan tak kunjung kesurupan itu berarti mandatnya sebagai seorang Pamantunan sudah dicabut oleh Datu Pantun. Tidak pilihan baginya kecuali mundur secara teratur dari panggung Baturai Pantun (pensiun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantun Banjar Masa Kini : Bernasib Buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman sekarang ini, pantun, khususnya pantun Banjar, tidak lagi menjadi puisi rakyat yang fungsional di Kalsel. Sudah puluhan tahun tidak ada lagi forum Baturai Pantun yang digelar secara resmi sebagai ajang adu kreatifitas bagi para Pamantunan yang tinggal di desa-desa di seluruh daerah Kalsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantun Banjar yang masih bertahan hanya pantun adat yang dibacakan pada kesempatan meminang atau mengantar pinengset (bahasa Banjar Patalian). Selebihnya, pantun Banjar cuma diselipkan sebagai sarana retorika bernuansa humor dalam pidato-pidato resmi para pejabat atau dalam naskah-naskah tausiah para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah, seiring dengan maraknya otonomi daerah sejak tahun 2000 yang lalu, ada juga para pihak yang mulai peduli dan berusaha untuk menghidupkan kembali Pantun Banjar sebagai sarana retorika yang fungsional (bukan sekedar tempelan). Ada yang berinisiatif menggelar pertunjukan eksibisi Pantun Banjar di berbagai kesempatan formal dan informal, memperkenalkannya melalui publikasi di berbagai koran/majalah, melalui siaran khusus yang bersifat insidental di berbagai stasiun radio milik pemerintah atau swasta, dan ada pula yang berinisiatif mememasukannya sebagai bahan pengajaran muatan lokal di sekolah-sekolah yang ada di seantero daerah Kalsel. Tulisan saya di Wikipedia ini boleh jadi termasuk salah satu usaha itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini di Kalsel sudah beberapa puluh kali digelar kegiatan lomba tulis Pantun Banjar bagi para peserta di berbagai tingkatan usia. Tidak ketinggalan Stasiun TVRI Banjamasin juga sudah membuka acara Baturai Pantun yang digelar seminggu sekali oleh Bapak H. Adjim Arijadi dengan pembawa acara Jon Tralala, Rahmi Arijadi, dan kawan-kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Rujukan : Tajuddin Noor Ganie, 2006. Identitas Puisi Rakyat Berbentuk Pantun Banjar dalam buku Identitas Puisi Rakyat Etnis Banjar di Kalsel, Penerbit Rumah Pustaka Folklor Banjar, Jalan Mayjen Soetoyo S, Gang Sepakat RT 13 Nomor 30, Banjarmasin, 70119, Propinsi Kalimantan Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : wikipedia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-5954331408731959854?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/5954331408731959854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=5954331408731959854' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/5954331408731959854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/5954331408731959854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2009/01/seni-budaya-banjar.html' title='Seni Budaya Banjar'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SXl7n63tGCI/AAAAAAAAACQ/SSdCrB5hSzg/s72-c/kal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-8489163559383067926</id><published>2009-01-18T18:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T18:31:48.067-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kolintang'/><title type='text'>Musik Kolintang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SXPl4lZGoWI/AAAAAAAAACA/ivVsCQVQGKc/s1600-h/et.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 232px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SXPl4lZGoWI/AAAAAAAAACA/ivVsCQVQGKc/s320/et.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292826747363303778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Luar Negeri Mengagumi&lt;br /&gt;Harmoni Musik Pukul Kayu&lt;br /&gt;          Bila kita menyebut wilayah Sulawesi Utara, banyak orang mungkin hanya mengetahui tentang wisata laut yang indah di Bunaken. Atau bubur Manado, makanan khas yang sudah merambah ke seluruh wilayah Indonesia.&lt;br /&gt;Tapi mungkin banyak orang yang lupa atau tidak memperhatikan lagi tentang alat musik khas Sulawesi Utara yakni Kolintang. Alat musik dari kayu lokal yang ringan namun kuat ini aslinya berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara, dan sudah dikenal sejak puluhan tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Permainan musik Kolintang bukanlan bersifat individual. Alat musik ini minimal harus dimainkan oleh enam orang dengan fungsi masing-masing. Misalnya memegang melodi, gitar, ukulele, banjo, dan bas.&lt;br /&gt;Sejarahnya, alat musik ini ditemukan oleh seorang pria asal Minahasa yang bernama Lintang. Nama kolintang berasal dari suara tong (nada rendah), ting (nada tinggi), dan tang (nada biasa).&lt;br /&gt;        Kolintang biasa dimainkan untuk mengisi berbagai acara, seperti pesta pernikahan, penyambutan, peresmian, pengucapan syukur, keagamaan, dan pada acara pertandingan. Hingga kini, masih banyak pewaris-pewaris budaya yang terus melestarikan Kolintang. Bahkan hingga ke sekolah-sekolah, banyak dipelajari cara memainkan alat musik Kolintang.&lt;br /&gt;        Masih banyak perajin alat musik Kolintang di Sulut, bahkan asli orang Sulut yang sudah bermukim di daerah lain. Untuk membuat Kolintang, kita harus mengenali jenis kayu dan menentukan kayu tertentu untuk not atau tangga lagu tertentu pula.&lt;br /&gt;Satu set kolintang biasanya dibutuhkan waktu antara tiga pekan hingga satu bulan.&lt;br /&gt;Satu set alat musik kolintang, terdiri dari sembilan jenis alat musik, mulai dari melodi, penggiring hingga celo dan bass serta dijual dengan harga Rp 25,25 juta. Penutup kolintang dijual Rp 150.000, pemukul kolintang satu set Rp 500.000 dan stan partitur kolintang per satuan seharga Rp 150.000. Namun harga tersebut bukan standar secara keseluruhan penjualan, karena harga tergantung kualitas dan banyaknya alat musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dan yang bagus untuk musik kolintang adalah kayu waru gunung dan cempaka. Kayu dengan bentuk yang pendek akan menghasilkan tangga lagu yang tinggi. Sebaliknya, kayu yang panjang akan menghasilkan tangga lagu (not) yang rendah.&lt;br /&gt;Pada awalnya, Kolintang sempat dilarang dimainkan pada masa penjajahan Belanda. Sebabnya Kolintang digunakan untuk mengiringi upacara ritual pemujaan arwah leluhur oleh masyarakat setempat.&lt;br /&gt;        Seiring dengan waktu, ternyata Kolintang tidak hanya digemari di Sulut, tapi juga di daerah lain termasuk di Jawa. Sambutan publik terhadap kehadiran kolintang yang diiringi gitar, ukulele, dan string bas ini ternyata luar biasa. Bahkan, kolintang saat itu sempat menjadi salah satu media kampanye.&lt;br /&gt;         Selanjutnya, Kolintang terus berkembang. Di mana tidak sedikti kelompok musik yang sudah pentas melanglang ke berbagai negara di dunia, seperti Singapura, Australia, Belanda dan sekitarnya hingga Jerman, Amerika Serikat, dan Inggris. Kolintang juga sempat tampil di Swiss, Denmark, Swedia, dan Norwegia.&lt;br /&gt;Di era 1990-an, Kolintang sangat populer bagi masyarakat di dalam negeri maupun luar negeri. Pembuat Kolintang pun mulai menjamur.&lt;br /&gt;          Pemesanan dari luar negeri terus mengalir, antara lain dari Australia, China, Korea Selatan, Hong Kong, Swiss, Kanada, Jerman, Belanda, dan Amerika Serikat. Hampir semua kedutaan besar Indonesia di dunia mengoleksi alat musik kolintang buatannya. Juga Twilite Orchestra pimpinan Addie MS memercayakan penggunaan alat musik kolintang dalam konser yang menggunakan alat musik kolintang.&lt;br /&gt;          Kini, alat musik Kolintang banyak digunakan dalam berbagai pagelaran di dalam maupun luar negeri. Selain harmoni dari berbagai nada yang terdengar indah, lantunan suara Kolintang juga mampu memukau orang yang mendengarnya. Bahkan Luar Negeri pun hingga kini masih menganggumi harmoni musik pukul kayu ini. (Andrian Novery Copy Right ©2000 Suara Karya Online&lt;br /&gt;Powered by Hanoman-i&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-8489163559383067926?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/8489163559383067926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=8489163559383067926' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/8489163559383067926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/8489163559383067926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2009/01/musik-kolintang.html' title='Musik Kolintang'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SXPl4lZGoWI/AAAAAAAAACA/ivVsCQVQGKc/s72-c/et.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-2419601094488453306</id><published>2009-01-18T17:59:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T18:08:20.967-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagu daerah'/><title type='text'>Daftar Nama Lagu Daerah Musik Tradisional</title><content type='html'>Daftar Nama Lagu Daerah Musik Tradisional Khas Budaya Nasional - Kebudayaan Nusantara Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Ampar-Ampar Pisang berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan&lt;br /&gt;Lagu Anak Kambing Saya berasal dari daerah / provinsi NTT&lt;br /&gt;Lagu Angin Mamiri berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;Lagu Anju Ahu berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;br /&gt;Lagu Apuse berasal dari daerah / provinsi Papua&lt;br /&gt;Lagu Ayam Den Lapeh berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;br /&gt;Lagu Barek Solok berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;br /&gt;Lagu Batanghari berasal dari daerah / provinsi Jambi&lt;br /&gt;Lagu Bolelebo berasal dari daerah / provinsi Nusa Tenggara Barat&lt;br /&gt;Lagu Bubuy Bulan berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;br /&gt;Lagu Bungong Jeumpa berasal dari daerah / provinsi NAD&lt;br /&gt;Lagu Burung Tantina berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;br /&gt;Lagu Butet berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;br /&gt;Lagu Cik-Cik Periuk berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Barat&lt;br /&gt;Lagu Cing Cangkeling berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;br /&gt;Lagu Dago Inang Sarge berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;br /&gt;Lagu Dayung Palinggam berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;br /&gt;Lagu Dek Sangke berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan&lt;br /&gt;Lagu Desaku berasal dari daerah / provinsi NTT&lt;br /&gt;Lagu Esa Mokan berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;br /&gt;Lagu Gambang Suling berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;br /&gt;Lagu Gek Kepriye berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;br /&gt;Lagu Goro-Gorone berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;br /&gt;Lagu Gundul Pacul berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;br /&gt;Lagu Haleleu Ala De Teang berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;br /&gt;Lagu Fluhatee berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;br /&gt;Lagu llir-llir berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;br /&gt;Lagu Indung-Indung berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Timur&lt;br /&gt;Lagu Injit-Injit Semut berasal dari daerah / provinsi Jambi&lt;br /&gt;Lagu Jali-Jali berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta&lt;br /&gt;Lagu Jamuran berasal dari daerah / provinsi Jawa Tengah&lt;br /&gt;Lagu Kabile-bile berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan&lt;br /&gt;Lagu Kalayar berasal dari daerah / provinsi Kalimatan Tengah&lt;br /&gt;Lagu Kambanglah Bungo berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;br /&gt;Lagu Kampung nan Jauh Di Mato berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;br /&gt;Lagu Ka Parak Tingga berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;br /&gt;Lagu Keraban Sape berasal dari daerah / provinsi Jawa Timur&lt;br /&gt;Lagu Keroncong Kemayoran berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta&lt;br /&gt;Lagu Kicir-Kicir berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta&lt;br /&gt;Lagu Kole-Kole berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;br /&gt;Lagu Lalan Belek berasal dari daerah / provinsi Bengkulu&lt;br /&gt;Lagu Lembah Alas berasal dari daerah / provinsi NAD&lt;br /&gt;Lagu Lipang Lipangdang berasal dari daerah / provinsi Lampung&lt;br /&gt;Lagu Lisoi berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;br /&gt;Lagu Macep-cepetan berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;br /&gt;Lagu Madedek Magambiri berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;br /&gt;Lagu Malam Baiko berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;br /&gt;Lagu Mande-Mande berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;br /&gt;Lagu Manuk Dadali berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;br /&gt;Lagu Ma Rencong berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;Lagu Mejangeran berasal dari daerah / provinsi Baii&lt;br /&gt;Lagu Meriam Tomong berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;br /&gt;Lagu Meyong-Meyong berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;br /&gt;Lagu Moree berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;br /&gt;Lagu Na Sonang Dohita Nadua berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;br /&gt;Lagu Ngusak Asik berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;br /&gt;Lagu Nuluya berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Tengah&lt;br /&gt;Lagu 0 Ina Ni Keke berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;br /&gt;Lagu Ole Sioh berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;br /&gt;Lagu 0 Re Re berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;br /&gt;Lagu Orlen-Orlen berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;br /&gt;Lagu 0 Ulate berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;br /&gt;Lagu Pai Mura Rame berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;br /&gt;Lagu Pakarena berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Selatan&lt;br /&gt;Lagu Palu Lempong Pupoi berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Tengah&lt;br /&gt;Lagu Panon Hideung berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;br /&gt;Lagu Paris Barantai berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan&lt;br /&gt;Lagu Peia Tawa-Tawa berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Tenggara&lt;br /&gt;Lagu Pileuleuyan berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;br /&gt;Lagu Pinang Muda berasal dari daerah / provinsi Jambi&lt;br /&gt;Lagu Pitik Tukung berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta&lt;br /&gt;Lagu Potong Bebek berasal dari daerah / provinsi NTT&lt;br /&gt;Lagu Putri Ayu berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;br /&gt;Lagu Rambadia berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;br /&gt;Lagu Rang Talu berasal dari daerah / provinsi Sumatra Barat&lt;br /&gt;Lagu Rasa Sayang-Sayange berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;br /&gt;Lagu Ratu Anom berasal dari daerah / provinsi Bali&lt;br /&gt;Lagu Saputanga Bapuncu Ampat berasal dari daerah / provinsi Kalimantan Selatan&lt;br /&gt;Lagu Sarinande berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;br /&gt;Lagu Selendang Mayang berasal dari daerah / provinsi Jambi&lt;br /&gt;Lagu Sengko-Sengko berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;br /&gt;Lagu Sepakat Segenap berasal dari daerah / provinsi DI Aceh&lt;br /&gt;Lagu Sinanggar Tulo berasal dari daerah / provinsi Sumatera Utara&lt;br /&gt;Lagu Sing Sing So berasal dari daerah / provinsi Sumatra Utara&lt;br /&gt;Lagu Sinom berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta&lt;br /&gt;Lagu Sipatokahan berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;br /&gt;Lagu Sitara Tillo berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;br /&gt;Lagu Soleram berasal dari daerah / provinsi Riau&lt;br /&gt;Lagu Surilang berasal dari daerah / provinsi DKI Jakarta&lt;br /&gt;Lagu Suwe Ora Jamu berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta&lt;br /&gt;Lagu Tahanusangkara berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Utara&lt;br /&gt;Lagu Tanduk Majeng berasal dari daerah / provinsi Jawa Timur&lt;br /&gt;Lagu Tanase berasal dari daerah / provinsi Maluku&lt;br /&gt;Lagu Tari Tanggai berasal dari daerah / provinsi Sumatra Selatan&lt;br /&gt;Lagu Tebe O Nana berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;br /&gt;Lagu Tekate Dipanah berasal dari daerah / provinsi DI Yogyakarta&lt;br /&gt;Lagu Tokecang berasal dari daerah / provinsi Jawa Barat&lt;br /&gt;Lagu Tondok Kadindangku berasal dari daerah / provinsi Sulawesi Tengah&lt;br /&gt;Lagu Tope Gugu berasal dari daerah / provinsi SulawesiTengah&lt;br /&gt;Lagu Tumpi Wayu berasal dari daerah / provinsi KalimantanTengah&lt;br /&gt;Lagu Tutu Koda berasal dari daerah / provinsi NTB&lt;br /&gt;Lagu Yamko Rambe Yamko berasal dari daerah / provinsi Papua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Info Tambahan :&lt;br /&gt;Anda bisa mencari lirik lagu daerah kesayangan anda pada fitur search yang ada pada situs organisasi.org :)&lt;br /&gt;Kami hanya mempublikasikan lirik lagu yang non komersil saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :http://organisasi.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-2419601094488453306?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/2419601094488453306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=2419601094488453306' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/2419601094488453306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/2419601094488453306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2009/01/daftar-nama-lagu-daerah-musik.html' title='Daftar Nama Lagu Daerah Musik Tradisional'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-7359711770522685570</id><published>2009-01-06T19:22:00.000-08:00</published><updated>2009-01-06T19:59:37.557-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Festival Gamelan'/><title type='text'>Festival Gamelan For The Young 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SWQoOCYZmFI/AAAAAAAAAB4/JdjQgnoS0cU/s1600-h/a..ila.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 272px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SWQoOCYZmFI/AAAAAAAAAB4/JdjQgnoS0cU/s320/a..ila.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288396084062296146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SWQoN_61K-I/AAAAAAAAABw/cgwjydzfu30/s1600-h/aaass.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 230px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SWQoN_61K-I/AAAAAAAAABw/cgwjydzfu30/s320/aaass.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288396083401403362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SWQoNrKK4II/AAAAAAAAABo/8YMeqThmMpk/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SWQoNrKK4II/AAAAAAAAABo/8YMeqThmMpk/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288396077828595842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SWQoNe4MhJI/AAAAAAAAABg/EaII-0W_DYo/s1600-h/aa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SWQoNe4MhJI/AAAAAAAAABg/EaII-0W_DYo/s320/aa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288396074531980434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berkaca Dari&lt;br /&gt;Festival Gamelan For The Young 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 19 Desember 2008 malam, suasana di sekolah Santa Laurensia malam itu mendadak penuh dengan hingar-bingar musik gamelan, mulai dari gamelan Bali, Jawa dan Sunda. Festival gamelan ini diikuti oleh beberapa sekolah diantaranya, Santa Laurensia, PIS Madania Bogor, Santa Ursula, Bogor Raya, Regina Pacis dan Sang Timur. Sebelumnya tanggal 18 Desember 2008 juga diadakan sarasehan tentang musik gamelan dengan narasumber, Dwiki Darmawan dan Rahayu Supanggah yang dedikasi dan prestasi musiknya telah diakui oleh dunia internasional. &lt;br /&gt;Dalam sarasehan tersebut kedua narasumber memberikan ilmu dan pengalamannya tentang musik gamelan di panggung dunia musik internasional, bahkan menurut Rahayu Supanggah di Singapura, pelajaran musik gamelan diwajibkan untuk dipelajari bagi siswa-siswi SD di Singapura sebagai bagian dari pendidikan karakter mereka, di amerika hingga saat ini telah terdapat sekitar 600 gamelan 80% diantaranya adalah gamelan jawa dan sisanya gamelan bali dan sunda. Bahkan Malaysia baru-baru ini juga telah mengadakan festival gamelan bertaraf internasional.&lt;br /&gt;Mengapa dunia luar begitu mengagumi dan melihat musik gamelan sebagai musik masa depan dan wajib untuk segera di kuasai. Alasannya adalah musik gamelan adalah sebuah alat musik yang dimainkan secara kolektivitas, tak ada yang lebih penting di semua instrument gamelan,  keseluruhannya adalah bagian yang tak terpisahkan sehingga kerjasama adalah hal mutlak yang harus dikedepankan untuk dapat memainkan gamelan. Musik gamelan menekankan pada toleransi, kerjasama, dan tentu saja melatih rasa/batiniah sehingga akan didapatkan kehalusan dan keseimbangan emosi.&lt;br /&gt;Hal-hal demikianlah yang ternyata menarik minat dunia luar untuk menekuni musik gamelan, selain memang ada indikasi bahwa musik klasik barat yang kaku dan serius telah menemui titik kejenuhannya sehingga musik-musik dari dunia timur pelan-pelan dan pasti telah merasuki dunia barat, dan menurut Prof. Dr. Rahayu Supanggah sebagian negara di timur tengah pun telah mulai mempelajari musik gamelan.&lt;br /&gt;Adanya festival gamelan di Laurensia School dapat dijadikan tonggak kebangkitan musik tradisional sebagai tuan rumah negeri sendiri, khususnya di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Keragaman gamelan dari berbagai genre (Bali, Jawa, Sunda) dalam satu panggung telah memberi warna dan gairah bagi siswa/siswi maupun institusi pendidikan untuk menampilkan ketrampilan mereka secara maksimal. Di Yogyakarta ada Festival Gamelan Internasional, Festival Gamelan Gaul, di Solo ada festival musik tradisional internasional dan di Jakarta embrio festival gamelan telah hadir dan tinggal menunggu dan menanti langkah berikutnya, semoga tetap berkelanjutan dan menemukan bentuk yang lebih sempurna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-7359711770522685570?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/7359711770522685570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=7359711770522685570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/7359711770522685570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/7359711770522685570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2009/01/festival-gamelan-for-young-2008.html' title='Festival Gamelan For The Young 2008'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SWQoOCYZmFI/AAAAAAAAAB4/JdjQgnoS0cU/s72-c/a..ila.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-5513222744907035406</id><published>2009-01-04T22:16:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T17:42:32.983-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sandur Bojonegoro'/><title type='text'>Seni Sandur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SWK21m9Df2I/AAAAAAAAAAo/oDBJhCW9kWs/s1600-h/sandur.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SWK21m9Df2I/AAAAAAAAAAo/oDBJhCW9kWs/s320/sandur.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287989944592334690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KESENIAN SANDUR&lt;br /&gt;(Teater Rakyat Yang Hampir Punah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seni pertunjukan Sandur dapat dikategorikan sebagai seni pertunjukan tradisional yang berbentuk teater tradisional. Sebagai bentuk teater tradisional, Sandur memiliki ciri-ciri yang sama dengan  teater tradisonal daerah lainnya yaitu mempunyai sifat  yang sederhana dalam penyajiannya. &lt;br /&gt;Sebagai bentuk teater tradisional, seni pertunjukan Sandur mempunyai unsur cerita (drama), Tari, Karawitan, Akrobatik (Kalongking) juga  terdapat unsur-unsur mistis, karena dalam setiap pementasanya selalu menghadirkan Danyang (roh halus). &lt;br /&gt;Asal- usul Kesenian Sandur.&lt;br /&gt; kesenian sandur berasal dari permainan anak-anak yang kemudian berkembang menjadi sebuah produk kesenian yang bertumpu pada upacara ritual. Karena sulitnya mencari bahan referensi dan minimnya studi tentang kesenian ini, maka awal keberadaannya tidak diketahui. Namun dari proses wawancara dengan para tokoh kesenian Sandur yang masih ada, dapat diperoleh keterangan bahwa Sandur ada sejak jaman kerajaan yang masih ,menganut aliran kepercayaan atau animisme.&lt;br /&gt; Kata Sandur ada beberapa versi yang di antaranya dari kata  san  yang berarti selesai panen (isan) dan dhur yang berarti ngedhur. Dari sumber lain mengatakan bahwa sandur berasal dari bahasa Belanda yaitu soon yang berarti anak-anak dan door yang berarti meneruskan. Sumber lain juga menyebutkan bahwa Sandur yang terdiri dari berbagai cerita tersebut dengan sandiwara ngedur, artinya kesenian itu terjadi karena berisi tentang berbagai macam cerita yang tak akan habis sampai pagi.6&lt;br /&gt; Pada sekitar tahun 1960-an Kesenian ini mengalami kemajuan yang sangat pesat, hampir di setiap  desa di kecamatan kota Bojonegoro memiliki  kelompok kesenian sandur.7 Kemudian pada tahun 1965 setelah meletusnya peristiwa G 30 S/PKI kesenian Sandur mengalami kemunduran yang sangat drastis. Hal ini disebabkan Sandur dicurigai telah disusupi oleh Lembaga Kesenian Rakyat (Organisasi massa milik PKI). Situasi politik pada saat itu membuat kesenian Sandur ini terpojok dan mengalami kemunduran. Masyarakat pendukungnya menjadi antipati terhadap kesenian tersebut. Hingga pada tahun 1978 kesenian ini muncul kembali, dan baru pada tahun 1993 Sandur mulai dipentaskan kembali pada festival kesenian rakyat  berkat usaha dari seniman setempat bekerja sama dengan Departemen Penerangan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayan. Hingga sampai saat ini kesenian Sandur telah beberapa kali dipentaskan.  &lt;br /&gt;Keberadaan Seni Pertunjukan Sandur.&lt;br /&gt;Kesenian tradisional, khususnya seni pertunjukan rakyat tradisional yang dimiliki, hidup dan berkembang dalam masyarakat, sebenarnya mempunyai fungsi penting. Hal ini terlihat terutama dalam dua segi, yaitu daya jangkau penyebarannya dan fungsi sosialnya. Dari segi penyebaran, seni pertunjukan rakyat memiliki wilayah jangkauan yang meliputi seluruh lapisan masyarakat. Dari segi fungsi sosialnya, daya tarik pertunjukan rakyat terletak pada kemampuannya sebagai pembangun dan pemelihara solidaritas kelompok. Dengan demikian seni pertunjukan tradisional itu memiliki nilai dan fungsi bagi kehidupan masyarakat pemangkunya.&lt;br /&gt;Seni pertunjukan Sandur berasal dari permainan anak-anak yang kemudian berkembang menjadi upacara ritual. Sandur adalah sebuah produk budaya masyarakat Bojonegoro, khususnya Desa Ledok Kulon. Kehadirannya sebagai  bentuk media interaksi dalam norma kehidupan. Kesenian ini hadir karena solidaritas  masyarakatnya atas nilai tersebut, dalam organisasi kelompok masyarakat setempat. Dalam kehidupan komunal telah hadir sebuah peradaban baru yang biasa disebut dengan era transformasi. Era tersebut membawa sistem nilai baru dalam masyarakatnya dengan masuknya listrik ke daerah ini serta hadirnya aneka barang elektronik yang melengkapi kehidupan mereka, produk tersebut memberikan wawasan baru yang datangnya tidak terkendali. Terlebih dengan merebaknya stasiun televisi yang operasionalnya cenderung menayangkan acara impor, telah menyebabkan ketidakseimbangan informasi. Hal ini akan berakibat buruknya tingkah laku remaja. Di sadari atau tidak masyarakat Ledok Kulon merupakan masyarakat yang cukup selektif, artinya mereka mampu mempertahankan norma dan adat yang berlaku dalam era transformasi ini. Pada hakikatnya kesenian Sandur bagi masyarakat Desa Ledok Kulon adalah sebagai penyeimbang dalam menghadapi era transformasi, di samping sebagai media informasi dan hiburan.&lt;br /&gt; Sandur berawal dari sebuah bentuk permainan anak-anak, yang dalam perkembangannya lebih berfungsi sebagai ritual. Pertunjukan yang diadakan pada tanah lapang ini fungsi awalnya adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang dicapai.  Pemanggilan roh dan dewa-dewi, perlindungan nenek moyang terhadap kehidupan mereka, merupakan rangkaian maksud diselenggarakannya upacara. Sistem dan nilai yang diterapkan mengandung mitos   norma-norma dasar tata laku dalam hubungan kepentingan vertikal  dan horizontal. Tata nilai tersebut merupakan sebuah warisan pemahaman, bagaimana seharusnya siklus kehidupan  orang Jawa. Kehidupan masyarakat   agraris merupakan pengilhaman bentuk kesenian Sandur yang bermakna upacara kesuburan. Upacara ini rutin dilakukan ketika masa panen  tiba. Kehadiran  berbagai macam agama didaerah ini sedikit banyak telah mempengaruhi bentuk penyajian kesenian Sandur, karena pada saat itu kesenian dan keadaan sosial masyarakatnya merupakan alat politik untuk legitimasi  seorang raja baik pada masa Hindu, Budha maupun pada masa Islam. &lt;br /&gt; Sandur bagi masyarakat berfungsi sebagai media penerangan dan pendidikan, selain sebagai hiburan.  Secara moral Sandur menjadi penyeimbang di era transformasi ini. Penawaran yang dilakukan oleh jaman, dirasakan tidak selalu sesuai dengan irama hidup masyarakat setempat, Muatan lokal yang terdapat didalamnya merupakan esensi hidup  masyarakat, sebagai norma yang harus dipertahankan. Norma-norma tersebut didapatkan dari kehidupan kolektivitas atas wujud dari solidaritas masyarakat berdasarkan kesepakatan nilai norma sebagai hukum adat yang tidak tertulis. Usaha yang dilakukan dengan tidak mengubah bentuk penyajian Sandur merupakan cermin kebutuhan masyarakat atas nilai penyeimbang dan fungsi kesenian ini dalam kehidupan sehari-hari. Tema cerita yang diangkat adalah tentang kehidupan masyarakat sehari-hari, yang merupakan cermin keadaan realitas sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Sarana Penunjang Pertunjukan Sandur.&lt;br /&gt; Seni pertunjukan Sandur adalah seni pertunjukan rakyat yang sederhana, ini dapat diketahui dari bentuk pementasannya yang hanya dilakukan di tanah lapang dan hanya memakai lampu penerangan dari obor. &lt;br /&gt; Sebagai salah satu seni pertunjukan, kesenian Sandur juga memerlukan sarana dan prasarana penunjang dalam pertunjukannya. Sarana penunjang dalam pertunjukan Sandur tersebut adalah : &lt;br /&gt;1. Tempat dan Sarana Pertunjukan.&lt;br /&gt; Seni pertunjukan sandur biasanya dipentaskan di tanah lapang, dibatasi pagar berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 8 x 8 meter yang biasa disebut Blabar Janur kuning, kemudian tali itu diberi hiasan lengkungan janur kuning dan digantungi aneka jajan pasar, selain itu juga terdapat ketupat dan lontong ketan atau lepet. Dua batang bambu jenis ori ditancapkan  dengan ketinggian kurang lebih 10 – 12 meter, di antara bambu tersebut dipasang tali besar yang menghubungkan kedua bambu. Kedua batang bambu beserta talinya tersebut digunakan untuk adegan Kalongking. &lt;br /&gt;Tata cahaya  dalam pertunjukan sandur  adalah obor  mrutu sewu, yaitu sejenis obor yang lubang untuk menyalakan apinya terdapat lebih dari 3 lubang. Obor mrutu sewu  ini terbuat dari bambu, biasanya dari jenis bambu ori. Bambu ori tersebut  memang banyak terdapat di daerah Bojonegoro. Mrutu sewu ini dipasang di sekeliling arena pertunjukan.&lt;br /&gt;Seperti halnya dengan jenis kesenian tradisi lainnya yang selalu menggunakan mantera dan sesaji dalam  pementasan, demikian pula dengan seni pertunjukan Sandur, juga menggunakan mantera dan sesaji. Sesaji ini di buat dengan tujuan agar acara pertunjukan dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Sesaji yang  dipersiapkan antara lain, beras, dupa, cikalan yang bagian tengahnya di beri gula merah, kembang setaman dan kembang boreh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Waktu Penyajian.&lt;br /&gt; Durasi pertunjukan Sandur tidak memiliki  batas waktu tertentu, bisa disajikan 3 hingga 5 jam pertunjukan. Namun seni pertunjukan Sandur biasanya disajikan pada malam hari mulai pukul 21.00 WIB hingga selesai menjelang subuh atau sekitar jam 03.00 WIB. Lama dan singkatnya waktu pertunjukan tergantung situasi dan kondisi permainannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemain. &lt;br /&gt;Jumlah pendukung pementasan Sandur ini sekitar 20 sampai 25 orang, ke 25 orang tersebut terbagi dalam perannya masing-masing yaitu, 2 orang sebagai pemain musik yaitu sebagai Panjak Kendang dan Panjak Gong, 10 sampai 15 orang sebagai Panjak hore, 1 orang pemain Jaranan dan 1 orang Srati (pawang/dukun), 5 orang sebagai pemeran tokoh (Germo, Cawik, Pethak, Balong, Tangsil ), dan 1 orang sebagai pemain Kalongking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Iringan. &lt;br /&gt;Instrumen musik yang digunakan adalah Gong Bumbung dan sebuah Kendang Batangan/Ciblon yang dibantu dengan Panjak Hore  dan berperan sebagai pelantun tembang serta tukang senggak. Semua bentuk iringan yang terdapat dalam seni pertunjukan Sandur memiliki stuktur gending dalam bentuk lancaran, yaitu satu tabuhan yang terdiri dari 4 gatra (16 sabetan ), tabuhan kenong terdapat pada sabetan ke 4, 8, 12 dan 16. Tabuhan kempul terdapat pada sabetan ke 6, 10 dan ke 14, tabuhan ketuk terletak pada ding gatra. Kendangan  yang dipakai adalah pola sekaran pinatut.  Tembang yang digunakan  dalam seni pertunjukan Sandur sangat fungsional, selain sebagai pengiring keluar-masuknya pemain juga berfungsi sebagai mantera pemanggil roh halus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kostum.&lt;br /&gt; Kostum  merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah pertunjukan, begitu juga halnya dengan seni pertunjukan Sandur yang menggunakan kostum untuk membedakan karakter  peran satu dengan karakter peran lainnya. Kostum yang digunakan  oleh para peran merupakan  ciri bagi pemerannya yang mempunyai sifat khusus.&lt;br /&gt;a. Pethak&lt;br /&gt; Kostum yang digunakan oleh tokoh peran Pethak adalah, kuluk, sumping, dan surjan berwarna putih. Tokoh Pethak ini menggambarkan masyarakat kelas bawah yang memiliki karakter pekerja keras, ulet, lugu dan keras dalam pendiriannya.&lt;br /&gt;b. Balong.&lt;br /&gt; Kostum tokoh Balong memakai kuluk, elar, celana cinde dan pakaian hitam. Balong adalah gambaran masyarakat bawah, mempunyai     berkarakter lemah, bodoh, dan mudah putus asa. &lt;br /&gt;c. Tangsil.&lt;br /&gt; Kostum yang dipakai Tangsil adalah jas, dasi, celana panjang dan memakai topi Kompeni. Tokoh ini menggambarkan orang yang sudah mapan, kaya, dewasa, bijaksana dan berwawasan luas.&lt;br /&gt; d. Cawik&lt;br /&gt; Tokoh Cawik biasanya diperankan oleh seorang wanita. Kostum yang dipakai Cawik adalah kostum penari. Tokoh cawik menggambarkan seorang wanita yang berprofesi sebagai  Sindir (penari tayub). &lt;br /&gt;e. Germo.&lt;br /&gt; Tokoh Germo memakai celana komprang hitam, dan iket. Tokoh ini memiliki karakter tua, bijaksana dan merupakan identifikasi sebagai seorang pemimpin. &lt;br /&gt; Tokoh tokoh pendukung lainnya seperti Panjak Kendang, Panjak Gong, Panjak Hore, Tukang Jaran dan pemain Kalongking biasanya memakai kostum seperti petani, yaitu hanya menggunakan celana komprang warna hitam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bentuk Penyajian.&lt;br /&gt; Sandur terdiri dari delapan adegan yang terdapat  dalam tiga babak, sedangkan pergantian babak selalu ditandai dengan tembang yang dilantunkan oleh Panjak Hore. Dalam seni pertunjukan Sandur tembang berfungsi sebagai pengiring keluar masuknya peran dan pergantian adegan, selain itu tembang juga berfungsi sebagai mantera pemanggil roh atau bidadari. Fungsi yang lain adalah sebagai narasi perjalanan tokoh peran. Ketiga babak tersebut  terdiri dari: &lt;br /&gt;a.Babak Pembukaan. &lt;br /&gt;Babak pembukaan ditandai dengan dilantunkannya tembang Ilir Gantu. Para pemain berada di arena Blabar Janur Kuning. Tokoh Germo memperkenalkan satu persatu para pemain Sandur kepada penonton. Setelah acara perkenalan selesai para pemain keluar dari arena permainan menuju ruang rias yang dituntun oleh seorang perias. Pada saat para pemain tokoh peran keluar untuk dirias. Germo  lalu memberikan narasi yang isinya menceritakan tentang  perjalannan bidadari yang akan datang menuju ketempat pertunjukan dan masuk kedalam para pemeran.&lt;br /&gt;Setelah para pemeran selesai dirias lalu kembali dibawa masuk ke dalam arena pentas dengan dituntun oleh seorang perias yang membawa obor. Semua pemeran masuk ke dalam arena pentas dengan kepalanya ditutupi   selembar  kain. &lt;br /&gt;Pada babak pertama ini, berisi tentang eksposisi atau pemaparan dari awal kejadian tokoh dan cerita yang akan berlangsung. Babak ini memberikan penjelasan tentang rangkaian jalannya cerita.   Keterangan yang didapat pada babak ini berisi tentang cerita kelahiran manusia yang diidentifikasikan melalui simbol-simbol dan tokoh-tokoh di dalamnya.&lt;br /&gt;b.Babak Kedua. &lt;br /&gt; Babak kedua ditandai dengan tembang Bukak Kudung. Pada adegan ini semua pemeran  dibuka kain kerudung penutup kepalanya, selanjutnya  telah menempati posisinya masing-masing. Di babak ini diceritakan tentang perjalanan tokoh Balong dan Pethak yang tengah mencari pekerjaan. Keseluruhan isi cerita di babak ini adalah perjalanan tentang kehidupan masyarakat agraris dengan segala permasalahannya.&lt;br /&gt;c. Babak Ketiga.&lt;br /&gt; Babak ketiga ini merupakan babak penutup, berisi tentang nasib akhir para tokoh peran. Pada babak ketiga ini akan diadakan atraksi Jaranan dan Kalongkingan. Kemudian baru diakhiri dengan tembang Sampun Rampung yang menandakan pertunjukan telah selesai disajikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Teks/Naskah.&lt;br /&gt;Kesenian Sandur merupakan sebuah cermin kehidupan masyarakat Desa Ledok Kulon. Begitu juga sebaliknya, sistem kehidupan masyarakat yang kolektif menjadi titik tolak dalam penyutradaraan  kesenian Sandur ini.  &lt;br /&gt; Awalnya cerita yang disajikan dalam seni pertunjukan Sandur hanya berdasarkan cerita turun temurun dan mitos yang berkembang di daerah tersebut. Penuangan cerita dan mitologi ke dalam  kesenian Sandur belum menggunakaen naskah tertulis atau masih merupakan cerita tutur. Cerita yang tertulis dalam bentuk teks/naskah pertama kali dibuat pada tahun 1993 saat Sandur mengikuti pagelaran yang diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta. Di dalam naskah ini, tertulis urutan keluar masuknya para tokoh peran dan urutan tembang yang disajikan.&lt;br /&gt; Dalam menggarap naskah Sandur, sutradara merupakan kreator. Sutradara berperan juga sebagai koordinator latihan, sekaligus menjadi mediator untuk mengungkap naskah dan tujuan misinya. Namun tidak jarang seorang penulis naskah merupakan sutradara sekaligus pemain. Sutradara dalam Sandur ini biasanya  berperan sebagai tokoh Germo yang berfungsi sebagai dalang dan sekaligus dukun yang mengobati para pemain Jaranan yang sedang trans.&lt;br /&gt;8. Penonton.&lt;br /&gt; Penonton terdiri dari semua lapisan masyarakat, mulai dari anak–anak sampai orang tua. Tingkat apresiasi masyarakat terhadap kesenian sandur tergolong baik, ini dapat dilihat dari banyaknya jumlah  penonton. Tak jarang para penonton juga ikut menirukan tembang yang dilantunkan oleh para Panjak Hore.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-5513222744907035406?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/5513222744907035406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=5513222744907035406' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/5513222744907035406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/5513222744907035406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2009/01/seni-sandur.html' title='Seni Sandur'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/SWK21m9Df2I/AAAAAAAAAAo/oDBJhCW9kWs/s72-c/sandur.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-2873344942945054220</id><published>2008-11-23T17:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T23:21:36.736-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Langen mandra Wanara'/><title type='text'>Seni Langen Mandra Wanara</title><content type='html'>Seni pertunjukan&lt;br /&gt;                                                 LANGEN MANDRA WANARA&lt;br /&gt;                                                    Di KABUPATEN BANTUL  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kebudayaan dapat hidup dan berkembang seiring dengan irama kehidupan masyarakat pendukungnya. Kebudayaan merupakan warisan leluhur yang harus selalu dibina, dipelihara dan dikembangkan. Kesenian merupakan salah satu hasil dari kebudayaan dalam perkembangannya akan dapat mewujudkan ciri dan karateristik suatu bangsa. Salah satu wujud dari sebuah aktivitas budaya, kesenian terbentuk dari ide-ide dan gagasan. Sedangkan kesenian dapat dibagi dalam beberapa cabang antara lain, Seni Tari, Seni Rupa, Seni Drama, Seni Musik dan cabang seni lainnya. Seni Pertunjukan Langen Mandra Wanara yang tumbuh dan berkembang di Di sekitar DI Yogyakarta adalah bagian dari cabang-cabang seni tersebut.&lt;br /&gt;    Langen Mandra Wanara merupakan sebuah seni tradisi yang hidup dan berkembang atas partisipasi masyarakat sebagai pemangku keseniannya. Langen Mandra Wanara  berasal dari bahasa Jawa yaitu Langen yang berarti bersenang-senang, Mandra yang berarti banyak dan Wanara yang berarti Kera. Jadi Langen Mandra Wanara dapat diartikan sebuah seni pertunjukan yang banyak menggunakan peran kera.&lt;br /&gt;   Di tinjau dari sejarahnya Langen Mandra Wanara merupakan sebuah produk kesenian hasil dari pengembangan kesenian Srandul dan Langendriya. Kedua jenis kesenian tersebut mempunyai pola budaya yang berlainan sehingga keduanya memiliki ciri dan sifat yang berbeda. Langen Mandra Wanara mempunyai fungsi sebagai sarana hiburan dan media penerangan bagi masyarakat. Bentuk awal Langen Mandra Wanara berasal dari pengembangan kesenian Srandul dan Langendriya, kesenian Langen Mandra Wanara masih mencerminkan ciri-ciri dari kedua kesenian tersebut. Srandul sebagai asal mula kesenian ini dan Langendriya sebagai pola dan konsep dasar penggarapannya.&lt;br /&gt;Menurut W. Sastrowiyono, Langen Mandra Wanara diciptakan oleh almarhum K.P.H. Yudanegara III yang kemudian menjadi K.P.H.A. Danureja VII, Patih di Kasultanan Yogyakarta pada sekitar tahun 1890. Awal kemunculan Langen Mandra Wanara pada saat itu mendapat sambutan yang cukup baik di masyarakat.&lt;br /&gt;Keistimewaan dari Langen Mandra Wanara adalah  gerak  tarinya  dilakukan dengan berjongkok. Hal ini sengaja diciptakan untuk membedakan dengan bentuk tarian yang ada pada kesenian Wayang Orang. Langen Mandra Wanara dalam pementasannya mengambil cerita dari serat Ramayana. Unsur tari dalam seni pertunjukan ini sangat dominan meskipun dialog juga digunakan.&lt;br /&gt;Musik iringan untuk pertunjukan Langen Mandra Wanara menggunakan seperangkat gamelan dengan Sinden dan seorang Dalang. Gerak tari dalam Seni Pertunjukan Langen Mandra Wanara sangat dominan sehingga keberadaan   gamelan mutlak diperlukan. Selain untuk pembentukan suasana pertunjukan, gamelan juga berfungsi memberi aksen/tekanan dalam mengiringi gerakan yang dilakukan oleh para penari. Dalang berperan sebagai pemimpin dan pengatur jalannya pertunjukan. Sedangkan urutan penyajian Langen Mandra Wanara dari awal hingga berakhirnya pertunjukan terangkum dalam Serat Kandha. Serat Kandha menjadi pegangan seorang dalang dalam memimpin jalannya pertunjukan. Isi dari Serat Kandha tersebut adalah&lt;br /&gt;1. Pembagian lakon dalam jejeran.&lt;br /&gt;2. Keluar masuknya pemain dalam arena pertunjukan.&lt;br /&gt;3. Gendhing yang digunakan.&lt;br /&gt;4. Dialog yang digunakan.&lt;br /&gt;Iringan pertunjukan Langen Mandra Wanara juga menggunakan jenis lagu rambangan. Menurut Wasisto Surjodiningrat, rambangan adalah tembang macapat yang diiringi oleh gamelan. Rambangan ini mengambil dari jenis lagu/tembang macapat yang diolah dan dimungkinkan untuk menjadi jenis lagu rambangan. Tembang macapat terikat oleh guru lagu dan guru wilangan. Setiap jenis tembang macapat mempunyai ciri dan watak yang berbeda-beda.  Sehingga dalam memilih lagu untuk dialog harus menyesuaikan dengan watak dan karakter dari masing-masing tembang macapat tersebut. Untuk melagukan macapat, rambangan  disajikan dengan irama bebas namun masih dalam lingkungan karawitan.&lt;br /&gt;Pamurba irama pada karawitan adalah Kendang  dan diperjelas oleh  iringan kethuk, kenong, kempul dan gong ageng  pada singgetan-singgetan tertentu  ditandai dengan aba-aba dari kendang. Tabuhan kenong dan kempul berfungsi sebagai pengantar dan  penuntun nada. Setiap gatra ageng   diperjelas dengan singgetan gong suwukan dan setiap akhir pada ditandai dengan suara gong gedhe. Awalnya iringan Langen Mandra Wanara menggunakan laras slendro, namun dalam perkembangannya juga menggunakan laras pelog baik laras pelog patet nem, lima maupun laras pelog patet barang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-2873344942945054220?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/2873344942945054220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=2873344942945054220' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/2873344942945054220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/2873344942945054220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2008/11/seni-langen-mandra-wanara.html' title='Seni Langen Mandra Wanara'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-2972650448290004903</id><published>2008-11-19T16:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T16:56:37.511-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minangkabau'/><title type='text'>seni budaya minangkabau</title><content type='html'>Seni Budaya Minangkabau&lt;br /&gt;Sumatera Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok etnis minangkabau adalah penduduk yang paling dominan di daerah/propinsi sumatera barat. Kampong orang minang berada di sebuah pegunungan di tengah propinsi sumatera barat,  daerah tersebut adalah darek/luhak nan tigo. Sedangkan wilayah yang berada di sekitar pantai, wilayah pegunungan sebelah utara, selatan dan timur dari darek disebut sebagai daerah rantau. Merunut kebiasaan orang minang dahulu, laki-laki muda akan pergi meninggalkan darek dan pergi kedaerah rantau untuk mengadu nasib sebagai pedagang atau pemilik toko hingga berpuluh-puluh tahun sebelum akhirnya kembali ke kampung halamannya di darek.&lt;br /&gt;Hingga kini wilayah perantauan orang minang merambah hampir di seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai ke Malaysia. Walaupun demikian luasnya wilayah perantauan, orang minang masih mampu mempertahankan identitasnya terhadap kampong halamannya dan sanggup menelusuri asal-usul mereka di darek.&lt;br /&gt;Bahasa minang adalah sebuah bahasa yang masih berkaitan dengan bahasa melayu dan bahasa Indonesia. Masyarakat minang mayoritas beragama Islam. Salah satu ciri khas struktur social masyarakat minang adalah garis keturunan dan mewarisi harta pusaka di hitung atas dasar garis wanita bukan garis laki-laki, struktur social ini memberikan suatu kedudukan kuat kepada kaum wanita dalam masyarakat minang.&lt;br /&gt;Minangkabau mempunyai beraneka ragam seni pertunjukan. Acara-acara yang dilengkapi dengan pertunjukan adalah pesta keluarga seperti pernikahan dan khitanan, penobatan ketua adat, peresmian masjid, perayaan hari besar keagamaan, hari kemerdekan republic Indonesia dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;Pertunjukan utama biasanya dimulai pada malam hari hingga menjelang subuh.&lt;br /&gt;Jenis seni pertunjukan yang bergenre keagamaan adalah Dikie, salawat dulang. Selain itu masih ada genre kesenian saluang, dendang paruah, talempong, rabab pariaman, rabab pasisia dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;Sedangkan seni pertunjukan teater rakyat minang disebut dengan randai&lt;br /&gt;Pertunjukan teater ini disajikan diluar rumah/halaman dengan melibatkan sekitar 20 hingga 30 pemain. Kesenian randai adalah suatu bentuk kesenian yang menggabungkan unsure seni tari, seni musik, seni suara seni drama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-2972650448290004903?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/2972650448290004903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=2972650448290004903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/2972650448290004903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/2972650448290004903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2008/11/seni-budaya-minangkabau.html' title='seni budaya minangkabau'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-8032299373648023931</id><published>2008-11-17T18:53:00.000-08:00</published><updated>2008-11-17T18:55:00.827-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesenian betawi'/><title type='text'>Kesenian Betawi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Gambang Kromong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Seni Tradisi Masyarakat Betawi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Perkawinan Naga dan Garuda)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; adalah sebuah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;negara kepulauan yang sangat luas. Bayangkan! luas wilayah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dapat disetarakan dari ujung daratan Eropa bagian barat sampai ujung timur Eropa timur.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penduduk &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; termasuk empat terbesar didunia setelah &lt;st1:city st="on"&gt;Cina&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt; dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;USA&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; pun terdiri dari lebih dari 13.000 pulau yang tersebar dari ujung Aceh hingga Papua, dan di huni lebih dari 350 kelompok etnis. Bila ke 350 kelompok etnis tersebut mempunyai puluhan hingga ratusan kesenian maka dapat dibayangkan berapa banyak jumlah kesenian yang ada di &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;, dan dapat dipastikan seni budaya &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; adalah yang paling beragam dan terkaya di dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Alkulturasi seni budaya di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; telah terjadi pada ratusan tahun yang lalu. Hal ini dapat dilihat dari beberapa seni budaya yang hingga saat ini masih hidup dan berkembang dalam masyarakat pendukungnnya. Salah satunya adalah gambang kromong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Gambang Kromong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Gambang kromong adalah sebuah seni tradisi masyarakat betawi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Musik tradisi ini terdiri dari instrument :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 54pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Gambang (silofon) dengan 18 nada yang dilaras/tangga nada pentatonic dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;panjang tiga setengah oktaf&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 54pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sepuluh buah gong&lt;i style=""&gt; kettle &lt;/i&gt;kecil (kromong) yang dilaras pentatonic sepanjang 2 oktaf &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 54pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sebuah &lt;i style=""&gt;tehyan&lt;/i&gt; alat musik yang berasal dari Tionghoa yang cara memainkannya digesek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 54pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Sebuah flute/seruling&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang berasal dari Tionghoa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 54pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;2 buah gong gantung(kempul dan gong) kendang, dan kecrek, instrument tersebut adalah asli &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 54pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Satu atau lebih gitar elektrik sebagai bass mampun melodi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt 54pt; text-indent: -18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;·&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Satu atau lebih alat musik barat seperti trompet, clarinet saxofon, keyboard instrumen tersebut berasal dari barat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Masyarakat pemilik/pendukung kesenian ini adalah masyarakat Tionghoa keturunan dari perkawinan campur Tionghoa-Pribumi, dan milik masyarakat Betawi asli yang saat ini mulai bergeser dari pusat &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke pingiran &lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt; seperti &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; utara dan Tangerang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Masyarakat keturunan Tionghoa disini adalah orang Tionghoa yang berasal dari &lt;i style=""&gt;Hokkian &lt;/i&gt;dari daerah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;i style=""&gt;Fujian&lt;/i&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; di sebelah selatan Tiongkok yang datang ke Batavia/Jakarta dan melakukan perkawinan dengan masyarakat pribumi (betawi). &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sedangkan masyarakat betawi adalah berasal dari hampir seluruh wilayah di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yang dibawa oleh pemerintah colonial sebagai budak dan ada yang sengaja datang untuk bekerja atau berdagang. Karena pada masa itu pelabuhan di &lt;st1:city st="on"&gt;Batavia&lt;/st1:city&gt;/&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; adalah pelabuhan teramai dan menjadi sebuah pusat perdagangan sangat sibuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Lalu kelompok para pendatang inipun menetap di Batavia dan hidup dalam sebuah perkampungan besar yang dihuni oleh beragam etnis lalu lahirlah kesenian yang dinamakan Gambang Kromong sebuah seni tradisi yang unik karena terjadinya alkulturasi budaya Tionghoa dan masyarakat pribumi dari latar belakang budaya yang berbeda pula. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Hingga saat ini kesenian gambang kromong masih dipentaskan dalam acara-acara perkawinan maupun pertunjukan &lt;i style=""&gt;lenong/&lt;/i&gt;teater rakyat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kehidupan harmonis antara masyarakat keturunan/tionghoa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan masyarakat pribumi tercermin dari kesenian Gambang kromong yang merupakan produk budaya bersama, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;sehingga kita teramat sangat prihatin dengan gesekan-gesekan social antara warga pribumi dengan masyarakat non pribumi seperti yang terjadi pada tahun 1998 karena peristiwa tersebut telah mengkianati persaudaraan yang telah terjalin ratusan tahun yang lalu yang diajarkan oleh nenek moyang kita. Semoga kita dapat belajar dari sejarah bahwa pluralisme dan keberagaman itu indah. Naga dan Garuda dapat bahu membahu menapaki perjalanan waktu //&lt;b style=""&gt;jokosantoso//&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-8032299373648023931?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/8032299373648023931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=8032299373648023931' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/8032299373648023931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/8032299373648023931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2008/11/kesenian-betawi.html' title='Kesenian Betawi'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7750736310812797987.post-3119937298994639050</id><published>2008-11-17T18:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T23:32:44.787-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni tradisional indonesia'/><title type='text'>seni tradisional indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/ST9wiJLb6rI/AAAAAAAAAAY/buGe4IneNpA/s1600-h/GONH.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 197px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/ST9wiJLb6rI/AAAAAAAAAAY/buGe4IneNpA/s320/GONH.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278061020183259826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; adalah sebuah negara yang terdiri dari ribuan pulau yang terbentang dari Papua hingga Aceh. Dari sekian banyaknya pulau beserta dengan masyarakatnya &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tersebut lahir, tumbuh dan berkembang&lt;span&gt;.  &lt;/span&gt;Seni tradisi yang merupakan identitas, jati diri, media ekspresi dari masyarakat pendukungnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Hampir diseluruh wilayah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; mempunyai seni musik tradisional yang khas. Keunikan tersebut bisa dilihat dari teknik permainannya, penyajiannya maupun bentuk/organologi instrumen musiknya. Hampir seluruh seni tradisional Indonesia mempunyai semangat kolektivitas yang tinggi sehingga dapat dikenali karakter khas orang/masyarakat Indonesia, yaitu ramah dan sopan.  Namun berhubung dengan perjalanan waktu dan semakin ditinggalkanya spirit dari seni tradisi  tersebut, karekter kita semakin berubah dari sifat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan menjadi individual/egoistis. begitu banyaknya seni tradisi yang dimiliki bangsa Indonesia, maka untuk lebih mudah mengenalinya dapat di golongkan menjadi beberapa kelompok yaitu alat musik/instrumen perkusi, petik dan gesek&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Instrumen Musik Perkusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Perkusi adalah sebutan bagi semua instrumen musik yang teknik permainannya di pukul, baik menggunakan tangan maupun stik. Dalam hal ini beberapa instrumen musik yang tergolong dalam alat musik perkusi adalah, Gamelan, Arumba, Kendang, kolintang, tifa, talempong, rebana, bedug, jimbe dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Gamelan adalah alat musik yang terbuat dari bahan logam. Gamelan berasal dari daerah Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur juga di Jawa Barat yang biasa disebut dengan Degung dan di &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt; (Gamelan Bali).&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Satu perangkat gamelan terdiri dari&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;instrumen saron, demung, gong, kenong, slenthem, bonang dan beberapa instrumen lainnya. Gamelan mempunyai nada pentatonis/pentatonic. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Talempong adalah seni musik tradisi dari Minangkabau/Sumatera Barat. Talempong adalah alat musik bernada diatonis (do, re, mi, fa, sol, la, ti, do) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Kolintang atau kulintang berasal dari daerah Minahasa/ Sulawesi Utara. Kolintang mempunyai tangga nada diatonis/diatonic yang semua instrumennya terdiri dari bas, melodis dan ritmis. Bahan dasar untuk membuat kulintang adalah&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;kayu. Cara untuk memainkan alat musik ini di pukul dengan menggunakan stik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Arumba&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;(alunan rumpun bambu) berasal dari daerah Jawa Barat. Arumba adalah alat musik yang terbuat dari bhan bambu yang di mainkan dengan melodis dan ritmis. Pada awalnya arumba menggunakan tangga nada pentatonis namun dalam perkembangannya menggunakan tangga nada diatonis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;Kendang adalah sejenis alat musik perkusi yang membrannya berasal dari kulit hewan. Kendang atau gendang dapat dijumpai di banyak wilayah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Di Jawa barat kendang mempunyai peraanan penting dalam tarian Jaipong. Di Jawa Tengah, &lt;st1:place st="on"&gt;Bali&lt;/st1:place&gt;, DI Yogyakarta, Jawa timur kendang selalu digunakan dalam permainan gamelan baik untuk mengiringi, tari, wayang, ketoprak.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Tifa adalah alat musik sejenis kendang yang dapat di jumpai di daerah Papua, Maluku dan Nias. Rebana adalah jenis gendang yang ukuran bervariasai dari yang kecil hingga besar. Rebana adalah alat musik yang biasa di gunakan dalam kesenian yang bernafaskan Islam. Rebana dapat di jumpai hampir di sebagian wilayah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Instrumen Musik Petik&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Kecapi adalah alat musik petik yang berasal dari daerah Jawa Barat. Bentuk organologi kecapi adalah sebuah kotak kayu yang diatasnya berjajar dawai/senar, kotak kayu tersebut berguna sebagai resonatornya. Alat musik yang menyerupai Kecapi adalah siter dari daerah Jawa tengah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Sasando adalah alat musik petik berasal dari daerah Nusa tenggara timur (&lt;st1:place st="on"&gt;Timor&lt;/st1:place&gt;) kecapi ini terbuat dari bambu dengan diberi dawai/senar sedangkan untuk resonasinya di buat dari anyaman daun lontar yang mempunyai bentuk setengah bulatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Sampek (sampe/sapek) adalah alat musik yang bentuknya menyerupai gitar berasal dari daerah kalimantan. Alat musik ini terbuat dari bahan kayu yang di penuhi dengan ornamen/ukiran yang indah. Alat musik petik lainnya yang bentuknya menyerupai sampek adalah Hapetan daerah Tapanuli, Jungga dari daerah Sulawesi Selatan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Instrumen Musik Gesek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Instrumen musik tradisional yang menggunakan teknik permainan digesek adalah Rebab. Rebab berasal dari daerah Jawa barat, Jawa Tengah, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; (kesenian betawi). Rebabb terbuat dari bahan kayu dan resonatornya ditutup dengan kulit tipis, mempunyai dua buah senar/dawai dan mempunyai tangga nada pentatonis. Instrumen musik tradisional lainnya yang mempunyai bentuk seperti rebab adalah Ohyan yang resonatornya terbuat dari tempurung kelapa, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;rebab jenis ini dapat dijumpai di bali, Jawa dan kalimantan selatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Instrumen Musik Tiup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Suling adalah instrumen musik tiup yang terbuat dari bambu. hampir semua daerah di &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dapat dijumpai alat musik ini.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Saluang adalah alat musik tiup dari&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sumatera Barat,&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;serunai dapat dijumpai di sumatera utara, &lt;st1:place st="on"&gt;Kalimantan&lt;/st1:place&gt;. Suling Lembang berasal dari daerah Toraja yang mempunyai panjang antara 40-100cm dengan garis tengah 2cm.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Tarompet, serompet, selompret adalah jenis alat musik tiup yang mempunyai 4-6 lubang nada dan bagian untuk meniupnya berbentuk corong. Seni musik tradisi yang menggunakan alat musik seperti ini adalah kesenian rakyat Tapanuli, Jawa Barat, jawa timur, papua&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7750736310812797987-3119937298994639050?l=seninusantara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://seninusantara.blogspot.com/feeds/3119937298994639050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7750736310812797987&amp;postID=3119937298994639050' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/3119937298994639050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7750736310812797987/posts/default/3119937298994639050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://seninusantara.blogspot.com/2008/11/seni-tradisional-indonesia.html' title='seni tradisional indonesia'/><author><name>SMI For President</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04015743675568927235</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JL2_qutPIEw/ST9wiJLb6rI/AAAAAAAAAAY/buGe4IneNpA/s72-c/GONH.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
